Advertorial

Megawati Minta Anggota PPI dan Paskibraka Jadi Benteng Pertahanan Pancasila

Kompas.com - 24/12/2020, 14:03 WIB

KOMPAS.com – Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri meminta Purna Paskibraka Indonesia (PPI) untuk menjadi benteng pertahanan Pancasila.

Mega, yang juga menjadi anggota PPI pada 1965 mengungkapkan, tidak sedikit orang yang ingin mengubah Pancasila sebagai dasar negara dan bendera merah putih.

"Saya tahu banyak orang yang ingin mengubah Pancasila," kata Mega saat memberikan arahan dan pembekalan secara daring pada hari ulang tahun PPI ke-31 di Jakarta, Senin (21/12/2020).

Mega juga berpesan kepada PPI untuk mengingat jasa-jasa para pahlawan yang telah mengukir sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

"Kalian dipilih bukan hanya (karena) pintar, bukan hanya cerdas, tapi di sini ada Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika. Itu yang harus dijaga," kata Presiden ke-5 Republik Indonesia.

Ia berharap kepada para anggota yang sudah masuk sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) untuk selalu menjunjung tinggi tanggung jawabnya.

"Jadi, jangan main-main dengan status sebagai Paskibraka. Kalian harus mempertanggungjawabkan kewajiban sebagai Paskibraka," ujarnya.

Selain itu, Mega juga meminta para PPI untuk bergerak dinamis, saling menolong, dan bergotong-royong dalam mengimplementasikan Pancasila.

"Dengan status PPI ini, kalian harus bergerak maju, melakukan hal-hal dinamis, dan membantu rakyat miskin akibat penjajahan. Negara kita ini kaya raya, maka pemuda harus bangkit serta bersatu membangun bangsa dan negara," katanya.

Sementara itu, Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Romo Antonius Benny Susetyo menyambut baik kerja sama yang terjalin antara PPI dan BPIP.

"Ini langkah tepat karena PPI memiliki 2.000 lebih anggota di berbagai penjuru Nusantara. Ini sangat berpengaruh untuk membumikan nilai-nilai Pancasila," ujarnya.

Menurut Romo Benny, PPI memiliki komitmen untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dalam mengaktualisasikan Pancasila. Kemitraan antara PPI dan BPIP akan terus dilakukan, terutama dalam pembekalan nilai-nilai Pancasila kepada anggota Paskibraka dan PPI.

Ketua PPI Gousta Feriza pun berkomitmen untuk mengutamakan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman hidup.

"Saya selalu mendorong seluruh anggota Paskibraka dan seluruh purna Paskibra untuk menjadi benteng Pancasila dan duta Pancasila," kata Gousta.

Menurut dia, anggota PPI yang tersebar dari Sabang sampai Merauke akan menyusun program dan kegiatan bersama BPIP untuk penguatan nasionalisme.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau