Advertorial

Pertamina Youthpreneur, Ajang Menjaring Calon Startup Potensial di Kalangan Milenial

Kompas.com - 01/12/2020, 13:19 WIB
Pertamina menggelar ajang Pertamina Youthpreneur 2020 untuk menjaring calon startup potensial dari generasi milenial. (Dok. Pertamina) Pertamina menggelar ajang Pertamina Youthpreneur 2020 untuk menjaring calon startup potensial dari generasi milenial.

KOMPAS.com – Ajang Pertamina Youthpreneur 2020 telah selesai dihelat. Ajang yang digelar untuk menjaring potensi wirausahawan muda di bidang startup ini berhasil menelurkan calon-calon pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) sukses dari generasi milenial.

Lewat ajang tersebut, 15 startup terpilih menjadi yang terbaik dan berkesempatan mendapatkan modal usaha hingga Rp 200 juta dari Program Kemitraan Pertamina.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, selain 15 startup terpilih, para finalis yang masuk ke babak 30 besar akan mendapatkan pembiayaan dan hadiah langsung senilai total ratusan juta rupiah.

Fajriyah menjelaskan, sebagai apresiasi terhadap 30 startup terpilih, Pertamina akan memberikan hadiah berupa cloud storage dan subscription software yang bermanfaat bagi keberlangsungan startup digital.

“Kami berharap, fasilitas ini dapat digunakan sebaik-baiknya dan mendukung usaha yang sedang dijalani untuk dapat menjadi usaha yang tangguh dan mandiri,” kata Fajriyah dalam rilis yang diterima Kompas.com, Selasa (1/12/2020).

Melalui kegiatan tersebut, lanjut Fajriyah, Pertamina berharap para startup yang belum bankable atau belum menerima bantuan pinjaman dari perbankan bisa lebih berkembang.

Ia juga berharap startup- startup itu bisa mendapat akses permodalan, pasar, dan hal lain yang berhubungan secara benar dan terjangkau. Dengan begitu, para startup akan mampu berkembang, adaptif, dan mandiri seiring dengan tuntutan zaman.

Lebih jauh, kata Fajriyah, pelaksanaan program Pertamina Youthpreneur diharapkan dapat sejalan dengan program-program Digital Transformasi Pertamina di masa mendatang.

Program Digital Transformasi Pertamina sendiri sudah diaplikasikan pada roadmap pembinaan UMKM binaan Pertamina, mulai dari Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global.

“Seluruhnya pasti akan kami terapkan kepada mitra binaan Pertamina,” ucap Fajriyah.

Sebagai informasi, ajang Pertamina Youthpreneur 2020 diikuti oleh 278 pendaftar. Kemudian, disaring menjadi 30 semifinalis lalu mengerucut menjadi 15 finalis yang berpeluang besar menjadi mitra binaan Pertamina.

Adapun 15 besar finalis Pertamina Youthprenenur 2020, yakni Atourin (PT Atourin Teknologi Nusantara), Bakoel Sehat, CALLISTA, Cooklab Indonesia, FRESIO, Oke Garden, Insan Cerdas, Jahitin.com, Localio.id, Machine Vision Indonesia, Mounev Indonesia, Pictafish, PROSPERO, Team Scrap Hero (SCRAPIRO), dan UICreativenet.

Pertamina turut menggandeng beberapa ahli dari startup besar dalam penyelenggaraan acara tersebut. Salah satunya adalah KUMPUL yang berperan sebagai strategic partner.

Selain itu, startup yang menjadi peserta merupakan kolaborasi dengan Baparekraf for Startup (BEKUP) dan Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.

Salah satu finalis Pertamina Youthpreneur 2020, Yeremia Haryanto, menyampaikan apresiasinya terkait penyelenggaraan ajang tersebut. Yeremia merupakan pemilik startup Mounev Indonesia yang bergerak di bidang platform edukasi digital.

“Dalam tiga hari, kami mendapatkan materi yang padat dan berbobot, mulai dari pengetahuan bisnis secara umum hingga sesi yang lebih privat bersama mentor. Dari sini, wawasan kami pun makin terbuka dalam menjalankan startup ini,” katanya.

Ajang Pertamina Youthprenenur 2020 mengusung tema “Energizing Future Talent” yang diharapkan dapat membantu usaha kecil menjadi tangguh dan mandiri. Tema ini sejalan dengan tema HUT ke-63 Pertamina, yakni “Energizing You”.

Selain itu, pelaksanaan Pertamina Youthprenenur 2020 juga menjadi bentuk implementasi goal ke-8 pada Sustainable Development Goals (SDGs), yakni mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan serta tenaga kerja penuh dan produktif.

“Diharapkan dapat membantu masyarakat mendapat pekerjaan yang layak dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ucap Fajriyah.