Advertorial

Di Pengujung 2020, Pertamina EP Berhasil Melakukan Pengeboran Step Out BBS-STO.01 di Subang Field

Kompas.com - 01/01/2021, 16:37 WIB
 Ilustrasi petugas Pertamina EP (Dok. Humas Pertamina) Ilustrasi petugas Pertamina EP

KOMPAS.com – Sebagai anak Perusahaan PT Pertamina (Persero) sekaligus Kontraktor kerja sama di bawah SKK Migas, PT Pertamina EP konsisten melakukan peningkatan produksi minyak dan gas konsisten.

Hal itu dilakukan demi memenuhi target yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan mendukung ketersediaan energi nasional.

Adapun peningkatan produksi minyak dan gas juga ditambahkan dari sumur pengembangan BBS-STO.01 yang berada di wilayah kerja Pertamina EP Asset 3 Subang Field, tepatnya di Desa Sekarwangi, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang.

Sumur yang mulai dibor pada Jumat (13/11/2020) tersebut merupakan sumur pengeboran step out atau pengeboran keluar dari struktur yang sebelumnya sudah ada, yakni struktur Bambu Besar yang berjarak 6 kilometer (km).

Melalui proses uji produksi dibuktikan bahwa sumur BBS-STO.01 mampu menghasilkan minyak sebesar 1.569,5 barrel oil per day (BOPD) dan gas sebesar 1,2 standar kaki kubik per hari (MSCFD). 

Sebagai informasi, BBS-STO.01 merupakan sumur step out ke-3 yang berhasil dikerjakan oleh Pertamina EP di wilayah kerja Asset 3 di Jawa Barat selama 2020.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Sebelum BBS-STO.01, sumur ABG-STO.008 juga berhasil diselesaikan dengan baik dengan hasil 844.272 BOPD dan juga CMT-NP1 dengan hasil 824,6 BOPD dan gas 4,4 MMSCFD," ujar GM Pertamina EP Asset 3 Wisnu Hindadari dalam rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (1/1/2021).

Wisnu mengatakan, keberhasilan 3 sumur step out tersebut menjadi energi positif bagi seluruh jajaran Pertamina EP untuk lebih agresif lagi pada 2021.

Mengenai rencana pengembangan ke-3 lapangan, menurut Wisnu, hal itu juga sudah dipersiapkan dengan harapan dapat memberikan tambahan cadangan migas di masa yang akan datang.

Pada keberhasilan sumur ABG-STO, kata Wisnu, pihaknya sudah mengusulkan pengembangannya, yakni sebanyak dua sumur pemboran di Cluster ABG-STO dan di cluster sumur CMR-NP1. Lalu, sumur yang sudah di bor adalah CMR-NP2 dengan puncak produksi 1.206,5 BOPD.

Pada 2021, sumur yang akan dibor adalah CMR-NP3 dan CMR-STO. Demikian juga halnya di lapangan BBS, cluster sumur BBS-STO ada potensi tambahan dua sumur yang akan diusulkan sebagai percepatan produksi.

“Keberhasilan (pengembangan) BBS-STO.01 dan kedua sumur sebelumnya membuktikan bahwa masih banyak potensi di wilayah kerja Asset 3 yang bisa digali lagi. Ke depannya, kami akan melihat dan mempelajari kembali data-data yang sudah dimiliki untuk menggali potensi-potensi ini,” tambah Wisnu.

Untuk informasi, BBS-STO.01 merupakan sumur bor vertikal dengan kedalaman akhir 2.150 mtvdss. Target awal dari pengeboran step out, memproduksi minyak sebesar 300 BOPD.

Wisnu menambahkan, keberhasilan pengeboran sumur BBS-STO.01 merupakan kolaborasi apik dari BBS ABG Project Pertamina EP dengan Asset 3 Pertamina EP.

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina EP Eko Agus Sardjono memberikan apresiasinya terhadap keberhasilan tersebut.

“Alhamdulillah dengan kinerja yang baik pada pengujung tahun ini melalui sumur BBS-STO.01, kami berharap dapat memberikan tambahan energi positif untuk memulai tahun 2021. Kami berkomitmen memberikan kontribusi terbaik untuk mendukung target pemerintah pada 2030,” harapnya.