Advertorial

Punya Peran Vital, BRI Bantu Kembangkan UMKM demi Wujudkan SDGs di Indonesia

Kompas.com - 30/11/2020, 10:23 WIB
Bank Rakyat Indonesia (dok. BRI) Bank Rakyat Indonesia

KOMPAS.com - Peran usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk merealisasikan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia begitu besar.

Karena itu, Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus mendorong pelaku UMKM agar semakin bertumbuh, berdaya saing, dan segera pulih dari masa sulit akibat pandemi Covid-19.

UMKM memiliki peran penting dalam sektor ekonomi karena mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM), hingga 2018 ada 116,97 juta orang atau 98 persen tenaga kerja yang berkegiatan di sektor ini.

Selain dari sisi penyerapan tenaga kerja, UMKM juga menyumbang Rp 8.573,9 triliun atau 61,07 persen dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia (atas harga berlaku) per 2018.

Dengan peran sebesar itu, keberadaan UMKM pun harus dijaga dan dikembangkan agar semakin berdaya.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, upaya menjaga dan mengembangkan UMKM sejatinya harus dilakukan bersama-sama.

Saat ini, BRI mulai menjadikan UMKM sebagai pilar utama penyangga bisnis perusahaan.

“Fokus bisnis BRI adalah pengembangan UMKM. Kami terus berupaya agar UMKM bisa semakin mudah mendapat akses permodalan, memperluas pasar, dan meningkat kemampuan serta kualitas produknya,” ujar Sunarso melalui rilis resmi yang diterima Kompas.com, Jumat (27/11/2020).

Selain membuat UMKM semakin kuat, upaya tersebut turut membantu pencapaian target SDGs yang ditargetkan pada 2030.

Komposisi kredit yang disalurkan BRI terhadap UMKM selaku mayoritas nasabah BRI telah mencapai 80,65 persen dari total kredit per kuartal III pada 2020.

Capaian tersebut merupakan rekor tersendiri bagi perseroan. Pasalnya, untuk pertama kali BRI mampu mencapai porsi kredit UMKM sebesar 80 persen.

Adapun target serapan kredit UMKM hingga 80 persen sebenarnya merupakan target perseroan pada 2022. Namun, BRI mampu menjawab tantangan ini lebih cepat.

Pembiayaan yang diberikan BRI terhadap UMKM dipisah ke dalam sejumlah produk, yakni Kredit Usaha Rakyat (KUR), KUR Super Mikro, dan Kredit Modal Kerja Tangguh.

Seluruh pembiayaan bagi UMKM tersebut disalurkan dengan tingkat risiko kredit yang terkendali dan tingkat bunga terjangkau.

Sunarso menjelaskan, pemberian akses modal yang terjangkau dan mudah sangat penting bagi UMKM.

“Agar peran mereka untuk mencapai target SDGs pertama terpenuhi, yakni pengentasan kemiskinan dalam segala bentuk apa pun,” jelas Sunarso.

Melalui pembiayaan yang sehat, kata dia, peran UMKM menjadi lebih besar dalam untuk mengakhiri bencana kelaparan dan mewujudkan ketahanan pangan.

Selain permodalan dengan biaya murah, BRI juga memiliki platform khusus bagi UMKM untuk memperluas pasar di era digital, yakni pasar.id.

Saat ini, sudah ada 16.000 lebih pedagang dari 5.000 pasar se-Indonesia yang bisa memasarkan produknya secara daring.

“Untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, perlu adanya pemanfaatan teknologi. Hal tersebut sejalan dengan tujuan SDGs yang sudah ditetapkan,” ucap Sunarso.

Sebagai Informasi, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Department of Economic and Social Affairs (DESA) telah mengakui urgensi UMKM dalam merealisasikan SDGs.

Menurut PBB, 17 target SDGs hanya bisa dicapai jika seluruh aktivitas publik dan bisnis dilakukan secara berkelanjutan dan bersinergi, termasuk melibatkan UMKM.

Menurut Komisi Bisnis dan Pembangunan Berkelanjutan PBB, model bisnis berkelanjutan dapat membuka peluang ekonomi senilai 12 triliun dolar Amerika Serikat (AS) dan menciptakan 380 juta pekerjaan baru pada 2030.

Penciptaan lapangan kerja yang banyak dan pertumbuhan ekonomi masif di waktu bersamaan akan membuat target SDGs semakin mudah direalisasikan.

Oleh karena itu, keberadaan UMKM akan terus ditopang oleh BRI. Bank milik pemerintah tersebut akan menjadi jembatan bagi pelaku UMKM untuk mencapai kesuksesan.

Selain itu, BRI menjamin akses layanan keuangan yang sederhana dan terukur bagi pelaku usaha kecil agar UMKM bisa semakin tumbuh dan membawa multiplier effect positif bagi pencapaian target SDGs di Indonesia.