Advertorial

Pertamina Pastikan Stok LPG 3 Kg di Kabupaten Tasikmalaya Aman

Kompas.com - 10/01/2021, 18:34 WIB
 Distribusi liquid petroleum gas (LPG) 3 kg (Dok. Pertamina) Distribusi liquid petroleum gas (LPG) 3 kg

KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) III Jawa Bagian Barat memastikan stok dan penyaluran liquid petroleum gas (LPG) 3 kilogram (kg) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

Penyaluran dilakukan melalui 33 agen dan 776 pangkalan resmi Pertamina di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

Unit Manager Communication, Relations & CSR MOR III Eko Kristiawan mengatakan, untuk bulan Januari 2021 ini Pertamina menyalurkan LPG di wilayah Kabupaten Tasikmalaya sebanyak total 841.200 tabung.

“Pertamina akan menambah alokasi pasokan apabila diperlukan. Kami terus melakukan pemantauan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya,” ujar Eko dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (10/1/2021).

Eko menambahkan, harga LPG 3 kg di pangkalan wilayah Kabupaten Tasikmalaya juga dipantau sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 16.000 per tabung.

“Untuk mendapatkan harga sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Bupati, masyarakat diimbau untuk membeli LPG 3 kg di pangkalan resmi Pertamina. Selain harga yang sesuai, masyarakat bisa mendapatkan LPG yang terjamin kualitasnya,” kata Eko.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, Pertamina melaksanakan operasi pasar di wilayah Kecamatan Manonjaya, Minggu. Langkah ini dilakukan untuk menambah suplai LPG 3 kg di wilayah tersebut. Pertamina pun terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah (Pemda) setempat untuk memantau stok dan penyaluran LPG 3 kg di lapangan.

Sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Republik Indonesia Nomor 104 Tahun 2007 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga Liquefied Petroleum Gas Tabung 3 Kilogram, LPG 3 kg bersubsidi diperuntukkan hanya bagi masyarakat kurang mampu dan usaha mikro.

Sebagai informasi, usaha mikro adalah jenis usaha dengan aset maksimal Rp 50 juta dan omset maksimal Rp 300 juta per tahun.

Sementara itu, untuk usaha kecil, menengah, dan atas, serta masyarakat yang tergolong mampu, diharapkan menggunakan LPG nonsubsidi Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg agar pendistribusian LPG subsidi lebih tepat sasaran.

Pertamina juga mengingatkan kepada para agen LPG untuk memastikan ketersediaan stok tabung LPG 3 kg di pangkalan, mengutamakan penjualan pangkalan kepada konsumen rumah tangga pra sejahtera, dan usaha mikro yang menjual LPG 3 kg sesuai dengan HET.

“Pertamina akan melakukan pembinaan jika terdapat lembaga penyalur atau pangkalan yang melakukan pelanggaran,” imbuh Eko.

Untuk informasi seputar produk dan layanan Pertamina, masyarakat dapat menghubungi Call Center 135.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.