Advertorial

Jadi Negara Mitra Resmi, Ini yang Bakal Indonesia Lakukan di Hannover Messe 2021

Kompas.com - 11/12/2020, 21:14 WIB
Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Dody Widodo dok: Kementerian Perindustrian Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Dody Widodo

KOMPAS.com – Indonesia menjadi negara mitra resmi (official partner country) dalam perhelatan bergengsi Hannover Messe yang akan digelar pada April 2021.

Hannover Messe sendiri merupakan pameran teknologi manufaktur industri skala internasional yang rutin dilaksanakan tiap tahun di Jerman. Adapun acara itu memamerkan aneka inovasi startup, teknologi informasi (IT), robotika, energi, kendaraan listrik, dan produk teknologi lainnya.

Keikutsertaan Indonesia dalam ajang tersebut menjadi peluang bagi Tanah Air untuk memperkenalkan kemampuan teknologi industri 4.0 nasional sekaligus mendorong terjalinnya hubungan dengan jejaring rantai suplai global.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Dody Widodo mengatakan, Hannover Messe 2021 harus bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya.

“Tentunya hal ini berperan penting dalam memperkuat hubungan bilateral dan kerja sama ekonomi Indonesia dengan Jerman. Tak sekadar perdagangan, investasi, dan industri, tetapi juga akan menyentuh pada dimensi pembangunan berkelanjutan (sustainability development),” kata Dody dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Jumat (11/12/2020).

Sejalan dengan tema besar Hannover Messe 2021, yaitu Industrial Transformation, Indonesia akan mengusung tema “Making Indonesia 4.0” dengan tagline “Connect to Accelerate” dalam pameran tersebut.

Tagline itu, kata Dody, menjadi sebuah branding strategy yang menggambarkan ajakan dan undangan kepada semua pemangku kepentingan, seperti lembaga pemerintah, industri, dan investor, baik dalam maupun luar negeri.

“Cara itu diharapkan dapat membangun kolaborasi sehingga bisa mempercepat dan memperkuat pertumbuhan industri Indonesia melalui penerapan teknologi industri 4.0,” papar Dody.

Pada acara itu, Indonesia juga akan fokus pada pembahasan soal pemulihan ekonomi pascapandemi dan penambahan industri farmasi dan alat kesehatan (alkes) ke dalam sektor prioritas.

Guna menyukseskan partisipasi Indonesia dalam Hannover Messe 2021, Dody mengharapkan adanya dukungan dari semua kalangan, khususnya kementerian dan lembaga terkait, serta para pelaku industri.

“Hal itu penting karena berfungsi sebagai national branding. Ini artinya, menunjukkan Indonesia sebagai salah satu kekuatan baru perekonomian dunia, serta pemain manufaktur global dengan visi misi yang jelas dan terarah,” terang Dody.