Advertorial

Perkuat Kemandirian UMKM di Papua dan Papua Barat, Pertamina Kucurkan Dana Bantuan Kepada 427 Mitra Binaan

Kompas.com - 07/01/2021, 20:46 WIB
(Penyaluran PK MOR VIII 2. / DOK. Pertamina) (Penyaluran PK MOR VIII 2. / DOK. Pertamina)

KOMPAS.com – PT Pertamina (Persero) melalui program kemitraan terus memberi perhatian lebih pada kelangsungan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Indonesia.

Hal yang sama juga berlaku pada UMKM di wilayah Indonesia Timur, yakni Papua dan Papua Barat. Dua provinsi ini mendapat pembinaan dan pendampingan layaknya UMKM binaan di wilayah lain agar dapat naik kelas secara progresif.

Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina Agus Suprijanto menjelaskan, pembinaan UMKM di kedua wilayah ini dilakukan Marketing Operation Region (MOR) VIII Papua dan Refinery Unit (RU) VII Kasim Papua Barat.

Baik MOR VIII Papua dan RU VII Kasim Papua Barat dinilai telah melaksanakan pembinaan secara baik kepada seluruh mitra binaannya.

“Tahun 2020 merupakan tahun pertama bagi RU VII untuk melaksanakan Program Kemitraan dan membina UMKM, di mana tahun-tahun sebelumnya dilakukan MOR VIII,” ujarnya seperti keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (7/1/2021).

Meski begitu, lanjut Agus, baik MOR VIII maupun RU VII terus berkolaborasi dalam melaksanakan tugas dalam membina mitra UMKM.

Selama tahun 2020, RU VII dan MOR VIII telah menyalurkan modal usaha dengan total sekitar Rp 25 miliar.

Dana tersebut didistribusikan kepada 427 mitra binaan di Papua dan Papua Barat yang mayoritas bergerak dalam bidang perdagangan dan pertanian.

Pertamina mendukung seluruh kegiatan mitra binaan tersebut untuk dapat naik kelas dengan beberapa pembinaan yang diberikan.

Agus juga mengatakan, penyaluran dana bantuan di Papua dan Papua Barat salah satunya bertujuan agar UMKM Timur Indonesia dapat segera bangkit dari dampak pandemi Covid-19.

Melalui bantuan modal usaha ini, Pertamina ingin membantu agar market growth wilayah timur dapat beranjak naik.

“Dengan begitu, para UMKM binaan bisa menembus pasar di luar Provinsi Papua dan Papua Barat, bahkan seluruh Indonesia atau mancanegara,” tegasnya.

(Pinky Movement Sorong. / DOK. Pertamina) (Pinky Movement Sorong. / DOK. Pertamina)

Menurut Agus, bantuan ini merupakan cerminan dari penerapan Goal 8 Sustainable Development Goals (SDGs), yakni menyediakan pekerjaan yang layak dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Untuk itu, dia menegaskan, Pertamina akan terus mendukung para UMKM agar lebih tangguh dan mandiri.

“Dengan roadmap pembinaan Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global, Pertamina akan mendorong para UMKM binaan untuk naik kelas,” tuturnya.

Pada kesempatan ini, salah satu pelaku UMKM binaan RU VII, Sherly Waromi mengaku senang menjadi mitra binaan Pertamina.

Pemilik pangkalan minyak tanah ini berencana menggunakan pinjaman modal yang didapat untuk memperluas usahanya ke bidang perdagangan lain, yakni peralatan olahraga.

“Semoga bisa lebih besar dan mempekerjakan banyak orang. Dengan demikian, bisa membantu warga sekitar mendapatkan penghasilan,” tuturnya.

Lain halnya dengan Steven Ibo, mitra binaan MOR VIII ini mengatakan, modal bergulir yang diterima digunakan untuk meningkatkan volume usahanya yang bergerak dalam produksi virgin coconut oil (VCO) menjadi sabun VCO, kapsul VCO, dan sabun buah merah.

"Bantuan dari Pertamina akan dijadikan modal kerja dalam memproduksi lebih banyak lagi sabun dan minyak kelapa murni, apalagi kini, permintaan dari produksi kami sedang tinggi," ungkapnya.