Advertorial

Dukung Percepatan Masterplan Infrastruktur Gas Bumi Nasional, PGN Rencanakan Proyeksi Strategis

Kompas.com - 11/01/2021, 15:41 WIB
Para pekerja PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sedang memeriksa kondisi saluran pipa, Senin (11/1/2021). (Dok. Pertamina) Para pekerja PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sedang memeriksa kondisi saluran pipa, Senin (11/1/2021).

KOMPAS.com - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berkomitmen menjadi bagian dari solusi dalam berbagai peran yang diemban di bidang energi, khususnya untuk mengelola bisnis midstream dan downstream.

Adapun pengelolaan kedua bisnis tersebut guna menyalurkan gas bumi nasional dan mendukung percepatan penyelesaian masterplan infrastruktur gas di Indonesia.

Maka dari itu, PGN merencanakan proyeksi strategis yang akan direalisasikan melalui pengelolaan infarstruktur dan komersialisi gas bumi dalam jangka menengah pada 2021-2023.

Memasuki 2021, PGN bersiap untuk mengembangkan infrastruktur gas secara masif. Pertama, proyek pipaninasi gas bumi yang akan menjadi kunci penting dalam optimalisasi utilisasi gas bumi nasional.

Proyek pipanisasi yang ditargetkan selesai pada 2021-2023, di antaranya pipa minyak Rokan, pipa transmisi di Sumatera Bagian Utara dan Tengah, dan pipa integrasi South Sumatera West Java (SSWJ) – West Java Area (WJA).

Kemudian, pipa pemanfaatan gas untuk petrochemical, pipa transmisi di Kalimantan, pipa transmisi di Jawa Tengah (Jateng) dan distribusi Kendal – Semarang – Demak, serta pipa untuk pelanggan industri, komersial dan rumah tangga (jargas).

Senior Vice President Corporate Communication and Investor Relations (SVP Corcom & IR) PT Pertamina (Persero) Agus Suprijanto menjelaskan, PGN juga akan menyediakan gas bagi pemenuhan seluruh Kilang Pertamina.

“Salah satu target pada 2021 adalah penyelesaian program gasifikasi kilang di Balongan. Saat ini, gasifikasi Kilang Balongan eksisting telah dipenuhi melalui penyaluran gas dari PT Pertamina EP dan PT Pertamina Hulu Energi melalui pipa PT Pertamina Gas,” ujar Agus, dalam keterangan Kompas.com terima, Senin (11/1/2021).

Oleh karenanya, guna mempertahankan pemenuhan kebutuhan gas di Kilang Balongan, PGN akan terus mendukung pemenuhan kebutuhan untuk jangka panjang.

Dukungan tersebut sesuai dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) PGN melalui pembangunan interkoneksi pipa SSWJ dan WJA yang akan diselesaikan pada semester satu tahun 2021.

"Sedangkan pembangunan infrastruktur gas untuk memenuhi kebutuhan Kilang Balikpapan dalam jangka panjang melalui pipa gas Senipah – Balikpapan dan gasifikasi Kilang Cilacap akan dilakukan dengan memanfaatkan portofolio PGN dalam mengelola Liquefied Natural Gas (LNG),” jelas Agus.

Pada proyek ini, sambung Agus, PGN sedang menyiapkan pembangunan LNG Receiving Terminal Cilacap yang ditargetkan beroperasi pada semester II 2022.

Menyambung portofolio LNG, Agus mengaku, saat ini PGN juga tengah menjalankan program penugasan pemerintah.

Program tersebut berupa penyediaan infrastruktur dan gas bumi untuk 52 titik pembangkit listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Penyediaan infrastruktur dan gas bumi itu ditargetkan dapat selesai pada 2022, sebagai implementasi Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Kepmen ESDM) Nomor 13 Tahun 2020.

Adapun proyek PGN ini guna menyediakan energi listrik yang efisien dan menjadikan peluang bagi perusahaan untuk mengembangkan infrastruktur gas bumi di wilayah Indonesia Bagian Tengah dan Timur melalui LNG.

“Lalu tak kalah pentingnya, pembangunan proyek pipa transmisi minyak Rokan. Pembangunan itu, untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan produksi minyak dari Blok Rokan di 2021 dengan efisiensi pembiayaan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN),” ujar Agus.

Hal ini karena, lanjut dia, mengingat Blok Rokan merupakan back-bone produksi minyak bumi nasional, sekaligus salah satu blok minyak terbesar di Indonesia.

Target PGN lainnya

Selain berkomitmen mencapai target jangka menengah pada 2021-2023, PGN juga ingin meraih target-target operasi dan bisa menggenjot bisnis gas bumi.

“Tujuannya agar dapat lebih meningkatkan volume dan pemanfaatan gas bumi nasional pada umumnya,” imbuh Agus, seperti dalam keterangan tertulisnya yang Kompas.com terima.

Hal itu juga menyangkut peran PGN sebagai subholding gas Pertamina, serta pengelola 96 persen infrastruktur nasional dan 92 persen niaga gas bumi.

PGN sendiri akan terus mengupayakan yang terbaik dengan melaksanakan integrasi infrastruktur gas untuk ketahanan pasokan, efisiensi, dan tingkat layanan yang semakin baik ke seluruh wilayah Indonesia.

Tak hanya itu, dukungan dari seluruh stakeholder diharapkan dapat membantu PGN dalam upaya memperluas pengembangan infrastruktur dan layanan gas bumi.

Dukungan tersebut sebagai bagian dari solusi untuk menjaga kondisi perekonomian negara di masa pandemi dan memulihkan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pembangunan infrastruktur gas bumi ini penting untuk terus mendukung visi dan misi pemerintah dalam meningkatkan konsumsi gas domestik,” jelas Agus.

Maka dari itu, kata dia, dengan adanya keandalan infrastruktur dan jaminan ketersediaan gas bumi, maka akan memberikan keuntungan bagi PGN.

Adapun keuntungan yang diraih PGN, di antaranya dapat menarik investasi, meningkatkan daya saing khususnya di sektor industri dan mendorong multiplier effect untuk mendongkrak perekonomian nasional pasca-pandemi.