Advertorial

Vaksin Covid-19 Jadi Harapan Pulihnya Industri Pariwisata dan Bisnis Properti

Kompas.com - 01/12/2020, 20:25 WIB
Dok. Kominfo Dok. Kominfo

KOMPAS.com – Pemerintah saat ini sedang berupaya menghadirkan vaksin untuk mengatasi penularan Covid-19. Keberhasilan program vaksinasi akan mendorong perbaikan ekonomi, terutama di sektor pariwisata dan properti yang mengalami dampak paling parah.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan, pihaknya mendukung upaya pemerintah mengendalikan penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat dengan vaksin.

“Vaksin akan menjadi harapan bagi bangsa Indonesia agar dapat kembali melakukan kegiatan ekonomi yang sudah tertekan selama sembilan bulan sejak Maret 2020,” kata Maulana dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Selasa (1/12/2020).

Ia mengatakan, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi saat ini mengindikasi hilangnya kemampuan perusahaan untuk bertahan di tengah situasi pandemi. Seiring adanya gelombang PHK, angka kemiskinan pun terus meningkat.

Khusus industri hotel dan restoran, lanjut Maulana, keberlangsungan bisnis  sangat bergantung pada pergerakan orang.

Sementara, pergerakan orang selama pandemi Covid-19 sangat bergantung pada kebijakan transportasi umum, seperti pesawat udara maupun  kereta api.

“Pemulihan sektor pariwisata, khususnya pada industri hotel dan restoran. tidak hanya bisa mengandalkan vaksin, tetapi juga sangat terkait dengan kebijakan menjaga jarak dan kebijakan transportasi umum,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa sektor pariwisata berbeda dengan sektor lainnya. Kebijakan yang dibuat, imbuh Maulana, harus dilakukan secara konsisten guna menjaga kepercayaan masyarakat dan pelaku industri pariwisata.

Dampak pada sektor properti

Seperti halnya industri perhotelan, kata Maulana, sektor properti juga mengalami dampak yang mengkhawatirkan. Contohnya, seperti yang dialami  platform marketplace penginapan, Airbnb.

Dilansir dari Business Insider Singapore, sejak Januari 2020, tingkat pemesanan properti lewat Airbnb turun 96 persen di Beijing. Sedangkan di Roma dan Seoul, penurunannya mencapai 41 persen hingga 46 persen.

Selain itu, bisnis penyewaan ruang kantor juga mengalami hal serupa sejak kebijakan bekerja dari rumah diterapkan sejumlah perusahaan. Hal ini berpengaruh terhadap tingkat penyewaan ruangan kantor jangka pendek dan industri coworking-space.

Oleh sebab itu, General Manager Business & Product RoomMe Iman Hanggautomo menyatakan dukungannya terhadap pemerintah menghadirkan vaksin Covid-19.

“Kami yakin, kehadiran vaksin akan berdampak baik bagi kondisi perekonomian. Itulah yang diharapkan semua orang. Kami  juga meyakini, vaksin merupakan kunci untuk menyelesaikan pandemi agar kegiatan kembali normal sehingga perekonomian Indonesia membaik,” terangnya.

Vaksin tersebut, imbuh Iman, akan menciptakan kondisi normal. Kegiatan bekerja dari rumah (work from home) atau belajar dari rumah akan direlaksasi.

“Ini akan menciptakan perbaikan bagi industri properti, utamanya sektor penyewaan kos seperti RoomMe,” ujarnya.