Advertorial

Cek Tagihan Listrik Menjadi Lebih Mudah! Ini Caranya

Kompas.com - 03/12/2020, 15:03 WIB
Sumber: za.usembassy.gov Sumber: za.usembassy.gov

Listrik menjadi salah satu kebutuhan utama bagi manusia. Apalagi, hampir semua perabotan rumah tangga saat ini terdiri dari perangkat elektronik. Ini tentunya membuat konsumsi listrik rumah tangga menjadi semakin meningkat. Oleh karena itu, sudah sewajarnya Anda membayar tagihan listrik secara disiplin. Saat ini, pemerintah sudah mempermudah Anda dalam cek tagihan listrik. Dengan demikian, Anda dapat membayar tagihan listrik tepat waktu. Berikut adalah sejumlah langkah mengecek tagihan listrik yang perlu untuk Anda ketahui.

1. Cek Tagihan Listrik Lewat Aplikasi PLN Mobile

Untuk mempermudah para pelanggannya, PLN menawarkan aplikasi PLN Mobile. PLN Mobile merupakan aplikasi smartphone yang diluncurkan secara resmi oleh PLN. Aplikasi tersebut dapat digunakan untuk mengecek riwayat penggunaan kwh listrik, mengetahui lokasi pembayaran tagihan listrik lewat bank, membeli token listrik, sarana pengaduan untuk pelanggan, dan lain sebagainya. Yang tak kalah penting, PLN Mobile juga dapat digunakan untuk mengecek tagihan listrik. Berikut caranya:

Cek Tagihan Listrik untuk Pengguna iOS

  • Unduh aplikasi PLN Mobile lewat iOS Store
  • Setelah aplikasi selesai diunduh, buka aplikasi PLN Mobile pada perangkat smartphone Anda
  • Selanjutnya, klik tab “Menu”. Lanjutkan dengan klik “Informasi”
  • Pilih opsi “Informasi Tagihan dan Token Listrik”
  • Selanjutnya, masukkan nomor meteran atau ID pelanggan ke dalam kolom yang tersedia
  • Pastikan nomor yang Anda masukkan sudah benar. Baru, setelah itu klik “Cari”
  • Aplikasi PLN akan menunjukkan status dari tagihan listrik beserta nominalnya.

Cek Tagihan Listrik untuk Pengguna Android

  • Unduh aplikasi PLN Mobile lewat aplikasi Google PlayStore
  • Selanjutnya, buka aplikasi PLN Mobile di smartphone Anda
  • Pada tab “Menu”, pilih menu “Informasi”
  • Selanjutnya, pilih opsi “Informasi Tagihan dan Token Listrik”
  • Pada kolom yang tersedia, masukkan ID pelanggan atau nomor meteran listrik Anda
  • Klik tombol “Cari”
  • Aplikasi akan menunjukkan status dari tagihan listrik Anda dan jumlah nominal tagihan.

2. Cek Tagihan Listrik Lewat Email PLN

Cara lain untuk mengecek tagihan listrik adalah lewat mengirimkan email ke PLN. PLN memang menawarkan tagihan listrik online dalam bentuk e-billing. Untuk mendapatkan tagihan e-billing ini, pertama-tama Anda harus terdaftar di daftar e-billing PLN. Dulu, Anda bisa langsung mendaftarkan diri langsung lewat website PLN. Namun, untuk saat ini ada baiknya untuk menghubungi pihak PLN terlebih dahulu dengan mengirimkan email ke pln123@pln.co.id. Anda juga bisa menanyakan tentang hal-hal yang dibutuhkan untuk mendaftar e-billing ke akun resmi PLN di Twitter yaitu @pln_123 atau PLN 123 di Facebook.

3. Cek Tagihan Listrik Lewat Telepon

Cara lainnya yang bisa Anda lakukan untuk mengecek tagihan listrik adalah dengan menghubungi PLN secara langsung. Cara ini tergolong yang paling praktis. Karena, Anda akan langsung terhubung dengan pihak petugas customer service. Untuk menghubungi customer service PLN, Anda hanya perlu menghubungi nomor 123. Namun, jangan lupa untuk memasukkan kode wilayah di depannya. Misalnya, jika Anda berdomisili di Jakarta. Maka, nomor PLN yang harus dihubungi adalah 021-123.

Pihak operator akan menerima telepon Anda dan membantu untuk mengetahui tagihan listrik yang harus dibayarkan. Ikuti instruksi dari petugas. Dengan cara itu, Anda akan mengetahui tagihan listrik bulanan yang perlu dibayarkan. Menghubungi nomor call center PLN akan dikenakan tarif normal. Anda juga bisa menghubungi nomor call service PLN ini selama 24 jam.

