Advertorial

Pentingnya Jaga Kesehatan Mata Anak Selama Belajar Online dari Rumah

Kompas.com - 07/12/2020, 09:00 WIB

KOMPAS.com – Di tengah pandemi Covid-19, semua aktivitas banyak dilakukan dari rumah. Tak terkecuali siswa yang kini ikut pembelajaran jarak jauh (PJJ) dari rumah.

Dalam sistem PJJ, kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan memanfaatkan gawai, baik laptop maupun ponsel, dan jaringan internet.

Sistem PJJ memang menjadi solusi terbaik di kala pandemi. Akan tetapi, paparan sinar biru (blue light) dari gawai bisa memengaruhi kesehatan mata anak. Meningkatnya intensitas anak-anak berhadapan dengan layar bisa memunculkan computer vision syndrome (CVS).

CVS merupakan kumpulan gejala yang berhubungan dengan gangguan mata akibat penggunaan perangkat elektronik berbasis komputer seperti laptop, desktop, gawai, dan tablet.

Jika mereka menatap layar gawai secara berlebihan, dampak yang sering timbul adalah mata lelah, perih, bahkan mata jadi minus (rabun jauh).

Risiko tersebut menjadi kekhawatiran bagi sebagian orangtua. Hal itu diakui Manuella Tambunan (40) atau biasa dipanggil Ui, orangtua salah satu siswa sekolah dasar (SD) swasta di Barito, Jakarta Selatan.

Sejak pandemi, buah hatinya yaitu Fabio Nikijuluw (8) harus bersekolah dari rumah. Memang durasi belajar secara virtual sudah mulai berkurang dari biasanya, tapi ia khawatir akan dampak yang ditimbulkan.

“Mata lelah juga merupakan masalah untuk anak. Itu salah satu concern semua orangtua saat mendampingi anak sekolah dengan sistem jarak jauh,” kata Ui kepada Kompas.com saat dihubungi melalui pesan singkat, Kamis (26/11/2020).

Dalam sehari, setidaknya Fabio menghabiskan waktu sekolah online selama 60 hingga 90 menit. Durasi tersebut merupakan rentang waktu belajar untuk siswa kelas 3 SD selama masa pandemi.

Setelah delapan bulan mendampingi buah hatinya sekolah secara online, Ui memutuskan untuk memeriksakan kondisi kesehatan mata Fabio ke salah satu optik.

“Beberapa waktu lalu sempat membawa Fabio ke optik untuk periksa mata. Ternyata mata kanan dan kiri sudah minus 1,” ungkapnya.

Mengatasi hal itu, Ui memberi kacamata antiradiasi pada buah hatinya untuk meminimalisasi efek paparan layar gawai.

Kekhawatiran tersebut juga dirasakan Yunita Ariswati (35), orangtua salah satu siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) di Malang, Jawa Timur.

Ia mengatakan, putranya kerap mengeluh sakit kepala dan nyeri bagian leher setelah menjalani sekolah virtual. Dalam sehari, proses belajar tersebut menghabiskan waktu kurang lebih 5 sampai 6 jam.

“Awalnya saya kira sakit kepala biasa, tapi kok terus berulang. Setelah periksa ke dokter dan menceritakan aktivitasnya sehari-hari, diagnosanya karena mata terlalu lelah sehingga timbul sakit kepala dan leher,” ujarnya.

Jaga kesehatan mata

Karena itu, menjaga kesehatan mata, khususnya anak-anak, selama belajar dari rumah merupakan hal penting. Berikut tips yang bisa dilakukan orangtua agar mata anak tetap sehat.

Pertama, melakukan istirahat secara berkala. Orangtua perlu memastikan anak-anak mendapatkan istirahat yang cukup setelah mengikuti kelas virtual dengan menerapkan rumus 20-20-20.

Artinya, setiap menatap layar gawai selama 20 menit, ajak anak untuk menatap benda yang berjarak 20 kaki atau 6 meter selama 20 detik.

Kedua, memberi tahu anak untuk lebih sering berkedip untuk mencegah mata kering, terutama ketika mereka sedang beristirahat.

Selain itu, menggunakan obat tetes untuk melembapkan mata bisa menjadi pilihan, khususnya bila terdapat keluhan mata kering.

Ketiga, menjauh dari gadget untuk sementara waktu. Hal ini bisa menghindarkan dari masalah yang berhubungan dengan mata karena terlalu sering menatap gadget.

Untuk anak-anak, bermain di halaman rumah bisa menjadi salah satu alternatif olahraga yang baik untuk penglihatan mata anak karena mendapatkan sinar matahari secara alami.

Keempat, konsumsi suplemen yang diformulasikan untuk kesehatan mata anak. Salah satu suplemen yang direkomendasikan adalah Eyevit Syrup.

Eyevit Syrup mengandung nutrisi yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan mata seperti : Bilberry, Retinol, Betacaroten, Vitamin E, Selenium dan Zinc Picolinat.

Formula Eyevit Syrup sudah teruji klinis mampu mengatasi mata lelah, perih, dan pandangan kabur akibat terlalu lama menggunakan gadget (smartphone, laptop).

Sebab, formula Eyevit Syrup langsung bekerja meningkatkan sirkulasi oksigen pada pembuluh darah mata.

Selain itu, Eyevit Syrup juga bermanfaat bagi anak-anak yang memiliki mata minus (rabun jauh). Formula Eyevit Syrup membantu meningkatkan kelenturan lensa mata sehingga penglihatan menjadi lebih jelas.

Untuk dewasa tersedia juga Eyevit tablet yang cocok untuk dikonsumsi sebelum beraktivitas online baik di kantor maupun di rumah.

Eyevit dapat dibeli dengan mudah di apotek dan toko obat serta minimarket seperti Alfamart, Guardian, Watson, Apotek Kimia Farma, dan Apotek K-24. Suplemen ini juga tersedia secara online di Klik Indomaret, Lapi Official Shop Shopee dan Tokopedia.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau