Advertorial

Berjasa di Sektor Migas Nasional, Dirut Pertamina Diganjar Top CEO oleh Aramco

Kompas.com - 14/01/2021, 19:00 WIB
Direktur Umum (Dirut) PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati (DOK. Pertamina) Direktur Umum (Dirut) PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati

KOMPAS.com – Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati memperoleh penghargaan Top Chief Executive Officer (CEO) kategori Energy Refinery dalam ajang The Aramco Trading New Silk Road CEO of the Year 2020.

Nicke mendapat penghargaan tersebut karena dinilai pihak penyelenggara berhasil memimpin Pertamina mengembangkan industri pengelolaan minyak dan gas (migas) nasional di tengah tantangan pandemic Covid-19

Adapun penyelenggara ajang tersebut adalah perusahaan energi global Arab Saudi, The Aramco Trading.

Selain keberhasilan itu, Nicke juga dinilai memiliki catatan luar biasa dalam membangun kemajuan industri migas dan interkoneksi energi dari Kawasan Timur Tengah ke Asia.

Nicke mengatakan, penghargaan tersebut merupakan hasil dari kerja keras semua pekerja Pertamina. Terlebih, pada 2020, Pertamina mengalami triple shocks akibat dari pandemi Covid-19.

Triple shocks yang terjadi di antaranya harga minyak mentah dunia anjlok, penurunan permintaan bahan bakar minyak (BBM), dan depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS,” jelas Nicke dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (14/1/2021).

Namun, di tengah gempuran krisis tersebut, Pertamina tetap bisa berdiri dan melanjutkan target 2020.

Direkur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati memperoleh penghargaan Top CEO kategori Energy Refinery dari The Aramco Trading (DOK. Pertamina).

Lebih lanjut, Nicke menjelaskan, salah satu aspirasi Pertamina adalah menjadi perusahaan energi global terkemuka dengan nilai pasar mencapai 100 dollar Amerika Serikat (AS).

Untuk itu, Pertamina akan terus mengembangkan kilang-kilang minyak serta menyusun program pengembangan lain.

“(Hal ini) merupakan komitmen kami untuk memenuhi tugas yang dimandatkan oleh pemerintah, yakni fokus mendorong pembangunan kilang yang terintegrasi dengan petrokimia,” papar Nicke.

Pertamina, lanjut Nicke, saat ini juga sedang fokus mengembangkan green refinery dan energi baru terbarukan.

Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mengimplementasikan kerangka kerja lingkungan, sosial, dan pemerintah (ESG Framework) secara menyeluruh. Tujuannya, agar Pertamina bisa menjadi perusahaan yang lebih lincah, adaptif, dan berkelanjutan.

“Upaya ini sejalan dengan visi Pertamina untuk menjadi perusahaan migas kelas dunia yang mampu menjawab tantangan di era transisi energi,” ujar Nicke.

Dalam kesempatan tersebut, Nicke menambahkan, Pertamina akan terus mengoptimalkan penggunaan sumber energi domestik dengan membangun megaproyek Refinery Development Master Plan (RDMP) dan New Grass Root Refinery (NGRR).

“Proyek RDMP dan NGRR ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar kami untuk mewujudkan kemandirian dan kedaulatan energi nasional,” ujarnya.

Sebagai informasi, penghargaan CEO berprestasi tersebut merupakan event tahunan. Setiap tahunnya, pemimpin perusahaan energi internasional yang memiliki prestasi luar biasa di bidangnya akan dipilih sebagai yang terbaik.

Adapun penghargaan dari Aramco menambah prestasi Nicke sepanjang 2020. Sebelumnya, Dirut Pertamina ini telah dinobatkan sebagai Fortune’s 2020 Most Powerful Women International dan terdaftar dalam Forbes World’s 100 Most Powerful Women 2020.