Advertorial

Genjot Implementasi PEN 2020, BRI Rampungkan Penyaluran Dana dan Bansos

Kompas.com - 08/01/2021, 14:45 WIB
 Ilustrasi Bank Rakyat Indonesia (BRI) (Dok. Shutterstock) Ilustrasi Bank Rakyat Indonesia (BRI)

KOMPAS.com – PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) (Persero) Tbk telah menjalankan peran strategisnya dalam implementasi program pemulihan ekonomi nasional (PEN) sepanjang 2020.

Peran BRI terlihat dari besarnya realisasi dana PEN yang disalurkan bank negara ini kepada masyarakat, terutama pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Penyaluran subsidi bunga dan bantuan serta relaksasi lain yang masuk dalam program PEN juga telah dilakukan BRI secara optimal, transparan, dan cepat.

Selain itu, penyaluran juga didukung oleh kekuatan data, sistema, dankualitas sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki perseroan.

Lebih lanjut, BRI berupaya membantu para debitur terdampak pandemi Covid-19 agar memiliki daya tahan, untuk kembali memperbaiki usaha yang jatuh.

Direktur Utama BRI Sunarso mengimbau semua nasabah UMKM untuk tetap tegar dan pantang mundur.

“Kami harus tetap ekspansi kepada UMKM, terutama mikro. Karena loan demand (pinjaman yang ditarik secara bertahap) menurun maka harus dipicu dengan stimulus,” kata Sunarso seperti dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/1/2021).

Sunarso melanjutkan, jika stimulus menjadi penting, maka alokasi resources harus diarahkan dengan tepat dan efektif supaya efektif serta bisa menjangkau masyarakat.

Berdasarkan data per Rabu (16/12/2020), BRI telah berhasil memberikan subsidi bunga kredit bagi debitur UMKM senilai total Rp 5,46 triliun.

Jumlah ini setara 76,6 persen dari realisasi penyaluran subsidi bunga kredit bagi UMKM secara nasional yang berjumlah Rp 7,12 triliun.

Selain subsidi bunga kredit, BRI juga sudah menyalurkan kembali leverage dana penempatan pemerintah di Himpunan Bank Negara (Himbara) kepada debitur yang membutuhkan.

Adapun total penempatan dana pemerintah yang diterima BRI sebesar Rp 15 triliun.

Dari penempatan tersebut, BRI berhasil menyalurkan pinjaman kepada nasabah senilai Rp 136,7 triliun atau lebih dari 9 kali lipat nilai penempatan dana pemerintah.

Di sisi lain, BRI turut memberikan penjaminan kredit untuk UMKM senilai Rp 8,34 triliun per Minggu (27/12/2020) dan diberikan kepada 13.808 debitur UMKM.

Dengan memberikan pinjaman, portofolio kredit UMKM BRI tetap terjaga meski kondisi bisnis para debitur tengah terdampak pandemi.

Sementara itu, BRI tercatat sudah menyalurkan Rp 18,5 triliun dana Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) kepada 7,7 juta debitur di seluruh Indonesia.

Dana BPUM yang disalurkan BRI setara 65,2 persen dari total pagu BPUM yang disediakan yakni Rp 28,3 triliun untuk 11,8 juta debitur.

“Penyaluran BPUM jelas membantu pelaku UMKM agar tetap bertahan dan kembali bangkit dari dampak pandemi,” jelas Suroso.

Menurut Suroso, sebagai bank yang berfokus pada segmen UMKM, BRI memastikan tetap melanjutkan kontribusi bagi upaya pemulihan kondisi ekonomi nasional pada 2021.

“Kami optimistis keberlanjutan penyaluran berbagai insentif dan relaksasi bagi masyarakat tahun ini akan berdampak positif bagi perekonomian nasional dan bisnis perusahaan secara khusus,” imbuhnya.

Perhatian besar BRI bagi UMKM agar segera bangkit dari dampak pandemi juga tercermin dari penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro dan Super Mikro yang secara total telah mencapai Rp 125,44 triliun.

Terdapat Rp 116,9 triliun KUR Mikro yang disalurkan BRI kepada 4,35 juta debitur hingga Senin (28/12/2020). Kemudian, Rp 8,54 triliun diberikan bagi 972.000 debitur KUR Super Mikro.

Adapun restrukturisasi kredit yang diberikan BRI kepada para debitur terdampak Covid-19 mencapai Rp 218,6 triliun, dengan total peminjam terdampak sebanyak 2,8 juta.

Pemberian restrukturisasi akan dilanjutkan BRI. Hal ini sesuai keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memperpanjang masa pemberian relaksasi kredit hingga 2022 bagi debitur terdampak dan memenuhi kriteria.

Dalam penyaluran bantuan sosial (bansos), sepanjang 2020, BRI telah membantu penyaluran insentif untuk 3,8 juta Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan.

Nilai bantuan yang difasilitasi penyalurannya oleh BRI mencapai Rp 15 triliun.

Ada pula penyaluran bansos sembako senilai Rp 13,3 triliun untuk 7,1 juta masyarakat yang berhak, dan total Rp 802 miliar dana desa bagi 770.000 penerima.

Kemudian, BRI ikut berpartisipasi dalam menyalurkan bansos tunai (BST) senilai total Rp 1,6 triliun untuk 528.000 penerima, dan BST bagi 3,1 juta orang dengan jumlah Rp 1,5 triliun.