Advertorial

Kolaborasi Pelindo III dan Pertamina Hasilkan Efisiensi Biaya Distribusi Energi

Kompas.com - 02/12/2020, 20:17 WIB
Penandatanganan kerja sama  pengangkutan material bioenergi antara PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) dan PT Pertamina (Persero) (Dok. Pelindo 3) Penandatanganan kerja sama pengangkutan material bioenergi antara PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) dan PT Pertamina (Persero) (Dok. Pelindo 3)

KOMPAS.com - PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo 3 terus berupaya mendukung efisiensi biaya logistik nasional. Upaya tersebut diwujudkan dalam kerja sama kegiatan pengangkutan material bioenergi milik PT Pertamina (Persero), fatty acid methyl esther (FAME), ke terminal terpadu bahan bakar minyak (BBM) Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. 

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian pengangkutan material antara Pelindo 3 Group, Pertamina Group, dan PT Wilmar Nabati Group, di Kantor Pelindo 3 Regional Jawa Timur, Rabu (2/12/2020). 

Pada perjanjian tersebut, Pelindo 3 akan mendukung transportasi material FAME dari Gresik ke Surabaya melalui jalur laut. 

Direktur Operasi dan Komersial Pelindo III Putut Sri Muljanto mengatakan, kebutuhan bioenergi PT Pertamina di terminal terpadu BBM Pelabuhan Tanjung Perak mencapai 44.500 kiloliter (KL) setiap bulan. 

“Pada perjanjian kerja sama tersebut, Pelindo 3 Group berkontribusi dalam menyiapkan instalasi pipa untuk distribusi bioenergi dari Terminal Mirah ke terminal terpadu BBM Pelabuhan Tanjung Perak,” kata Putut dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu. 

Putut menambahkan, Pelindo 3 juga menyiapkan kapal untuk pengangkut muatan dari Terminal Wilmar ke Terminal Mirah. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Selama ini, FAME diangkut menggunakan truk tangki dengan jumlah 60 unit truk per hari. Dari sisi logistik, hal tersebut kurang efisien. Sebab, dalam dua hari, (metode tersebut) hanya dapat mengangkut 3.000 KL,” jelas Putut. 

Dengan kerja sama ini, lanjut Putut, satu kapal dapat mengangkut hingga 5.000 KL dalam satu sampai dua hari sehingga lebih efisien bagi Pertamina. 

“Pengangkutan (material) dengan kapal dinilai lebih ramah lingkungan apabila dibandingkan dengan truk. Sebab, (pengangkutan dengan kapal) lebih hemat dari sisi efisiensi bahan bakar dan dapat mengurangi kemacetan,” imbuh Putut. 

Sementara itu, Direktur Rekayasa dan Infrastruktur Darat PT Pertamina Patra Niaga Nur M Zain menyambut menyambut baik terwujudnya kerja sama transportasi FAME ini. 

“Dampak dari kolaborasi antar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini semakin memudahkan, mempercepat, dan memastikan keamanan distribusi FAME sebagai bahan baku bioenergi kami,” kata Zain. 

Kerja sama ini, lanjut Zain, sejalan dengan visi BUMN untuk mendukung pemerintah dalam mewujudkan energi terbarukan. 

Pada kesempatan berbeda, Direktur Utama Pelindo 3 U. Saefudin Noer mengatakan, kerja sama tersebut merupakan bentuk kolaborasi dan loyalitas bersama antar BUMN. 

“Kolaborasi ini salah satu bentuk implementasi core value BUMN, yakni amanah, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif (AKHLAK),” imbuh Saefudin. 

Dalam hal ini, lanjut Saefudin, Pelindo 3 mendukung terciptanya kelancaran arus logistik terutama transportasi energi dan mendorong implementasi energi terbarukan milik Pertamina. 

“Sebagai BUMN tentunya kami akan terus berinovasi dan melakukan hal-hal positif untuk turut serta dalam membangun bangsa dan negara,” ujar Saefudin. 

Saefudin menambahkan, Pelindo 3, Pertamina, dan perusahaan swasta akan mengembangkan model kerja sama sejenis terkait dengan transportasi energi, terutama di wilayah kerja Pelindo 3. 

“Konsep kerja sama tersebut menjadi wujud komitmen Pelindo 3 dalam mendukung pemerintah dalam mendorong kembali roda perekonomian negara, terutama pada sektor energi yang krusial di masa krisis dan potensial untuk masa depan bersama,” jelas Saefudin.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.