Advertorial

Mendapatkan Banpres Produktif, Pelaku UKM di Maumere Manfaatkan untuk Modal Usaha

Kompas.com - 27/11/2020, 14:02 WIB
Ilustrasi Banpres Produktif. (DOK. PIXABAY) Ilustrasi Banpres Produktif.

KOMPAS.com – Selama pandemi Covid-19 mewabah di Indonesia, banyak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kesulitan untuk menjalani aktivitasnya sehari-hari. Pasalnya, daya beli masyarakat menurun, tak seperti sebelum masa pandemi.

Akibatnya, banyak dari pelaku usaha mengalami kerugian finansial karena bisnisnya tidak berjalan.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) akhirnya mengadakan program Bantuan Presiden (Banpres) Produktif untuk meringankan beban pengusaha UKM. Bantuan ini pun dirasa membantu kehadirannya bagi mereka.

Salah satu penerima Banpres Produktif asal Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT)Theresia Nengsah mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, terutama kepada Presiden Jokowi setelah menerima bantuan.

“Bantuan ini ingin saya gunakan untuk menambah modal dalam pengembangan usaha saya dalam menjahit,” kata Theresia dalam rilis yang diterima Kompas.com, Selasa (10/11/2020).

Hal serupa juga disampaikan Aquilina Kristina, penerima Banpres Produktif yang memiliki usaha di bidang peternakan. Banpres tersebut akan digunakan Aquilina untuk menambah modal usaha jual beli kambing miliknya.

“Terima kasih Bapak Presiden Jokowi. Mudah-mudahan modal usaha ini bisa meningkatkan usaha saya dan menyejahterakan keluarga saya,” ujar Aquilina.

Selain Aquilina dan Theresia, terdapat tiga pelaku usaha lainnya di Maumere yang mendapatkan bantuan, di antaranya Maria Theresia Diaz, Florida Elvianti, dan Fransiska M Dolvina. Kelima penerima bantuan ini merupakan nasabah dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Tepat sasaran

Sebagai informasi, Banpres Produktif adalah bantuan tunai senilai Rp 2,4 juta yang diberikan pemerintah kepada 12 juta pelaku UMKM yang terdampak pandemi.

Total anggaran yang disiapkan pemerintah untuk program ini sebesar Rp 28 triliun. Adapun pelaku UMKM yang ingin mendaftar di program ini tidak dipungut biaya apa pun.

Pada tahap pertama, pemerintah sudah berhasil memberikan Banpres Produktif ke 9,1 juta pelaku UMKM. Di tahap selanjutnya, pemerintah menargetkan Banpres dapat disalurkan kepada sekitar 3 juta pelaku UMKM.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM (Seskemenkop UKM) Prof Rully Indrawan yang menyerahkan bantuan tersebut mengatakan, pihaknya akan selalu memastikan bahwa penyaluran Banpres Produktif tepat sasaran.

“Saya ingin memastikan mitra-mitra nasabah PNM dapat mengakses Banpres Produktif untuk usaha mikro,” kata Prof Rully.

Seskemenkop UKM pun berpesan agar Banpres Produktif dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memulai kembali usaha yang sempat terhenti akibat pandemi Covid-19.

“(Banpres agar) diperuntukkan sebenar-benarnya untuk menambah modal usaha pelaku usaha mikro,” imbuh Prof Rully.

Prof Rully juga mengimbau agar pelaku UMKM dapat meningkatkan skala usahanya dengan cara bergabung ke koperasi. Menurutnya, pelaku UMKM harus terus berinovasi dan berkelompok. Dengan begitu, mereka dapat mengembangkan usahanya.