Advertorial

Pengujung 2020, Pertamina MOR III Salurkan Rp 9,3 Miliar untuk Pelaku UMKM

Kompas.com - 25/12/2020, 13:38 WIB
 Penyerahan simbolis bantuan pinjaman modal dari Pertamina MOR III kepada pelaku UMKM. (Dok. Humas Pertamina). Penyerahan simbolis bantuan pinjaman modal dari Pertamina MOR III kepada pelaku UMKM.

KOMPAS.com – PT Pertamina (Persero) melalui Pemasaran Regional Jawa Bagian Barat (JBB) menyalurkan bantuan permodalan bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di wilayah Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat sebesar Rp 9,3 miliar di pengujung 2020.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari Program Kemitraan (PK) Pertamina untuk mendukung kebangkitan UMKM di masa pemulihan akibat pandemi Covid-19.

Penyerahan dana pinjaman modal kemitraan ini dilakukan secara simbolis dengan penandatanganan akad kredit yang dilaksanakan di beberapa kota di wilayah operasional Pertamina MOR III, yakni Serang, Jakarta Selatan, Purwakarta, Bandung, dan Cirebon, Selasa-Kamis (22-24/12/2020).

Pada kesempatan terpisah, Unit Manager Communication, Relations, and CSR MOR III Pertamina Pemasaran Regional JBB Eko Kristiawan menyampaikan bahwa PK ini diharapkan dapat membantu para pelaku UMKM agar dapat bangkit dari dampak pandemi. Dengan begitu, pelaku UMKM bisa menjadi penggerak perekonomian di wilayah masing-masing.

“Di akhir Desember 2020, Pertamina Regional Jawa Bagian Barat menyalurkan dana kemitraan sebesar Rp 9,32 miliar kepada 73 mitra di wilayah Banten, DKI (Jakarta), dan Jawa Barat. Pertamina berharap dapat membantu UMKM yang terdampak pandemi untuk dapat bangkit,” ujar Eko seperti dalam rilis resmi yang diterima Kompas.com, Kamis (25/12/2020).

Adapun 73 mitra binaan ini merupakan UMKM yang bergerak di berbagai macam bidang usaha, seperti makanan dan minuman/kuliner, katering, kerajinan dan produk kreatif, busana dan aksesoris, budidaya jamur, gula aren, kopi, perdagangan, serta konveksi dan industri pakaian.

Selain mendukung pemulihan UMKM yang terdampak pandemi, kata Eko, PK diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pelaku UMKM binaan Pertamina menjadi tangguh dan mandiri.

“Sekaligus memberikan multiplier effect bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sehingga dapat menggerakkan perekonomian di sekitar wilayah operasi Pertamina,” tutur Eko.

Ditambahkannya, selain UMKM yang bergerak di berbagai bidang usaha tadi, Pertamina juga memberikan pinjaman modal bagi pangkalan LPG dan UMKM pengguna LPG subsidi yang ingin beralih menggunakan LPG non-subsidi.

Tujuannya, agar pemilik pangkalan LPG dan UMKM dapat mengembangkan bisnisnya dengan menjual dan/atau menggunakan LPG nonsubsidi, yakni Bright Gas melalui program Pinky Movement.

Tak ketinggalan, Pertamina turut memberi bantuan pinjaman modal bagi bengkel yang terafiliasi dengan Enduro, produk pelumas Pertamina.

Eko berharap, dengan semakin banyak pangkalan LPB yang bergabung dalam program Pinky Movement dan menyediakan produk Bright Gas, akan mempercepat edukasi bagi masyarakat menengah ke atas untuk menggunakan LPG nonsubsidi. Dengan demikian, penyaluran LPG subsidi bisa tepat sasaran.

“Pertamina juga mengapresiasi para pelaku UMKM yang telah semakin banyak beralih menggunakan Bright Gas untuk usaha mereka," tambah Eko.

Manfaat bantuan pinjaman modal dirasakan oleh Anwar (54 tahun), salah satu mitra binaan Pertamina dari Kabupaten Lebak, Banten. Pemilik UMKM Gula Aren Semut Harirang Mitra Mandala itu pun mengapresiasi upaya Pertamina.

Bantuan modal tersebut, kata Anwar, akan digunakan untuk pengembangan produk UMKM miliknya.

"Terima kasih kepada Pertamina yang telah memberikan bantuan pinjaman modal untuk pengembangan usaha kami. Mudah-mudahan usaha kami bisa lebih maju dan berkontribusi bagi perkembangan ekonomi, khususnya menambah ekspor dari wilayah Banten," ujar Anwar.

Untuk informasi persyaratan dan prosedur pengajuan untuk mengikuti PK Pertamina, dapat diakses melalui laman https://pertamina.com/id/program-kemitraan dan Call Center Pertamina 135.