4. Cek Tagihan Listrik Lewat SMS

Jika Anda kurang berkenan untuk menghubungi PLN lewat telepon, layanan SMS tersedia untuk Anda. Dengan memanfaatkan layanan SMS ini, maka Anda tidak perlu mengunduh aplikasi, menunggu balasan email, atau menghubungi pihak call service. Tak heran, banyak orang yang menggunakan layanan SMS dari PLN ini untuk mengetahui tagihan listrik bulanan. Berikut adalah layanan SMS dari PLN yang bisa Anda gunakan:

  • Cara Cek Tagihan Listrik Bulanan

Untuk mengecek tagihan listrik bulanan, Anda perlu mengirimkan SMS dengan format: REK (spasi) No ID Pelanggan. Kirim SMS tersebut ke nomor 8123.

  • Cara Subscribe Pemberitahuan Informasi untuk Tagihan Listrik

Bagi Anda yang ingin berlangganan pemberitahuan dan informasi tagihan listrik juga bisa dilakukan lewat SMS. Caranya, cukup ketikkan SMS berformat: PLN (spasi) ON (spasi) Nomor ID pelanggan Anda. Selanjutnya, kirim format SMS tersebut ke nomor 8123.

  • Cara Unsubscribe Pemberitahuan Informasi untuk Tagihan Listrik

Ingin berhenti berlangganan informasi tagihan listrik? Anda dapat melakukannya dengan sangat mudah. Caranya, kirimkan SMS dengan format: PLN (spasi) OFF (spasi) nomor ID pelanggan. Setelah itu, kirimkan SMS tersebut ke nomor 8123.

Perlu diketahui, layanan SMS ini merupakan layanan berbayar. Layanan SMS ini dipungut biaya sebesar Rp 500,-/SMS.

Ini Tips Menghemat Tagihan Listrik Bulanan

Kaget dengan biaya tagihan listrik yang membengkak? Anda tidaklah sendirian. Sebagai manusia modern, Anda memang sangatlah bergantung dengan perangkat elektronik. Tak jarang, penggunaan alat elektronik yang berlebihan atau pemilihan produk elektronik yang kurang bijaksana mengakibatkan tagihan listrik menjadi membengkak. Untungnya, ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar biaya tagihan listrik Anda tidak membengkak, yaitu:

1. Gunakan Lampu LED untuk Penerangan

Dibandingkan lampu jenis CFL atau bohlam, nyala lampu LED memang terlihat lebih redup. Namun, tahukah Anda bahwa lampu LED memang dirancang demikian untuk menghemat daya listrik? Keunggulan lainnya yang dimiliki oleh lampu LED adalah nyala lampu yang cenderung sejuk dan tidak menyilaukan mata. Sehingga, sangatlah ideal untuk dipasang di ruang belajar atau di ruang tidur. Selain itu, lampu LED juga terbukti jauh lebih awet dibandingkan jenis lampu lainnya. Anda jadi tidak perlu mengeluarkan budget ekstra untuk membeli lampu yang rusak. Tak heran, hampir mayoritas rumah penduduk saat ini beralih dengan menggunakan lampu LED.

2. Berhati-hati Saat Memilih AC

AC atau air conditioner merupakan perabot elektronik rumah tangga yang dapat membantu mendinginkan ruangan. Berbeda dari kipas angin yang hanya memutar udara, AC memiliki fitur filter yang mampu menyedot dan menyaring udara kotor dan menghasilkan output udara yang lebih segar dan bersih. Untuk Anda yang tinggal di kota dengan iklim panas, perangkat AC ini sangatlah penting untuk dimiliki. Namun, perlu diakui bahwa AC memang mengonsumsi daya listrik yang lumayan besar.

Oleh karena itu, ada baiknya untuk lebih berhati-hati sebelum memilih AC. Pastikan kapasitas AC tersebut sesuai dengan luas ruangan. Jangan sampai kapasitas AC kurang atau justru terlalu besar untuk ruangan tersebut. Karena, hal itu dapat mengakibatkan pemborosan energi. Selain itu, Anda juga sebaiknya memilih produk AC dengan spesifikasi komponen yang hemat energi dan ramah terhadap lingkungan.

3. Maksimalkan Penggunaan Ventilasi Udara

Sebenarnya, penduduk negara tropis seperti di Indonesia tidak terlalu membutuhkan AC. Apalagi kebanyakan AC dirancang sesuai dengan iklim yang dimiliki oleh negara 4 musim. Untuk mengalahkan hawa panas yang membuat gerah, Anda dapat memaksimalkan fungsi dari ventilasi udara. Anda dapat memperbanyak jumlah jendela yang ada di rumah. Dengan demikian, angin segar dari luar dapat masuk dengan lebih leluasa dan membantu mendinginkan suhu ruangan. Udara segar yang masuk juga tentu membawa manfaat yang sangat baik untuk kesehatan Anda. Memanfaatkan ventilasi udara juga akan sangat membantu Anda dalam menghemat penggunaan listrik.

4. Cabut Steker Kabel Saat Tidak Digunakan

Salah satu kebiasaan yang terlihat sepele namun ternyata boros terhadap penggunaan listrik adalah saat Anda tidak mencabut steker kabel. Steker kabel tersebut umumnya merupakan head charger handphone atau laptop. Memang, Anda mungkin berpikir bahwa cara ini lebih praktis. Dengan membiarkan kepala charger berada pada lobang stop kontak, Anda hanya perlu menancapkan kabel pada perangkat elektronik untuk mengisi daya. Namun, ternyata hal tersebut dapat mengakibatkan penggunaan listrik Anda jadi melonjak. Pasalnya, steker kabel dari perangkat elektronik tersebut akan tetap dialiri oleh listrik yang kemudian akan terbuang percuma. Tak hanya dapat mengakibatkan pengeluaran listrik yang boros, tindakan tidak mencabut steker kabel saat tidak digunakan juga berpotensi mengakibatkan korsleting. Oleh karena itu, ada baiknya untuk memulai kebiasaan mencabut steker kabel saat perangkat elektronik sedang tidak digunakan.

5. Matikan Alat Elektronik Sebelum Anda Tidur

Ini mungkin terdengar tidak biasa. Namun, hal ini sebenarnya sangatlah masuk akal. Apalagi, malam hari merupakan waktu untuk beristirahat. Tentu saja, hampir bisa dipastikan Anda tidak akan menggunakan peralatan elektronik apapun. Untuk menghemat listrik, ada baiknya untuk mematikan seluruh perangkat elektronik sebelum tidur. Terkecuali kulkas, Anda dapat mencabut peralatan elektronik seperti TV, radio, dan rice cooker. AC juga sebaiknya tidak dibiarkan dalam kondisi menyala semalaman suntuk. Mematikan lampu juga dapat membantu Anda agar dapat tidur lebih nyenyak. Sehingga, di pagi hari Anda dapat bangun dengan kondisi tubuh yang lebih segar bugar.

6. Beralih dari Komputer Desktop ke Laptop

Saat ini, penggunaan komputer desktop memang lebih sedikit dibandingkan puluhan tahun sebelumnya. Selain tidak memungkinkan untuk dibawa kemana-mana, komputer desktop juga cenderung lebih boros energi. Hal ini dikarenakan komputer tersebut terus-menerus harus tersambung dengan koneksi listrik. Berbeda dengan laptop yang dapat Anda cabut dari charger saat baterai sudah penuh. Laptop juga lebih mampu mengakomodasi kebutuhan Anda yang memang memiliki gaya hidup mobile. Jika Anda ingin penggunaan listrik lebih hemat, maka sebaiknya mulai beralih dengan menggunakan perangkat laptop.

7. Gunakan Air Panas Saat Sedang Menanak Nasi

Tips satu ini mungkin terdengar lain dari yang lain. Namun, ternyata memasak nasi dengan menggunakan air panas dapat membantu menghemat pengeluaran listrik. Hal ini karena mesin rice cooker tidak membutuhkan daya listrik yang terlalu besar untuk memanaskan air. Dengan menggunakan air panas, rice cooker tidak akan menyedot daya listrik yang terlalu besar untuk menanak nasi. Selain itu, nasi juga menjadi lebih cepat matang. Coba Anda buktikan sendiri!

8. Pilih TV yang Berteknologi LED

Selain lampu, Anda juga sebaiknya menggunakan TV yang memanfaatkan teknologi LED. TV dengan tenaga LED mengonsumsi daya listrik yang jauh lebih hemat. Pancaran sinar TV juga terasa lebih ramah di mata. Sehingga, Anda dapat menonton acara televisi favorit bersama keluarga dengan nyaman. Harga TV LED memang lebih mahal jika dibandingkan dengan tipe TV yang lainnya. Namun, anggap saja hal tersebut sebagai salah satu bentuk investasi.

Demikianlah ulasan cara mengecek tagihan listrik dan tips agar konsumsi listrik Anda menjadi lebih hemat. Semoga dengan informasi ini, Anda menjadi lebih pandai dalam mengatur konsumsi listrik di rumah. Selamat mempraktekkan!