Advertorial

Dukung PSN, Pertamina Bangun Storage BBM di Kawasan Pelabuhan Patimban

Kompas.com - 21/12/2020, 14:38 WIB

KOMPAS.com –Dalam rangka mendukung aksesibilitas energi untuk Proyek Strategis Nasional (PSN), PT Pertamina (Persero) menyiapkan pembangunan storage bahan bakar minyak (BBM) di Kawasan Pelabuhan Patimban.

Rencana pembangunan storage tersebut disampaikan oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi pada peresmian Kawasan Pelabuhan Patimban oleh Presiden Joko Widodo, Minggu (20/12/2020).

Pembangunan storage bertujuan untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan energi di kawasan pelabuhan. Hal tersebut dinilai penting oleh Menhub.

“Pelabuhan ini akan terkoneksi dengan jalan tol dan jalan kereta api. Diharapkan (keberadaan pelabuhan) dapat meningkatkan potensi pembangunan 10 kawasan industri di sepanjang koridor utara Jawa. Dengan begitu, perekonomian meningkat dan memberikan manfaat yang luas pada masyarakat,” kata Budi Karya Sumadi.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyampaikan bahwa pembangunan storage di Pelabuhan Patimban tersebut merupakan bagian dari upaya Pertamina mencapai ketahanan energi nasional.

Pertamina terus memastikan aksesibilitas energi dapat terlaksana dengan baik di seluruh Indonesia, mulai dari wilayah perkotaan hingga wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T).

“Pembangunan storage BBM ini akan memberikan kemudahan dalam rangka mendukung seluruh aktivitas kendaraan, kapal, dan sarana operasi di Pelabuhan Patimban yang sudah mulai beroperasi,” ujarnya.

Menurut Nicke, storage BBM ini dapat melengkapi fasilitas yang sudah ada saat ini sehingga lebih efektif. Pihaknya menilai, storage ini adalah investasi jangka panjang.

Pembangunan storage BBM ini juga cukup strategis karena Pertamina selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hadir melayani kebutuhan operasi pelabuhan.

Storage BBM ini pun akan memberikan aksesibilitas yang lebih dekat dan mudah dalam pelayanan secara langsung di Pelabuhan Patimban,” katanya.

Sebagai informasi, daerah sekitar Pelabuhan Patimban saat ini mendapatkan distribusi BBM melalui Storage di Tanjung Priok dan Balongan yang relatif lebih jauh.

"Harapan kami pergerakan aktifitas di Pelabuhan Patimban dan sekitarnya ini juga akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup Nicke.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau