Advertorial

Peran Ibu Tak Terhingga, tapi Kesehatan Ibu Jangan Lupa Dijaga

Kompas.com - 22/12/2020, 08:13 WIB

KOMPAS.com – “Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa. Hanya memberi, tak harap kembali. Bagai sang surya menyinari dunia”.

Setiap orang tak lagi asing dengan penggalan lirik di atas. Lagu karangan Mochtar Embut itu kerap diperdengarkan dalam berbagai kesempatan untuk mengajarkan kasih ibu yang tak lekang oleh waktu, baik kepada anak maupun keluarga.

Kasih ibu ditunjukkan lewat kesigapannya dalam melindungi dan menyiapkan segala kebutuhan anggota keluarga. Pengorbanan yang ia lakukan tak akan dapat diganti dengan seisi dunia sekalipun.

Kendati bertanggung jawab atas keluarga, ibu juga perlu memperhatikan kondisi kesehatannya. Sebab, dengan tubuh sehat, segala perannya bisa dilakukan. Terlebih di masa pandemi, kesehatan adalah hal yang penting.

Memperoleh tubuh yang sehat bisa dilakukan dengan istirahat cukup, rutin berolahraga, dan paling penting menjaga pola makan.

Khusus pola makan, tak hanya jam makan teratur, kebutuhan nutrisi seimbang juga wajib dipenuhi agar tubuh tidak mudah terserang penyakit. Caranya, dengan mengonsumsi makanan sehat kaya vitamin D.

Vitamin D merupakan nutrien yang dibutuhkan oleh anak-anak hingga orang dewasa untuk menjaga kesehatan tulang. Dengan tulang yang kuat, tentu sangat membantu ibu dalam menjalanka peran di keluarga.

Namun, tak hanya itu, vitamin ini juga berfungsi menjaga kesehatan gigi, fungsi homeostasis imunitas atau sistem kekebalan tubuh, seperti diwartakan Kompas.com, Sabtu (25/7/2020).

Jika mengalami kekurangan alias defisiensi vitamin D, kesehatan tulang, gigi, dan fungsi imunitas tubuh akan terganggu. Buruknya, kekurangan asupan vitamin D dapat memicu demensia dan kelemahan otot jantung.

Diberitakan Kompas.com, Kamis (9/7/2020), menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019, kebutuhan harian vitamin D setiap orang berbeda-beda.

Pada bayi berusia di bawah satu tahun, misalnya, jumlah kebutuhannya 400 IU per hari. Selanjutnya, pada bayi usia di atas satu tahun, remaja, dewasa, serta ibu hamil dan menyusui, kebutuhan harian vitamin D meningkat menjadi 600 IU.

Berbeda dengan orang lanjut usia atau di atas 65 tahun, jumlah kebutuhan vitamin D untuk golongan ini adalah 800 IU setiap harinya.

Ada dua bentuk aktif vitamin D, yaitu vitamin D2 (ergokalsiferol) dan vitamin D3 (kolekalsiferol) yang menjadi bentuk paling alami dari vitamin D itu sendiri.

Secara alami, tubuh dapat memproduksi vitamin D3 sendiri dengan bantuan sinar matahari pagi dan lewat konsumsi makanan, seperti telur, salmon, tuna, olahan susu, ataupun minyak ikan.

Namun, tak semua orang punya kesempatan untuk berjemur, apalagi mengonsumsi makanan tersebut.

Prove D3 (Dok. Kalbe) Prove D3 (Dok. Kalbe)

Jika sudah begitu, kebutuhan vitamin D bisa dipenuhi dengan bantuan konsumsi suplemen, seperti Prove D3 dari Kalbe Farma.

Prove D3 tersedia dalam dua bentuk, yaitu drops dengan kandungan vitamin D3 400 IU di setiap tetesnya dan tablet salut selaput yang mengandung vitamin D3 mencapai 1.000 IU di setiap tablet.

Suplemen tersebut bebas gluten, pewarna, dan alkohol, serta tidak berasa sehingga dapat dikonsumsi dengan cara dicampur ke dalam makanan atau minuman.

Kelebihan-kelebihan tersebut membuat Prove D3 dapat dikonsumsi oleh seluruh anggota keluarga, mulai dari bayi hingga lansia, termasuk para ibu yang ingin terus memberikan yang terbaik bagi keluarga.

Sediakan selalu Prove D3 untuk memenuhi kebutuhan vitamin D keluarga. Anda dapat memperoleh Prove D3 di sini.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau