Advertorial

Perkuat Digitalisasi Sektor Hulu hingga Hilir, Pertamina Gandeng Microsoft

Kompas.com - 08/01/2021, 23:37 WIB
(Penandatanganan head of agreement antara Pertamina dan Microsoft dalam upaya memperkuat digitalisasi sektor hulu hingga hulir di Jakarta, Jumat (8/1/2021) / DOK. Pertamina) (Penandatanganan head of agreement antara Pertamina dan Microsoft dalam upaya memperkuat digitalisasi sektor hulu hingga hulir di Jakarta, Jumat (8/1/2021) / DOK. Pertamina)

KOMPAS.com – PT Pertamina (Persero) melanjutkan program transformasi digital dengan menggandeng Microsoft untuk mewujudkan inovasi, efisiensi, dan keamanan data operasional perusahaan dari hulu hingga hilir.

Kelanjutan kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan pokok-pokok kesepakatan atau head of agreement (HoA) antara Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan President Director Microsoft Indonesia Haris Izmee di Jakarta, Jumat (8/1/2021).

Penandatanganan ini turut disaksikan President Microsoft Asia Pacific Andrea Della Mattea melalui Microsoft Teams.

Kerja sama tersebut bukan kali pertama dilakukan kedua pihak. Sebelumnya, Pertamina dan Microsoft telah menandatangani nota kesepahaman untuk berkolaborasi pada Rabu (8/4/2020).

Adapun pada penandatanganan HoA tersebut, Nicke mengatakan, Pertamina terus melakukan langkah dan terobosan bisnis sebagai perusahaan energi global.

Melalui kesepakatan ini, Pertamina bersama Microsoft sebagai perusahaan global yang bergerak di bidang teknologi informasi, dapat membangun komitmen untuk mempercepat transformasi digital.

“Pandemi Covid-19 telah menggeser perilaku konsumen dan semua lini bisnis. Situasi ini telah mengakselerasi proses digitalisasi untuk semua informasi dan teknologi komunikasi,” ujarnya, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat.

Nicke juga menyebut, transformasi digital menjadi salah satu agenda strategis Pertamina di semua sektor dengan mengembangkan beberapa hal inti.

Pertama, horizontal digital transformation. Aspek ini membutuhkan konektivitas/keterhubungan yang luas serta proses integrasi di dalam perusahaan, yakni dalam Pertamina Value Chain, dari hulu hingga hilir.

Kedua, solution realtime analytics insight yang bertujuan untuk mendukung pengambilan keputusan yang cepat.

“Contohnya, solusi Predictive Maintenance di upstream dan refinery dapat menghitung ketidaknormalan di fase awal,” jelasnya.

Dengan begitu, pemeliharaan bisa segera dilakukan untuk meningkatkan keandalan dan produksi.

Kemudian, ada pula teknologi Realtime Monitoring Ship Movement yang bertujuan untuk memaksimalkan waktu pengiriman.

Teknologi real time analytic serupa, kata Nicke, juga diterapkan di stasiun pengisian bahan bakar (SPBU). Dengan dilengkapi artificial intelligence, teknologi tersebut dapat memahami pelanggan lebih baik dan berinovasi untuk meningkatkan layanan Pertamina.

Teknologi ini juga dapat digunakan untuk memonitor semua level dan target dari distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Ketiga, lanjut Nicke, digital integration yang bertujuan melakukan improve skill dan budaya kerja serta membentuk digital culture di semua level kerja.

Dengan hadirnya digital integration, Pertamina dapat mengimplementasikan pusat data dan modernisasi aplikasi yang dapat meringkas big data untuk memastikan kebutuhan data di setiap proses bisnis.

Menurut Nicke, pada era yang serbacepat seperti sekarang, kerja sama antara Pertamina dan Microsoft menjadi kunci untuk pertumbuhan yang berkelanjutan sebuah perusahaan.

“Saya percaya, kolaborasi ini dapat memberikan dampak yang positif, tak hanya untuk dua perusahaan terkait, tapi juga Indonesia untuk mencapai ketahanan energi nasional,” imbuhnya.

Sementara itu, Haris mengatakan, HoA memberikan fondasi strategis bagi Microsoft untuk membantu mewujudkan visi Pertamina sebagai perusahaan energi kelas dunia.

Pada saat yang bersamaan, lanjutnya, kerja sama itu juga memberikan dampak yang signifikan dalam membangun ketahanan ekonomi Indonesia.

“Kami berkomitmen atas kerja sama ini dan memastikan dukungan penuh dari organisasi kami,” tuturnya.

Direktur Penunjang Bisnis Pertamina M Haryo Yunianto menambahkan, melalui kerja sama ini, Pertamina Grup telah menerapkan teknologi digital, di antaranya Predictive Maintenance.

Aplikasi ini hadir untuk memprediksi perawatan kilang sehingga menjaga keandalan kilang dan memastikan stok produk untuk masyarakat.

Adapun untuk memperkuat operasional, diterapkan pula P-Office yang melakukan automasi proses administrasi korespondensi di Pertamina dengan menggunakan konsep mobility.

Pertamina juga menghadirkan aplikasi lainnya, yaitu Join Operasional Dashboard dan Corporate Dashboard.

Adapun modern workplace dengan Office 365 diterapkan untuk meningkatkan kinerja dengan menggunakan tools kolaborasi, seperti Mteams (Vicon) dan penggunaan Microsoft Office secara cloud untuk meningkatkan kinerja secara kolaborasi.