Advertorial

Terus Tingkatkan Kualitas, UMY Masuk Top 451-500 dalam QS World University Rankings: Asia 2021

Kompas.com - 27/11/2020, 19:17 WIB

KOMPAS.com – Kiprah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di dunia pendidikan terus mengalami peningkatan.

Hal itu dibuktikan dengan keberhasilan salah satu perguruan tinggi milik Muhammadiyah ini masuk dalam jajaran 451+ besar universitas terbaik se-Asia versi QS World University Rankings: Asia 2021 dengan menempati peringkat ke 451-500.

Untuk tingkat Asia Tenggara, UMY menempati ranking 75+ dari 113 universitas. Sementara itu, untuk tingkat perguruan tinggi swasta (PTS) Indonesia, UMY meraih peringkat ke-15 dari 30 PTS yang berhasil masuk dalam daftar peringkat itu.

Kepala Bidang Pengembangan Organisasi Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP) UMY Evi Rahmawati SE MAcc PhD Ak CA menjelaskan, UMY meraih total skor 68 persen dalam QS World University Rankings: Asia 2021.

Skor tersebut didapat dari beberapa indikator penilaian. Adapun masing-masing indikator itu memiliki poin maksimal sebanyak 100 poin.

Dari seluruh indikator tersebut, UMY berhasil meraih poin tinggi pada beberapa aspek, yaitu Program Internasional 87,6 poin, Inbound Exchange Students 32,7 poin, Outbound Exchange Students 34,5 poin, dan Reputasi Akademik 13,6 poin.

Untuk diketahui, QS World University Rankings merupakan daftar peringkat universitas paling populer di dunia yang dikelola oleh sebuah lembaga penyedia layanan analisis internasional di sektor pendidikan Quacquarelli Symonds (QS).

Dari kawasan Asia, hanya ada 650 universitas yang memenuhi standar penilaian QS World University Rankings Asia 2021. Daftar universitas itu masih didominasi oleh perguruan tinggi asal China, Korea Selatan, Jepang, dan Hongkong.

Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Dr Ir Gunawan Budiyanto MP IPM (Dok. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta) Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Dr Ir Gunawan Budiyanto MP IPM (Dok. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta)

Menanggapi hal itu, Rektor UMY Dr Ir Gunawan Budiyanto MP IPM mengatakan, keberhasilan tersebut merupakan buah kerja keras sivitas akademika UMY selama beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, capaian itu sekaligus menjadi ukuran keseriusan UMY untuk menjadi universitas terbaik di Indonesia, Asia, bahkan dunia dalam beberapa tahun ke depan.

“Capaian ini semakin menegaskan bahwa UMY berhasil masuk dalam jajaran Top Universities tingkat dunia. Pemeringkatan ini juga berguna untuk melihat seberapa baik kami sudah berjalan selama ini dari segi outcome tata kelola perguruan tinggi yang menerapkan performance based-information technology and management for higher education,” ungkap Gunawan dalam rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (27/11/202).

Lebih lanjut, pencapaian tersebut juga semakin mengukuhkan predikat UMY sebagai International Reputable University di tingkat internasional. Prestasi itu dapat menjadi modal UMY untuk melangkah ke tahap berikutnya sebagai Research Excellence University.

Untuk bisa meraih prestasi tersebut, menurut Gunawan, UMY melakukan beberapa peningkatan krusial. Misalnya, peningkatan kualitas belajar mengajar, dosen, dan penelitian, mengirim mahasiswa serta dosen untuk belajar di luar negeri dan sebaliknya.

Kemudian, mendatangkan profesor asing dan berkontribusi dalam hal daya serap lulusan UMY di pasar kerja nasional maupun internasional selama tiga tahun terakhir.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau