Advertorial

Lagi, Pertamina Jamin Distribusi BBM, LPG dan Avtur Lancar Selama Natal dan Tahun Baru

Kompas.com - 25/12/2020, 15:58 WIB
 Kunjungan kerja ke Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Medan Group yang berlokasi di Jalan KL Yos Sudarso Medan, Kamis (24/12/2020). (Dok. Pertamina) Kunjungan kerja ke Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Medan Group yang berlokasi di Jalan KL Yos Sudarso Medan, Kamis (24/12/2020).

KOMPAS.com – Untuk mengoptimalkan penyaluran BBM dan LPG saat momen Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pertamina membentuk Satuan Tugas (Satgas) Nataru sejak Senin (7/12/2020) hingga Minggu (10/12/2021).

Komisaris PT Pertamina Patra Niaga, Muhammad Yusni bersama Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga, Hasto Wibowo mengunjungi Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Medan Group yang berlokasi di Jalan KL Yos Sudarso Medan, Kamis (24/12/2020).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengawasi kesiapan Satgas Nataru.

“Pertamina menjamin ketercukupan energi bagi masyarakat dan kami jamin distribusi BBM, LPG, dan avtur dalam kondisi lancar,” ujar Hasto lewat rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (25/12/2020).

Bersama dengan Hasto, hadir pula GM Pertamina Regional Sumbagut, Herra Indra W, dan Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina MOR I, Taufikurachman.

Hasto menjelaskan peningkatan kebutuhan yang diproyeksikan Satgas Nataru 2020. Menurutnya, Gasoline, baik Premium, Pertalite, Pertamax maupun Pertamax Turbo mengalami peningkatan 4,44 persen atau 89.201 kiloliter (KL) per hari.

Lalu, Gasoil, yakni Dex, Dexlite dan Biosolar, mengalami peningkatan 0,36 persen atau 39.631 KL per hari.

Sementara itu, LPG diperkirakan naik sebesar 1,96 persen atau 26.164 metrik ton (MT) per hari. Begitu juga avtur yang diproyeksikan meningkat sebesar 2,86 persen atau 7.149 KL per hari.

Dijelaskan juga olehnya, Satgas Nataru bersiaga untuk layanan BBM, LPG, dan Avtur. Ia memaparkan, total layanan BBM berjumlah 7.469, dan layanan LPG sejumlah 228.961 baik SPPBE, agen PSO, agen NPSO, outlet PSO dan outlet NPSO. Sementara layanan avtur, berjumlah 68 DPPU.

Layanan tambahan BBM juga telah disediakan dalam bentuk mobil tangki sebanyak 160 unit, mobil dispenser tiga unit, pertashop 32 unit, motor kemasan atau PDS sejumlah 213 unit, dan layanan cashless payment di semua titik layanan SPBU.

Khusus di Pertamina MOR I, SPBU Reguler Siaga yang merupakan SPBU di jalur tol, jalur wisata, dan jalur strategis tujuan mudik sebanyak 29 SPBU, PDS sebanyak 27, dan mobil tangki sebanyak 14.

“Pertamina siap melayani masyarakat, kami telah menyiapkan sarana dan fasilitas (sarfas) distribusi sebanyak 114 TBBM, dan 23 TLPG. Selain itu, Satgas Nataru juga bertugas menjamin ketersedian pelumas di SPBU,” ujarnya.

Informasi lain yang juga dijelaskan oleh Hasto yakni, Pertamina ikut mendorong langkah strategis pemerintah dalam menanggulangi penyebaran Covid-19. Karenanya, protokol antisipasi Covid-19 telah dijalankan dengan baik di seluruh SPBU.

“Kami menerapkan protokol kesehatan, tentunya dengan melakukan penyemprotan desinfektan, menyediakan hand sanitizer, dan disiplin melakukan 3M, yakni menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Hasto menjelaskan pada masyarakat mengenai cara menjaga jarak saat pengisian BBM.

“Sebaiknya turun dari motor dan berdiri di samping motor yang berseberangan dengan posisi operator. Sementara untuk pelanggan roda empat disarankan untuk tetap berada di mobil,” ujarnya.

Namun demikian, bukan berarti masyarakat tak boleh keluar dari mobil. Apabila harus keluar mobil, maka pelanggan diwajibkan berdiri di sisi mobil dan menjaga jarak dengan petugas SPBU.

“Penerapan protokol kesehatan dengan benar menjadi kunci penting untuk mencegah penyebaran Covid-19. Semoga pandemi Covid-19 ini segera berlalu dan masyarakat tetap menjaga kesehatannya masing-masing,” ucapnya.

Sebagai informasi, guna mempermudah transaksi pembayaran, Pertamina merekomendasikan pembayaran melalui metode cashless lewat aplikasi MyPertamina.

Untuk transaksi pembayaran uang tunai masih diperbolehkan. Hanya saja, pihak Pertamina mengimbau agar masyarakat menggunakan uang pas sesuai dengan nilai transaksi