Advertorial

Wajib Tahu, Ini 4 Pilihan Venue MICE di Surabaya

Kompas.com - 08/12/2020, 18:44 WIB
Selain sebagai tempat menginap, hotel-hotel di Surabaya juga menjadi pilihan para pebisnis, instansi pemerintah, dan organisasi untuk menggelar kegiatan pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran (MICE). (DOK. KEMENPAREKRAF) Selain sebagai tempat menginap, hotel-hotel di Surabaya juga menjadi pilihan para pebisnis, instansi pemerintah, dan organisasi untuk menggelar kegiatan pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran (MICE). (DOK. KEMENPAREKRAF)

KOMPAS.com – Sebagai ibu kota Provinsi Jawa Timur sekaligus kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya menjadi kota perdagangan yang berkembang pesat dan termasuk salah satu penopang perekonomian Tanah Air.

Tak hanya itu, kota ini juga menjadi salah satu dari empat pusat pertumbuhan utama di Tanah Air bersama Jakarta, Medan, dan Makassar.

Surabaya pun menjadi kota dengan perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir dan salah satu kota metropolitan yang paling tertata di Indonesia. Hal ini menjadikan Surabaya sebagai pemenang Socrates Awards dalam kategori “City of The Future” atau kota masa depan pada 2014.

Kota Pahlawan ini terus berkembang menjadi kawasan industri, dagang, dan jasa dengan segala dukungan sarana dan prasarana transportasi publik. Oleh karenanya, selain menjadi kota transit, Surabaya juga menjadi tujuan bisnis.

Pertumbuhan ekonomi yang pesat, membuat banyak fasilitas akomodasi bermunculan di kota industri dan perdagangan ini. Selain sebagai tempat menginap, hotel-hotel di Surabaya juga menjadi pilihan para pebisnis, instansi pemerintah, dan organisasi untuk menggelar kegiatan pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran (MICE).

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2019, Surabaya memiliki 276 hotel dengan 103 di antaranya merupakan hotel berbintang satu sampai lima.

Khusus untuk lokasi kegiatan MICE, Kota Surabaya memiliki beberapa venue yang dapat menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai kegiatan dari skala kecil hingga besar. Untuk mengetahui informasi ini lebih lanjut, simak ulasan berikut.

JX International (Jatim International Expo)

JX International merupakan gedung pameran kebanggaan warga Surabaya. Lokasinya strategis di jalur tersibuk di kota ini dan terhubung langsung dengan tol menuju Pelabuhan Tanjung Perak dan Bandara Juanda.

JX International berdiri di atas lahan seluas 3,2 hektare dengan luas bangunan fisik mencapai 1,6 hektare dan lahan parkir seluas 1,6 hektare. Sebagai lokasi favorit penyelenggaraan pameran, konferensi, pergelaran musik, dan acara seremoni, gedung ini dirancang tanpa tiang.

Untuk menunjang kegiatan MICE, JX International dilengkapi  8.200 kursi dengan sistem teater dan 550 meja bulat dengan kapasitas 5.500 orang.

Di dalamnya terdapat area seluas 400 meter persegi yang dapat difungsikan sebagai toko, kafe, atau restoran saat pameran berlangsung. Untuk lahan parkir di sebelah selatan, tempat ini bisa menampung sekitar 500 mobil dan 200 sepeda motor. Kapasitas itu masih bisa ditambah dengan lokasi parkir di basement yang dapat memuat 200 mobil.

Grand City Convention Center

Grand City dipersiapkan sebagai ikon baru industri meeting di Surabaya. Memiliki luas 12.000 meter persegi, gedungnya dibagi dalam beberapa bagian, yaitu ruang pameran, konferensi, pertemuan, dan ballroom.

Grand City memiliki ruang VVIP di setiap lantai. Selain itu, Grand City dilengkapi dengan ruang pameran outdoor. Hal yang membuat istimewa tempat ini adalah integrasi antara ballroom, convention center, dan exhibition center yang terhubung langsung dengan mal.

Grand City memadukan ruangan pameran dan konferensi bertaraf internasional dengan mal yang berisi gerai merek-merek premium dan restoran internasional. Lokasi Grand City juga strategis dengan akses kendaraan pribadi dan umum yang lengkap.

House of Sampoerna 

House of Sampoerna awalnya merupakan Paviliun Keluarga Budi Sampoerna. Setiap bulan, galeri seni ini menampung dan menampilkan karya seni yang berbeda. Karya seni tersebut merupakan karya-karya seniman terkemuka dan sudah diseleksi ketat.

Sebagai informasi, Gedung House of Sampoerna terdiri dari dua lantai. Untuk menunjang penyelenggaraan acara, gedung ini memiliki empat ruangan di lantai satu dan satu ruangan lagi di lantai kedua.  Bangunannya sendiri bergaya kolonial dengan empat pilar besar bertengger di depan gedung utama.

Gedung yang dibangun sekitar tahun 1862 ini juga merupakan situs bersejarah yang dilestarikan. Oleh karena itu, pengelola House of Sampoerna kerap menawarkan paket wisata Surabaya Heritage Track untuk wisatawan yang ingin mengenal wisata sejarah di kota ini.

Taman Budaya Jawa Timur

Berada di Jalan Genteng Kali Nomor 85, Taman Budaya Jawa Timur dulunya adalah area Keraton Kanoman Surabaya. Tempat ini sering kali disebut Taman Budaya Cak Durasim. Cak Durasim sendiri merupakan tokoh pejuang kesenian pada masa pendudukan Jepang.

Sekarang, gedung ini menjadi pusat kegiatan seni Jawa Timur dan sering kali menjadi lokasi kegiatan pameran, diskusi, seminar budaya, serta latihan dan pertunjukan tari yang diadakan setiap sore hari.

Dalam kompleks taman budaya ini, terdapat beberapa gedung, pendapa, dan panggung terbuka yang terletak di belakang gedung. Semua fasilitas tersebut bisa dimanfaatkan sebagai penunjang berbagai kegiatan dan dapat digunakan untuk umum.