Advertorial

Kilang Pertamina Cilacap Dukung Perkembangan UMKM melalui Implementasi Pasar Digital

Kompas.com - 19/12/2020, 12:55 WIB

Cilacap (18/12/2020) – Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap berkomitmen mendukung perkembangan UMKM, salah satunya melalui implementasi Pasar Digital (PaDi) UMKM. Hal itu diungkapkan Senior Manager Operation & Manufacturing (SMOM) Pertamina RU IV Cilacap, Didik Subagyo dalam sambutan Sosialisasi dan Implementasi PaDi UMKM Kementerian BUMN di Pertamina RU IV Cilacap, Rabu (16/12/2020).

Didik Subagyo menyatakan PaDi merupakan platform digital untuk memfasilitasi pengembangan potensi pelaku ekonomi lokal di Indonesia. “Kehadiran PaDi UMKM bertujuan memonitor kontribusi BUMN terhadap UMKM di Indonesia. Melalui PaDi ini semua bisa melihat bagaimana BUMN memberikan nilai lebih bagi perkembangan UMKM,” ujarnya.

Diharapkan PaDi UMKM bisa memberikan manfaat besar, dan membuat UMKM semakin handal sehingga semakin sejahtera secara berdikari. “UMKM adalah salah satu instrumen penting dalam rantai ekonomi di Indonesia. Pemanfaatan teknologi melalui PaDi diyakini mampu mendukung percepatan pertumbuhan sektor ini,” imbuh Didik.

Manajer Procurement Pertamina RU IV, John Wane Sinaga menjelaskan target dari sosialisasi ini adalah agar UMKM di wilayah Kabupaten Cilacap bisa bergabung dengan PaDi UMKM. “UMKM di Kabupaten Cilacap sebenarnya sudah banyak, hanya belum registrasi di PaDi. Kami mengajak pelaku UMKM Cilacap meramaikan platform digital ini, karena realisasi transaksi di platform ini masih 25 % sehingga diharapkan segera naik,” katanya.

Diketahui, pada platform PaDi UMKM, Pertamina bersama 7 BUMN lain bertugas sebagai pilot pada 9 kelompok kegiatan UMKM, termasuk UMKM yang diasuh dalam program pembinaan Rumah BUMN dan Community Development Center (CDC) tiap-tiap BUMN.

Bagi UMKM kemudahan yang diperoleh antara lain akses pasar lebih luas hingga BUMN, e-commerce skala lokal dan global, pembiayaan/permodalan, dan insight bagi UMKM untuk peningkatan kualitas produk. Bagi BUMN, PaDi UMKM memudahkan perbelanjaan kebutuhan kantor dengan seller yang terverifikasi dan monitoring procurement yang jelas. Sedangkan bagi pemerintah, PaDi UMKM menjadi dasar untuk program peningkatan ekonomi rakyat, dengan memberikan data valid terkait profil UMKM dan pemetaan usaha rakyat.

Ketua Forum UMKM Cilacap, Erna Juliana menyambut antusias kehadiran PaDi UMKM sebagai sarana memperluas jejaring pemasaran produk-produk UMKM Cilacap. “Pandemi Covid-19 di sisi lain mempercepat digitalisasi pemasaran produk, karena mobilitas kita yang jelas dibatasi. Maka alternatif paling tepat melalui pasar digital PaDi ini,” katanya.

Sosialisasi diselenggarakan secara virtual diikuti sejumlah pejabat dinas terkait, forum UMKM, dan para pelaku UMKM di wilayah Kabupaten Cilacap.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau