Advertorial

PPKM Diberlakukan, Pertamina Imbau Pelanggan Manfaatkan Layanan Pembayaran Nontunai dan Pesan Antar

Kompas.com - 14/01/2021, 16:08 WIB
 Petugas pesan antar dari Pertamina yang siap memasok BBM kepada pelanggan.

(Dok. Pertamina) Petugas pesan antar dari Pertamina yang siap memasok BBM kepada pelanggan.

KOMPAS.com – PT Pertamina (Persero) Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) mengimbau kembali kepada para pelanggan untuk menggunakan cashless atau transaksi nontunai melalui aplikasi MyPertamina.

Pelanggan juga dimbau untuk menggunakan layanan delivery service 135 untuk memesan produk bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG).

Anjuran tersebut ditetapkan menyusul Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali sejak Senin (11/1/2021) sampai Senin (25/1/2021).

Pejabat sementara (Pjs) Unit Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Regional JBT Marthia Mulia Asri mengatakan, selama PPKM di wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Pertamina tetap beroperasi dan menyalurkan BBM serta LPG kepada masyarakat.

“Tidak ada penghentian atau pembatasan operasional. Kami tetap melayani seperti biasa. Hanya saja, (kami) masih menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 di seluruh fasilitas Pertamina secara ketat,” ujar Marthia seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (14/1/2021).

Maka dari itu, tambah dia, Pertamina juga mengimbau seluruh konsumen agar menggunakan aplikasi MyPertamina dan LinkAja untuk bertransaksi di SPBU.

Terkait upaya pencegahan penyebaran Covid-19, Marthia menjelaskan, sejak awal pandemi pada 2020, pihaknya telah menerapkan penggunaan transaksi nontunai.

“Kami sudah terapkan aturan seperti (menggunakan aplikasi) MyPertamina maupun alat pembayaran nontunai lainnya yang berlaku di SPBU,” katanya. 

Sebagai informasi, layanan pesan antar atau Pertamina Delivery Service (PDS) untuk pembelian produk BBM dan LPG juga bisa digunakan oleh konsumen yang di rumah saja.

“Layanan PDS bisa digunakan dengan menghubungi kontak Pertamina 135,” ujar Marthia.

Adapun produk Pertamina yang dapat dilayani melalui program tersebut adalah Pertamax, Pertamax Turbo, Dex series, serta LPG bright gas ukuran 5,5 kilogram (kg).

Selain kesiagaan stok BBM dan LPG selama PPKM, Marthia turut menyampaikan kesiapan Pertamina dalam menyuplai avtur untuk pesawat.

“Untuk konsumsi avtur, saat ini cenderung menurun setelah Satuan Tugas (Satgas) Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021 Pertamina dibubarkan,” ujar Marthia.

Sebagai informasi, Pertamina sebelumnya membentuk Tim Satgas pengendalian dan pemantauan kelancaran penyaluran BBM dan LPG selama Nataru. Tim Satgas ini mulai beroperasi sejak Senin (7/12/2020) - Kamis (7/1/2021).

Tercatat, rata-rata penyaluran avtur di wilayah Jateng sekitar 142 kiloliter (kl) per hari. Sementara, saat Satgas Nataru bertugas kemarin mencapai 190 kl per hari.

Lebih lanjut, Marthia menambahkan, konsumsi avtur di wilayah Jateng saat ini sangat aman. Penggunaan avtur di Bandara Ahmad Yani Semarang berkisar pada angka 40 kl per hari, sedangkan Bandara Adi Soemarmo Surakarta sekitar 20 kl per hari.

“Seperti yang kami sampaikan sebelumnya, untuk stok avtur saat ini sangat aman dengan ketahanan stok hingga 50 hari,” imbuhnya.

Pertamina sendiri akan tetap menyiagakan stok BBM dan LPG di daerah yang menjalankan PPKM. Hal ini sekaligus untuk memonitor perkembangan kebutuhan BBM, LPG, dan avtur selama pelaksanaan pembatasan sosial.