Advertorial

Songsong Digitalisasi, UMKM Perlu Paham Strategi Digital Marketing

Kompas.com - 29/12/2020, 13:33 WIB
 Pelaku UMKM perlu strategi digital marketing dalam menghadapi era digital. (DOK. iSTOCKPHOTO) Pelaku UMKM perlu strategi digital marketing dalam menghadapi era digital.

JAKARTA, KOMPAS.com – Jalan menuju transformasi digital bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) begitu menantang. Tak hanya harus memahami teknologi, pelaku UMKM juga harus mengerti strategi digital marketing untuk memperluas jangkauan bisnisnya.

Saat ini, ada beberapa strategi digital marketing yang bisa dijalankan pelaku UMKM. Namun, sering kali mereka juga sulit menentukan strategi apa yang tepat untuk dijalankan.

Guna membantu Anda sebagai pengusaha UMKM, berikut ulasan tentang beberapa strategi digital marketing serta manfaat yang bisa didapat.

  1. Email marketing

Strategi pemasaran melalui email atau email marketing bisa menjadi senjata utama bagi Anda dalam memberikan informasi atau update mengenai produk terbaru serta promo yang hendak Anda tawarkan.

Mengutip laman ocaindonesia.co.id, Senin (16/11/2020), email marketing saat ini juga dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan para konsumen. Pasalnya, strategi email marketing dinilai cukup efektif untuk menjangkau banyak orang dengan mudah dan cepat.

Untuk melakukan strategi email marketing, Anda memerlukan tools tambahan guna memudahkan penyebaran pesan lebih luas melalui email. Adapun tools email blast yang bisa Anda manfaatkan adalah fitur OCA Blast dari OCA Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

OCA Indonesia sendiri merupakan solusi omni-komunikasi yang dapat menjangkau konsumen lebih luas dan meningkatkan customer engagement lebih baik.

Chief Marketing Omni Communication Assistant (OCA) Indonesia Tiffany Krisnandya mengatakan, OCA Indonesia adalah salah satu startup dan inkubasi bisnis yang dimiliki Telkom Indonesia.

“Kami fokus dalam mengembangkan solusi omni-komunikasi yang dapat melakukan penyebaran pesan melalui telepon, email, SMS, dan WhatsApp dalam skala banyak dan waktu bersamaan,” ujar Tiffany dalam sesi wawancara eksklusif bersama Kompas.com yang dilakukan secara virtual, Selasa (1/12/2020).

  1. Content marketing

Selanjutnya, Anda juga bisa menggunakan strategi content marketing. Berbeda dengan email marketing yang bisa melakukan direct sales kepada pelanggan, content marketing lebih ditujukan untuk mengedukasi masyarakat dan mengenalkan produk UMKM secara soft-sell.

Jenis konten yang dibuat pun harus konsisten, bernilai, serta relevan dengan target konsumen yang dituju. Dengan membuat konten sesuai target pasar, konsumen akan secara otomatis merasa engage atau terhubung dengan produk yang Anda tawarkan.

Adapun beberapa media untuk content marketing bisa melalui tulisan artikel, newsletter, siaran podcast, video, dan e-book.

  1. Social media marketing

Saat ini, hampir semua orang di Indonesia menggunakan media sosial sebagai sarana berkomunikasi secara virtual. Kehadiran media sosial pun bisa Anda manfaatkan untuk mengenalkan produk secara luas dan menggaet konsumen baru.

Namun, karena pelaku UMKM yang menerapkan social media marketing makin menjamur, Anda harus mempunyai strategi khusus agar tak kalah dalam bersaing. Pertama, tentukan persona atau target market yang hendak Anda tuju. Setelah itu, Anda bisa membuat konten yang sesuai dengan kepribadian persona yang Anda sasar.

Selanjutnya, perluas jangkauan strategi Anda dengan membuat beberapa akun media sosial, bisa melalui Instagram, Twitter, Facebook, Tiktok, atau YouTube.

Jika Anda kesulitan mengatur semua akun media sosial tersebut, Anda bisa menggunakan layanan omni-komunikasi seperti yang OCA Indonesia tawarkan.

“Kami memiliki layanan OCA Blast membantu pelaku UMKM menyebarkan informasi di beberapa akun media sosial dan OCA Interaction untuk berinteraksi lebih personal dengan konsumen,” ujar Tiffany.

  1. Instant messaging marketing

Bisa dikatakan, instant messaging marketing menjadi salah satu jenis strategi yang cocok dan mudah untuk diterapkan pelaku UMKM. Banyaknya pengguna aplikasi WhatsApp di Indonesia menjadi faktor utama yang membuat jangkauan pelaku UMKM untuk memasarkan produknya jadi lebih luas.

Melansir laman ocaindonesia.co.id, jika Anda ingin menargetkan konsumen secara lebih personal, Anda dapat menggunakan aplikasi WhatsApp bisnis yang memang didesain secara khusus untuk para pemilik bisnis guna menjalankan strategi instant messaging marketing.

Pelaku bisnis pun bisa kembali mengandalkan fitur OCA Indonesia untuk memudahkan proses pengiriman pesan. Tak hanya itu, Anda juga bisa menggunakan fitur OCA Interaction untuk membalas pesan yang masuk dalam satu dasbor dan memperbarui data pelanggan secara lebih mudah.

“Kemudian, ada fitur yang bisa melihat insight dan labeling untuk melihat permasalahan atau keluhan yang masuk dari pelanggan. Dengan demikian, OCA Interaction dapat dimanfaatkan untuk tujuan pemasaran, customer relation, customer retention, dan customer experience,” jelas Tiffany.

Selain menghadirkan beberapa fitur yang membantu pelaku UMKM menjalankan strategi digital marketing, OCA Indonesia juga mengadakan program Instagram Live dan webinar untuk berdiskusi bersama pelaku UMKM seluruh Indonesia.

Melalui program itu, pelaku usaha bisa belajar banyak hal dari sesama pegiat UMKM dan para ahli di bidang pemasaran dengan berbagai topik, mulai dari customer engagement, tips sukses membangun UMKM, hingga panduan UMKM untuk go digital.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.