Advertorial

Wow! Lebih dari 200 Restoran di Taiwan Masuk Daftar Michelin Guide

Kompas.com - 12/12/2020, 20:19 WIB

KOMPAS.com – Sebanyak 170 restoran di Kota Taipei dan 56 restoran di Kota Taichung, Taiwan, sukses masuk daftar Michelin Guide 2020. Menariknya, pencapaian ini menjadi yang pertama kalinya bagi Kota Taichung.

Untuk diketahui, Michelin Guide merupakan buku panduan yang berisikan daftar restoran rekomendasi Michelin. Buku ini diterbitkan tiap tahun.

Pada daftar restoran rekomendasi, ada pula yang berpredikat Michelin Star. Bak Piala Oscar dalam dunia perfilman, seperti itulah makna Michelin Star bagi industri kuliner.

Bintang Michelin hanya diberikan bagi restoran yang teruji kualitasnya, baik secara cita rasa maupun pelayanan. Predikat ini begitu bergengsi karena mencakup skala dunia. Istimewanya, penilaian tersebut dilakukan diam-diam alias tanpa sepengetahuan pihak restoran.

Predikat Michelin Star sendiri terdiri dari satu bintang, dua bintang, dan tiga bintang. Penilaian tertinggi adalah tiga bintang. Dari 170 restoran di Taipei yang masuk Michelin Guide, terdapat 26 restoran yang berhasil meraih label Michelin Star. Sementara di Taichung, terdapat empat restoran yang meraih label tersebut.

Selain restoran fine dining, dalam Micheline Guide juga terdapat daftar Bib Gourmand, yakni tempat makan yang menyediakan makanan enak dengan harga terjangkau, termasuk makanan jalanan.

Anda dapat menikmati hidangan berkualitas dan bercita rasa tinggi tanpa merogoh kocek terlalu dalam di tempat-tempat makan tersebut. Ini karena kedai atau restoran yang memiliki predikat Bib Gourmand menawarkan setidaknya tiga hidangan dengan harga di bawah 1.000 dollar Taiwan (NTD).

Kedai pemenang Bib Gourmand di Pasar Malam Raohe, Taipei (Dok. Taiwan Tourism) Kedai pemenang Bib Gourmand di Pasar Malam Raohe, Taipei

Taichung yang baru pertama kali masuk daftar Michelin Guide memiliki tempat-tempat makan berpredikat Bib Gourmand yang cukup menarik untuk dieksplorasi.

Tempat makan berlabel Bib Gourmand di Kota Taichung berjumlah 21 restoran. Tempat makan pertama yang wajib dikunjungi adalah kedai Dong Shan Zhan. Menu utama di tempat makan ini adalah ayam yang dipanggang dalam pot tanah liat di atas kayu lengkeng selama satu jam.

Kemudian, Shin Yuan yang merupakan restoran masakan Taiwan berkonsep healthy food dan disajikan dalam porsi kecil. Kedai ini juga menyediakan berbagai menu teh berkualitas.

Selanjutnya, Fu Kuei Ting yang telah hadir selama 60 tahun. Hidangan khasnya adalah angsa asap yang seringkali sudah habis terjual meski hari masih pagi. Lalu, Orient Dragon yang menawarkan kreasi masakan rumahan Taiwan dan Sichuan.

Hidangan restoran Raw, pemenang dua bintang Michelin Star (Dok. Taiwan Tourism) Hidangan restoran Raw, pemenang dua bintang Michelin Star

Bagi yang tak ingin sekadar makan, tapi juga sembari berswafoto, Peng Cheng Tang, Wen Tao, dan San Hsi Shi adalah pilihan tepat. Selain menawarkan hidangan bercita rasa khas dan nikmat, kedai-kedai tersebut memiliki konsep desain yang unik.

Takhanya restoran bercita rasa Taiwan, beberapa tempat makan yang menyajikan masakan China juga berhasil masuk rekomendasi Michelin Guide. Salah satunya, Lu Yuan. Restoran berkonsep klasik era 1924 ini menyajikan aneka hidangan khas Shanghai.

Kemudian, Qin Yuan Chun, sebuah restoran berkonsep mansion berusia lebih dari 70 tahun yang menyajikan masakan klasik Jiangsu dan Zhejiang.

Ngarai Taroko (Dok. Taiwan Tourism) Ngarai Taroko

Adapun Taichung merupakan kota terbesar ketiga di Taiwan, setelah New Taipei dan Kaohsiung. Kota ini bisa ditempuh hanya dua jam dari Taipei menggunakan kereta api.

Selain kuliner, terdapat obyek wisata yang terkenal di kota tersebut antara lain Rainbow Village, Wuling Farm, dan Pasar Malam Feng Chia. 

Bagi kamu yang ingin mengetahui lebih lanjut restoran di Taiwan yang masuk ke dalam daftar Michelin Guide, silakan kunjungi laman https://guide.michelin.com/tw/en.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau