Advertorial

Tingkatkan Kompetensi, Komunitas Jawara Patra Ikut Pelatihan Online

Kompas.com - 30/12/2020, 20:42 WIB

KOMPAS.com – Komunitas Jawara Patra mengikuti serangkaian pelatihan online untuk meningkatkan kompetensi dan wawasan mengenai dunia usaha. 

Hal tersebut dilakukan agar para anggota bisa menjadikan komunitasnya berdikari sehingga dapat membantu lingkungan di masa pandemi.

Adapun program pelatihan itu dinamakan Patungan, yakni kepanjangan dari Patra Sabilulungan.

Dengan visi menjadikan Jawara Patra sebagai komunitas yang tangguh dan mantap, program ini diatur untuk menjadi bekal para anggota mengembangkan kompetensi yang dimiliki sehingga dapat produktif di masa pandemi.

“Menurut kami, program Patra Sabilulungan merupakan peluang yang baik untuk para Jawara Patra,” ujar Founder of 347 yang juga salah satu pelatih Patungan, Dendy Darman lewat rilis yang diterima Kompas.com, Selasa (28/12/2020).

Selain Dendi, materi juga dibawakan oleh seorang entrepreneur muda Novi Setia. Mereka akan memberikan program pelatihan mencakup wawasan dasar mengenai kewirausahaan, pemasaran, dan produktivitas.

Nantinya, bekal pelatihan diharapkan dapat membuat komunitas lebih mandiri sehingga dapat berkontribusi pada masyarakat dan lingkungan sekitar.

Tercatat, program Patungan diikuti oleh hampir 300 komunitas Jawara Patra yang tersebar di daerah Jawa Barat. Pelatihan dilakukan secara virtual karena adanya keterbatasan untuk berkumpul secara fisik dan pertimbangan protokol kesehatan.

Pelatihan Patungan untuk para Komunitas Jawara Patra diselenggarakan dengan menggunakan beberapa platform, seperti Whatsapp dan Zoom Meeting.

Materi yang dibawakan oleh Dendi dan Novi diberikan pada peserta secara berseri selama tiga bulan terhitung sejak Oktober sampai Desember 2020.

Materi lain dalam pelatihan adalah pengetahuan seputar sociopreneur yang akan diberikan oleh pemerhati UMKM di Jawa Barat, Pesona 3 Kumis (P3K).

Pada akhir pelatihan, Komunitas Jawara Patra diajak untuk membuat proposal ide usaha atau kegiatan yang ingin mereka buat atau kembangkan.

Harapannya, ide tersebut dapat memberi manfaat kepada lingkungan dengan mengadaptasi strategi yang telah dibagikan dalam pelatihan sebelumnya. 

Adapun Komunitas Jawara Patra yang memiliki performa terbaik selama pelaksanaan kelas juga berkesempatan untuk dikunjungi langsung oleh para pelatih sehingga bisa saling berbagi pikiran mengenai ide yang telah dirancang.

Pertemuan tatap muka itu tentunya akan dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku. Pada akhir rangkaian acara, akan dipilih tiga Komunitas Jawara Patra terbaik.

Selain mengikuti pelatihan secara daring, komunitas Jawara Patra juga mendapatkan wastafel dan masker untuk meningkatkan ketangguhan diri di masa new normal ini. Wastafel yang diberikan dihias sekreatif mungkin untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar dapat mencuci tangan dan selalu menjaga kebersihan di sekitar lingkungan komunitas Jawara Patra.

Tertarik mengetahui informasi lainnya mengenai Jawara Patra dan Patungan? Silakan ikuti akun Instagram @jawara.patra untuk info lebih lanjut. 

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau