Advertorial

Wujudkan Sinergi BUMN, Pertamina EP Lirik Field Terima Suplai Listrik Premium Platinum dari PLN

Kompas.com - 22/12/2020, 22:58 WIB

KOMPAS.com –PT Pertamina EP Asset 1 Lirik Field akan mendapatkan suplai listrik untuk kebutuhan operasional dari PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (PLN UIWRKR).

Sinergi tersebut ditandai dengan penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) pelanggan tegangan menengah dengan layanan premium platinum dan layanan fasilitas ekstra.

SPJBTL ditandatangani langsung oleh Manajer Pertamina EP Lirik Field Kurniawan Triyo Widodo dan Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Rengat Beny Indra Praja dan di ruang rapat kantor PLN UP3 Rengat, Selasa (22/12/2020).

Acara penandatanganan dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 yaitu membatasi jumlah peserta, mewajibkan rapid test, memakai masker, mencuci tangan , dan menjaga jarak.

Penandatanganan disaksikan secara daring oleh VP Production PT Pertamina EP Adi Saputra dan Pertamina EP Asset 1 General Manager Ani Surakhman yang hadir melalui aplikasi meeting virtual.

Dalam sambutan secara daring, Adi Saputra menjelaskan bahwa PT Pertamina EP merupakan anak perusahaan PT Pertamina (Persero) di bidang hulu migas sekaligus Kontraktor Kontrak Kerja Sama di bawah SKK Migas.

Tugasnya adalah mencari sumber energi berupa minyak dan gas untuk mendukung ketahanan energi nasional. Dalam operasional perusahaan, Pertamina EP Asset 1 Lirik Field memiliki kebutuhan listrik yang berkualitas.

Sejalan dengan hal tersebut, Pertamina EP Asset 1 Lirik Field pun mempercayai PLN UIWRKR UP3 Rengat untuk memasok daya listrik.

“(Sinergi ini) tujuannya untuk mendukung keandalan kegiatan operasional perusahaan serta diyakini mempunyai nilai ekonomi yang lebih efisien. Dengan demikian dapat memberikan nilai tambah berupa penghematan biaya," terang Adi.

Penyaluran listrik dari PLN kepada Pertamina EP Lirik Field adalah wujud implementasi sinergi di antara BUMN. Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari memorandum of understanding (MoU) antara Pertamina dan PLN pada 2018.

Penandatanganan SPJBTL dengan total daya sebesar 13,8 MVA ini dinilai PLN, sejalan dengan visi dan misi untuk menjadikan tenaga listrik sebagai pendorong kegiatan ekonomi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, khususnya di Riau.

Layanan yang diberikan PLN UIWRKR kepada Pertamina EP Asset 1 Lirik Field adalah layanan premium platinum. Selain itu, ditambah dengan peralatan fasilitas ekstra yang merupakan layanan dengan mutu dan keandalan terjamin.

Listrik dapat disalurkan tanpa padam dan tanpa kedip. Kepastian penyambungan pun sesuai dengan Service Level Agreement (SLA) yang lebih baik dari layanan reguler.

“Layanan ini ditujukan kepada pelanggan yang membutuhkan suplai listrik dengan kualitas tinggi untuk mendukung operasional peralatan listrik yang tidak boleh padam atau kedip,” ungkap General Manager PLN UIWRKR Dispriansyah pada kesempatan terpisah.

Ia menjelaskan, untuk memberikan layanan listrik seperti itu PLN menggunakan sistem Diesel Rotary Uninterruptible Power Supply (DRUPS).

Sistem ini merupakan catu daya pengganti dengan mekanisme penyimpanan energi secara kinetik dan dihubungkan dengan mesin diesel secara mekanikal menggunakan kopling mekanis.

 “Kopling mekanis tersebut bekerja untuk memproteksi gangguan tegangan seperti kedip tegangan, padam, dan gangguan tegangan lainnya sehingga dapat memberikan catu daya berkualitas untuk menjamin keberlangsungan operasional produksi,” tambah Dispriansyah.

Sementara itu, Pertamina EP Asset 1 General Manager Ani Surakhman juga mengungkapkan bahwa dengan adanya sinergi ini maka dapat memberikan manfaat bagi kedua pihak.

“Kami mengapresiasi PLN dalam penyediaan kebutuhan energi listrik yang kami perlukan. Semoga dengan suplai listrik yang nantinya dipasok penuh dari PLN dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi di perusahaan kami,” terang Ani.

Pertamina EP Lirik Field merupakan salah satu Field yang dikelola oleh Pertamina EP Asset 1. Saat ini, Pertamina EP Asset 1 secara keseluruhan memproduksikan minyak sebesar 12,440 BOPD dan Gas 87.28 MMSCFD (YTD).

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau