Advertorial

Work from Home buat Screen Time Bertambah, Waspada Risiko CVS

Kompas.com - 21/12/2020, 08:00 WIB
Ilustrasi karyawan terkena CVS karena terlalu lama di depan laptop (Dok. Intenal Lap) Ilustrasi karyawan terkena CVS karena terlalu lama di depan laptop

KOMPAS.com – Pandemi Covid-19 mengubah cara hidup masyarakat dunia dengan cepat. Rumah kini menjadi tempat utama untuk melakukan semua aktivitas, termasuk bekerja. Pasalnya, hingga saat ini banyak perusahaan masih menerapkan kebijakan work from home (WFH).

Meski beberapa perusahaan sudah memperbolehkan karyawan datang ke kantor, ada aturan yang harus diikuti seperti pembatasan kapasitas karyawan yang ada di ruangan dalam satu waktu hingga sistem masuk bergantian atau sif. Hal ini dilakukan untuk meminimalisasi risiko penularan virus corona di dalam lingkungan kantor.

Banyak karyawan pada awalnya merasa antusias menjalani WFH. Sebab, mereka tidak perlu berdesakan di kendaraan umum atau terjebak macet saat perjalanan ke kantor dan sebaliknya. Semua aktivitas, mulai dari rapat sampai diskusi dengan rekan kerja dilakukan secara daring sehingga bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja selama ada sambungan internet.

Lama-kelamaan, aktivitas kerja dengan memanfaatkan gadget seperti itu dapat memberi efek samping. Salah satunya adalah persoalan kesehatan mata yang disebut computer vision syndrome (CVS). Mengutip dari laman WebMd, CVS adalah kondisi di mana mata mengalami kelelahan akibat terlalu lama menatap layar gadget. 

Seseorang yang berada di kondisi seperti itu akan lebih jarang berkedip dan mata akan terus-menerus fokus. Inilah yang menyebabkan terjadinya mata lelah.

Riset dalam laman tersebut menunjukkan bahwa 50-90 persen orang dewasa yang bekerja dengan menatap layar gadget secara terus-menerus mengalami gejala-gejala CVS. Adapun gejala-gejala tersebut mulai dari mata kering atau lebih berair, penglihatan menjadi kabur, ketegangan bagian belakang mata, pusing, sakit kepala, susah berkonsentrasi, hingga nyeri leher, bahu, dan punggung.

Gejala-gejala inilah yang dialami oleh Nadia Larasati (24), seorang karyawan di salah satu perusahaan provider telekomunikasi swasta. Ia mengatakan, penggunaan gadgetnya meningkat semenjak kantornya menerapkan WFH. Saat ini screen time-nya bahkan bertambah tiga jam.

“Karena sebelum WFH ini kan kita terbiasa di kantor ya, semua koordinasi langsung bertemu. Dengan adanya WFH ini, kegiatan seperti meeting dengan klien maupun internal harus dilakukan secara daring. Jadinya, sehari itu bisa buka laptop selama 8 jam dari yang biasanya 5 jam,” ujar Nadia saat dihubungi oleh Kompas.com, Selasa (8/12/2020).

Belum lagi, Nadia memiliki anak yang juga tengah menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ). Jika tidak sedang menatap layar laptop dan ponselnya, matanya pun tidak bisa beristirahat karena harus menemani anak belajar.

Menatap layar selama berjam-jam membuat matanya lelah. Ia pun bercerita pernah mengalami beberapa gejala CVS, seperti sakit kepala dan iritasi mata setelah berlama-lama di depan layar gadget. 

“Waktu itu memang sedang ramai kerjaan dan dikejar deadline, sehingga harus di depan layar laptop dari pagi hingga menjelang maghrib. Setelah selesai, kok sakit kepala dan mata merah sekali,” ujar Nadia. 

Gejala tersebut bertahan selama beberapa hari dan membuat aktivitasnya tidak nyaman. Pekerjaan pun malah tidak dapat terselesaikan sesuai tenggat waktu.

Oleh sebab itu, supaya tidak mengalami sindrom tersebut, ada baiknya Anda menjaga kesehatan mata dan memberinya waktu beristirahat di tengah kesibukan.

Mengutip dari pemberitaan Kompas.com (6/2/2018), ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan. Pertama, lakukan metode 20-20-20. Cobalah untuk mengistirahatkan mata dengan mengalihkan pandangan dari layar selama 20 detik dengan memandang obyek sejauh 20 kaki atau 6 meter. Lakukan aktivitas ini setiap 20 menit sekali.

Selain itu, jangan lupa untuk mengedipkan mata. Hal tersebut dapat menjaga kelembapan permukaan mata sehingga dapat terhindar dari mata kering. Pasalnya, mata yang kering membuat bakteri mudah untuk masuk dan mengakibatkan iritasi.

Rutinlah mengecek mata minimal setahun sekali agar penglihatan Anda terus terjaga dari berbagai gangguan dan penyakit.

Selanjutnya, konsumsi makanan bergizi dan minum suplemen kesehatan mata seperti, Eyevit.

Formula Eyevit mengandung 8 nutrisi kesehatan mata seperti : bilberry, lutein, zeaxanthin, B-caroten, retinol, selenium, Vitamin E dan zinc.

Formula Eyevit telah teruji secara klinis bisa membantu mencegah dan mengatasi mata lelah karena CVS karena Eyevit bekerja meningkatkan sirkulasi oksigen pada pembuluh darah mata sehingga mata tetap sehat dan fit meski harus berada seharian di depan komputer ataupun gadget.

Selain itu formula Eyevit membantu mencegah terjadinya mata minus (rabun jauh) dan bagi yang sudah berkacamata mengonsumsi Eyevit akan membantu meningkatkan kelenturan (daya akomodasi) lensa mata sehingga penglihatan akan lebih jelas.

Eyevit tersedia dalam dua varian, yaitu tablet dan sirop. Eyevit Tablet dapat dikonsumsi orang dewasa, sementara Eyevit sirop untuk anak-anak dengan rasa Bilberry-nya yang enak. 

Eyevit tersedia di Lapi Official Shop Shopee dan Tokopedia , Alfamart, Guardian, Watson, Apotek Kimia Farma, Apotek K-24, serta Apotek atau toko obat dekat rumah Anda.

Jadi, tunggu apa lagi? Ayo jaga kesehatan mata keluarga dengan mengonsumsi suplemen mata Eyevit agar mampu menjalani banyaknya aktivitas online di masa new normal ini.