Advertorial

Di Pengujung 2020, Hutama Karya Percantik Pelabuhan Sanur sebagai Obyek Vital Bali

Kompas.com - 30/12/2020, 13:03 WIB
 Penandatanganan kontrak pembangunan fasilitas Pelabuhan Sanur, Denpasar, Bali (Dok. Hutama Karya) Penandatanganan kontrak pembangunan fasilitas Pelabuhan Sanur, Denpasar, Bali

KOMPAS.com - Jelang akhir tahun 2020, PT Hutama Karya (Persero) mulai mempersiapkan konstruksi pembangunan fasilitas Pelabuhan Sanur yang terletak di Kota Denpasar, Bali.

Adapun proses tender proyek infrastruktur milik Kementerian Perhubungan ini sebelumnya telah dimenangkan perusahaan pada November 2020.

Progres pembangunan juga sudah berjalan. Tahap peletakan batu pertama juga sudah dilakukan, Sabtu (12/12/2020).

Sebagai informasi, peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan didampingi oleh Gubernur Bali I Wayan Koster, Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Agus H Purnomo, Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto, dan Direktur Operasi II Hutama Karya Novias Nurendra.

Konstruksi Fasilitas Pelabuhan Sanur Denpasar, Bali akan memakan waktu selama 560 hari dan diperkirakan rampung pada pertengahan 2022.

Seperti diketahui, pelabuhan yang menjadi salah satu obyek vital di Kota Denpasar ini merupakan tempat penyeberangan bagi kapal-kapal kecil ke pulau-pulau di sekitar Bali, seperti Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Ceningan, dan Pulau Nusa Lembongan, serta Pulau Gili Trawangan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Seperti kita ketahui bahwa saat ini Bali masih menjadi destinasi utama wisata bagi para turis lokal maupun internasional. Tak hanya di Kota Denpasar, pulau-pulau di sekitarnya juga memiliki daya tarik tersendiri bagi para pelancong,” ujar Novias dalam rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (30/12/2020).

Saat ini, kata Noviar, kondisi Pelabuhan Sanur Kota Denpasar belum dilengkapi dengan fasilitas dermaga. Penumpang naik dan turun kapal masih harus turun ke air dulu.

“Oleh karena itu, kami perlu bangun fasilitas yang optimal untuk mengakomodasi kebutuhan para turis di masa mendatang. Pelabuhan Sanur juga harus memiliki aksesibilitas yang baik untuk menghubungkan daerah belakang pelabuhan (hinterland) dengan area ke pelabuhan,” tambahnya.