Advertorial

Gelar SAC 2020, Bappenas Tegaskan Komitmen Pencapaian SDGs dengan Inovasi dan Ilmu Pengetahuan

Kompas.com - 18/12/2020, 21:46 WIB
Menteri PPN/Bappenas menghadiri kegiatan SDGs Annual Conference (SAC) 2020 bertajuk 'Bangkit dari Covid-19 dengan Ilmu Pengetahuan dan Inovasi Berkelanjutan' yang berlangsung secara virtual, Kamis (17/12/2020) (Dok. Kementerian PPN/Bappenas) Menteri PPN/Bappenas menghadiri kegiatan SDGs Annual Conference (SAC) 2020 bertajuk 'Bangkit dari Covid-19 dengan Ilmu Pengetahuan dan Inovasi Berkelanjutan' yang berlangsung secara virtual, Kamis (17/12/2020)

KOMPAS.com - Kementerian PPN/Bappenas menyelenggarakan Konferensi Tahunan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) atau SDGs Annual Conference (SAC) 2020 bertajuk “Bangkit dari Covid-19 dengan Ilmu Pengetahuan dan Inovasi Berkelanjutan” secara virtual, Kamis (17/12/2020).

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) sebagai Ketua Dewan Pengarah Pelaksanaan Pencapaian TPB/SDGs membuka rangkaian SAC 2020. Ia menyampaikan, target TPB/SDGs sudah sejalan dengan prioritas kebijakan pemerintah, yaitu mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Meski capaian TPB/SDGs terdampak pandemi Covid-19, Jokowi menegaskan Indonesia harus tetap berkomitmen untuk mencapainya dengan orkestrasi sinergi pengetahuan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk ilmuwan, akademisi, dan praktisi. Dengan begitu, rekomendasi konkret untuk pembangunan dapat dihasilkan.

“(Pandemi Covid-19) ini tidak boleh menurunkan (capaian) SDGs Indonesia. Kita harus cari terobosan–terobosan baru agar kita bisa melakukan lompatan dalam mencapai SDGs,” kata Jokowi dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (18/12/2020).

Indonesia sudah memasuki akhir tahun kelima pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals, yang jadi wujud komitmen pelaksanaan TPB/SDGs hingga 2030.

Menteri PPN/Bappenas Suharso mengatakan, pihaknya telah mengkoordinasikan berbagai pelaksanaan TPB/SDGs dan berkontribusi aktif, baik tingkat daerah, nasional, maupun internasional. Upaya koordinasi ini pun melibatkan unsur pemerintah dan nonpemerintah.

Adapun pelaksanaan TPB/SDGs diwujudkan dalam berbagai kegiatan, seperti mengarusutamakan TPB/SDGs ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan berbagai dokumen perencanaan pembangunan, serta menyusun Rencana Aksi Nasional TPB/SDGs 2020-2024 yang akan diluncurkan awal 2021.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selanjutnya, menyusun buku Metadata Indikator SDGs Indonesia Edisi II, menyusun Laporan Capaian SDGs Tahun 2019, serta berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan mitra pembangunan untuk memfasilitasi penyusunan Rencana Aksi Daerah TPB/SDGs.

“Kami pun mendorong inisiasi pembentukan 20 SDGs Center di beberapa universitas di seluruh Indonesia dan mengkoordinasikan penyusunan Voluntary National Review pada HLPF 2017, HLPF 2019, serta HLPF 2021 mendatang,” kata Suharso.

Gelaran SAC 2020 bertujuan untuk membahas mitigasi dampak pandemi, cara-cara terbaik, berbagi pengetahuan, bertukar pikiran, dan menjadi ajang diskusi bagi semua pemangku kepentingan. Dengan begitu, solusi, serta rekomendasi pencapaian TPB/SDGs demi pembangunan Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan dapat diraih.

“Sesuai komitmen kami dalam melaksanakan prinsip no one left behind dan inklusif, kami mengundang setidaknya 1.500 peserta pada webinar ini. Mulai dari pihak pemerintah, bisnis dan filantropi, organisasi kemasyarakatan dan media, akademisi dan pakar, mitra pembangunan internasional, hingga masyarakat umum,” imbuh Suharso.

SAC 2020 juga memantik diskusi pentingnya kebijakan berbasis inovasi dalam kuliah umum “Widjojo Nitisastro Memorial Lecture 2020” oleh Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) Prof Dr Ir Satryo S Brodjonegoro dengan tema korelasi ilmu pengetahuan dan inovasi berkelanjutan untuk bangkit dari Covid-19.

“Ilmu pengetahuan menjadi kunci karena dapat menjadi bahasa pemersatu dan rasionalitas, serta (wujud) komitmen kuat atas kemajemukan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Prof Satryo.

Kuliah umum dilanjutkan pembahasan pentingnya bioekonomi dengan mengindustrikan sumber daya nabati oleh Anggota Komisi Ilmu Rekayasa AIPI Dr Ir Tatang Hernas Soerawidjaja. Kuliah umum ini turut dihadiri Special Envoy of Director General of the WHO on Covid-19 David Nabarro.

“Solusi untuk menghadapi virus corona adalah memastikan kebijakan dan praktik, terutama universal health sebagai elemen penting untuk keberlanjutan,” tutur David.

SAC 2020 dilanjutkan dengan pengumuman dan pemberian penghargaan kepada pemenang Kompetisi Virtual Event dan Duta Kampus SDGs Indonesia.

Kegiatan tersebut juga menjadi ajang peluncuran buku hasil kerja sama Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia dan Kementerian PPN/Bappenas berjudul Thinking Ahead: Indonesia’s Agenda of Sustainable Recovery from Covid-19. Rangkaian acara ditutup dengan penampilan stand-up comedy dari Pandji Pragiwaksono.

SAC 2020 menjadi penutup rangkaian kegiatan dengan tema besar “Build Forward Better: Bangkit Bersama dari Covid-19 untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan”. Rangkaian kegiatan ini dimulai dengan webinar Road to SDGs Annual Conference pada Oktober 2020.

Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas Arifin Rudiyanto selaku Ketua Tim Pelaksana TPB/SDGs Indonesia menyatakan, aksi dan tindakan nyata sangat penting untuk melaksanakan TPB/SDGs serta mencapai kehidupan lebih berkelanjutan untuk generasi ke depan.

“Mari kita bersama mewujudkannya dalam penyusunan Rencana Aksi Nasional TPB/SDGs 2020-2024 dan melakukan aksi-aksi nyata di kehidupan,” imbuh Arifin.