Advertorial

Dinilai Ramah Lingkungan, Pembangkit Listrik PLN Borong Penghargaan di Ajang Proper 2020

Kompas.com - 15/12/2020, 21:10 WIB
Direktur Human Capital dan Management PLN Syofvi Felienty Roekman bersama jajaran direksi pengelola pembangkit listrik PLN di ajang Proper 2020. (DOK. Humas PLN) Direktur Human Capital dan Management PLN Syofvi Felienty Roekman bersama jajaran direksi pengelola pembangkit listrik PLN di ajang Proper 2020. (DOK. Humas PLN)

KOMPAS.com - Perusahaan Listrik Negara (PLN) meraih  penghargaan dalam ajang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) 2020 yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Senin (14/12/2020). 

Total ada 23 pembangkit listrik PLN meraih penghargaan, dengan rincian 4 Proper Emas dan 19 Proper Hijau. Penghargaan tersebut diberikan oleh Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin melalui Menteri KLHK Siti Nurbaya pada acara penganugerahan di Auditorium Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat. 

Adapun keempat pembangkit listrik yang meraih Proper Emas adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati B Jepara yang dikelola langsung oleh PLN, Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Gresik yang dikelola oleh PT Pembangkitan Jawa Bali, dan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Gas (PLTDG) Pesanggaran, Denpasar.

Selain itu, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang Darajat, Kabupaten Bandung yang dikelola oleh PT Indonesia Power.

Direktur Human Capital dan Management PLN Syofvi Felienty Roekman  mengungkapkan, prestasi ini merupakan hasil dari upaya kolaborasi yang baik antara PLN dan masyarakat.

“Penghargaan ini sangat penting bagi PLN. Raihan ini sekaligus menjadi bagian dari semangat transformasi PLN untuk menjalankan kegiatan usaha yang makin berwawasan lingkungan,” ungkapnya. 

Sebagai informasi, Proper adalah penghargaan bagi perusahaan yang menerapkan pengelolaan lingkungan hidup dalam proses bisnisnya dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. 

Proper Emas merupakan predikat tertinggi yang menunjukkan bahwa perusahaan telah menerapkan pengelolaan lingkungan secara menyeluruh dan berkesinambungan. Sementara, Proper Hijau diberikan pada perusahaan yang telah menerapkan manajemen lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. 

Pembangkit-pembangkit listrik PLN yang meraih predikat Proper tersebut juga dinilai berhasil mengedepankan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) dan inovasi dalam berbagai aspek. 

Misalnya saja, PLTU Tanjung Jati B Jepara yang menerapkan teknologi Fuel Gas Desulfuration (FGD). Teknologi ini mencampur emisi gas hasil pembakaran batu bara yang digunakan sebagai sumber tenaga pembangkit listrik dengan batu kapur basah. 

Dengan demikian, kandungan sulfur dioksida (SO2) yang dihasilkan tidak mencemari udara. Efektivitas teknologi ini dalam meredam emisi hasil pembakaran batu bara mencapai 95 persen. 

Tahun ini, PLTU Tanjung Jati B Jepara berinovasi dengan memanfaatkan  artificial intelligence (AI) pada boiler sehingga pemakaian energi dapat dihemat hingga 17 juta giga joule (GJ). 

Selain itu, masih ada juga inovasi berupa pemanfaatan adjuster flow untuk mengurangi coal spillage dan penggunaan air sampling conductivity meter  yang menurunkan beban pencemaran hingga 3,52 ton. Dengan tiga inovasi baru tersebut, PLN berhasil menghemat Rp 5,42 triliun. 

Tidak hanya memastikan operasionalnya ramah lingkungan, PLN juga memberdayakan masyarakat di sekitar pembangkit listrik. Sepanjang 2020, PLN telah melakukan berbagai program terkait pemberdayaan masyarakat.  

Pertama, program pemberdayaan kelompok difabel dengan produksi hand sanitizer herbal dan masker ramah difabel. Kedua, pemberdayaan nelayan dengan konservasi rajungan dan terumbu karang. 

Untuk diketahui, luasan wilayah konservasi laut PLN telah mencapai 5.400 meter persegi. PLN juga telah berhasil memperkenalkan inovasi dalam desain terumbu karang buatan dan fish apartment

Selain itu, PLN mendorong  implementasi kurikulum berbasis konservasi laut. Setiap tahun, PLN memastikan ratusan generasi muda menjadi kader lingkungan.  

PLN juga aktif dalam mengembangkan program mitigasi kebencanaan alam maupun non-alam, termasuk penanggulangan Covid-19. 

"Kami telah melaksanakan 112 kegiatan untuk menanggulangi bencana, dari skala kabupaten, provinsi, nasional, hingga internasional, dengan menggandeng 72 mitra strategis,” tambah Syofvi. 

Syofvi melanjutkan, dengan diterimanya penghargaan di ajang Proper 2020, PLN berhasil menunjukkan komitmen perseroan dalam menyelenggarakan bisnis pembangkit tenaga listrik yang aman, bersih, dan efisien. 

“(Juga komitmen) membantu pemberdayaan masyarakat yang berdomisili di sekitar pembangkit listrik,” ujarnya. 

Terakhir, ia juga menegaskan kembali komitmen PLN untuk menjaga keseimbangan dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, melestarikan lingkungan hidup secara berkelanjutan, serta bertanggung jawab sosial melalui pemberdayaan masyarakat.