Advertorial

Bubuhkan Prestasi di 2020, BRI Optimistis Kinerja Menanjak pada 2021

Kompas.com - 04/01/2021, 13:39 WIB
 Pada 2021 BRI fokus untuk menyelamatkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk membangkitkan perekonomian nasional. (Dok. BRI) Pada 2021 BRI fokus untuk menyelamatkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk membangkitkan perekonomian nasional.

KOMPAS.com - Bank Rakyat Indonesia (BRI) optimistis menyambut 2021 meski kondisi perekonomian dunia masih tidak pasti akibat pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Direktur Utama BRI Sunarso saat memberikan pengarahan kepada pekerja BRI di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pihaknya yakin kinerja perseroan pada 2021 lebih baik dibandingkan pada 2020.

“Pada 2021 mood-nya masih krisis, tapi saya optimistis kinerja BRI akan lebih baik dibandingkan 2020,” ujar Sunarso dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (4/1/2021).

Sunarso menjelaskan, pada 2021, BRI fokus untuk menyelamatkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) karena memiliki peranan krusial terhadap perekonomian Indonesia.

Tercatat, UMKM memiliki kontribusi sebesar 60,3 persen dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Untuk membangkitkan UMKM, BRI telah melakukan berbagai upaya, seperti restrukturisasi kredit dan penyaluran stimulus pemerintah. Dengan demikian, roda perekonomian nasional dapat kembali pulih.

“Memberdayakan serta menyelamatkan UMKM sama dengan menyelamatkan BRI. Menyelamatkan BRI sama halnya menjaga keberlanjutan perekonomian Indonesia,” jelas Sunarso.

Hingga akhir Kuartal III 2020, BRI mampu membukukan laba bersih secara konsolidasian sebesar Rp 14,15 triliun dengan aset perseroan tumbuh sebesar 10,89 persen menjadi Rp 1.447,85 triliun.

Selain itu, BRI berhasil menyalurkan kredit senilai Rp 935,35 triliun. Sebesar 80,65 persen di antaranya disalurkan ke segmen UMKM.

Sepanjang 2020, BRI juga menjadi partner strategis pemerintah dalam kaitannya dengan penyaluran stimulus program percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Tercatat, BRI telah merestrukturisasi pinjaman senilai Rp 218,6 triliun kepada 2,8 juta debitur serta menyalurkan subsidi bunga UMKM senilai Rp 5,5 triliun kepada lebih dari 6,6 juta penerima.

Tak hanya itu, BRI juga menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro senilai Rp 116,9 triliun kepada 4,4 juta debitur dan KUR Super Mikro sebesar Rp8,5 triliun kepada 972 ribu pelaku UMKM.

Selain itu, BRI juga telah menyalurkan Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) senilai Rp 18,5 triliun kepada 7,7 juta penerima. Di saat yang sama, BRI menyalurkan kredit dengan penjaminan kepada 13,8 ribu nasabah UMKM dengan total nilai Rp 8,34 triliun.

Apresiasi investor

Strategi BRI yang berfokus menjaga fundamental kinerja sekaligus menyalurkan berbagai program stimulus pemerintah diapresiasi oleh investor.

Pada penutupan perdagangan pasar modal akhir tahun, saham perseroan dengan kode BBRI ini ditutup di angka Rp 4.170 per lembar saham.

Angka tersebut nyaris tumbuh dua kali lipat bila dibandingkan nilai saham BBRI di level terendah yang dibukukan pada 18 Mei 2020 di harga Rp 2.160 per unit.

Kenaikan harga saham tersebut membuat kapitalisasi pasar BRI kembali menembus angka Rp 500 triliun, tepatnya mencapai Rp 514 triliun pada penutupan bursa akhir 2020. Capaian ini menempatkan BRI sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia.

Suharso mengatakan, kinerja harga saham BBRI yang kembali mendekati ke harga sebelum pandemi menunjukkan bahwa strategi dan langkah yang dilakukan BRI diapresiasi dan direspons positif oleh masyarakat dan pemegang saham.

Hal itu karena BRI menerapkan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang baik.

Sustainability itu yang dihargai lebih tinggi daripada sekadar membukukan laba, tapi secara risk management kurang baik. Selain itu, BRI tidak ugal-ugalan untuk membukukan laba secara agresif, tetapi berpikir bahwa situasi masih belum aman sehingga BRI harus menyediakan bantalan yang cukup,” imbuhnya.

Adapun pengakuan terhadap kinerja BRI sepanjang 2020 tak hanya dari tingkat nasional, tetapi juga regional dan internasional.

Dalam catatannya, BRI berhasil meraih lebih dari 70 penghargaan bergengsi sepanjang 2020. Beberapa di antaranya yakni Best Issuer for Sustainable Finance dan Best Sustainability Bond dari The Asset dan Top 1.000 World Banks: BRI Ranked 1st in Indonesia dari The Banker.

Selain itu, BRI meraih Best of The Best Companies 2020 dan 1st Indonesia’s Largest Public Companies dari Forbes Indonesia, The Best Retail Banking in Indonesia dari The Asian Banker, dan Bank Pendukung UMKM Terbaik (Buku 3 & 4) dari Bank Indonesia.

Di tahun yang sama, BRI juga berhasil memborong 14 penghargaan sekaligus pada ajang ESG Awards 2020.

Capaian tersebut merupakan apresiasi atas kinerja unggul perseroan dalam penerapan prinsip environmental, social dan governance (ESG) dalam setiap aktivitas bisnis. Hal itu menjadi salah penyebab investor berbasis ESG meningkat signifikan.

“Semoga pelajaran berharga dari krisis yang terjadi sepanjang 2020 membuat BRI semakin tangguh menghadapi tantangan di masa mendatang,” ujarnya.