Advertorial

Pertamina Pastikan Stok BBM di Mamuju dan Majene Aman, Masyarakat Diminta Tak Khawatir

Kompas.com - 17/01/2021, 13:14 WIB
 PT Pertamina memastikan stok BBM dan LPG di Kabupaten Mamuju dan Majene Sulawesi Barat (Sulbar) tetap aman pascagempa berkekuatan magnitude 6,5, Jumat (15/1/2020) (DOK. Humas Pertamia) PT Pertamina memastikan stok BBM dan LPG di Kabupaten Mamuju dan Majene Sulawesi Barat (Sulbar) tetap aman pascagempa berkekuatan magnitude 6,5, Jumat (15/1/2020)

KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) meminta masyarakat di Kabupaten Mamuju dan Majene Sulawesi Barat (Sulbar) tidak khawatir terhadap ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) usai gempa dengan kekuatan magnitudo 6,5 terjadi pada Jumat (15/1/2021).

Pertamina mengaku, stok BBM akan tetap tersedia di terminal BBM dan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di dua kabupaten tersebut.

Untuk memudahkan akses pembelian BBM, Pertamina menyiagakan dua unit mobile storage berkapasitas 16 kiloliter (kl) di daerah Malunda, Majene dan Tapalang, Mamuju, Sulbar, sehari setelah gempa bumi terjadi.

Senior Vice President PT Pertamina (Persero) Agus Suprijanto menjelaskan, dua unit mobile storage atau biasa disebut dengan SPBU Kantong disiagakan di dua SPBU di wilayah tersebut.

Langkah ini, menurut Agus, dilakukan Pertamina untuk mengoptimalkan pelayanan dan memastikan keandalan distribusi di 17 SPBU di Mamuju dan Majene.

"Selain menyiagakan 2 mobile storage BBM, Pertamina juga telah memberangkatkan 7 unit mobil tangki dari Terminal BBM Donggala ke Mamuju dan Majene untuk menjaga stok tetap aman," ungkap Agus dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com Minggu (17/1/2021).

Bahkan, lanjut dia, Pertamina juga menyiapkan tambahan pasokan BBM hingga 10 persen untuk Mamuju dan Majene dan memberangkatkan tambahan personil untuk memperkuat penyaluran di wilayah tersebut 

"Semua ini merupakan komitmen Pertamina untuk memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat Mamuju dan Majene," imbuhnya.

Selain memastikan stok BBM aman, Pertamina menjamin waktu operasional SPBU di dua kabupaten tersebut tetap berjalan normal. Untuk itu, ia meminta masyarakat tidak terpancing isu kekosongan BBM di SPBU.

"Terlebih sekarang sudah ada digitalisasi SPBU, sehingga stok BBM di setiap SPBU di Mamuju dan Majene terpantau dengan baik di dashboard command centre Pertamina," tegasnya.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan, dengan pelayanan BBM yang berjalan normal, pihaknya berharap dapat membantu masyarakat dan pemerintah dalam kegiatan pemulihan pascagempa.

"Khususnya pemerintah daerah dan pusat yang sedang menjalankan berbagai program pemulihan bencana. Kami akan membantu lewat pendistribusian BBM secara tepat dan aman," ujar Agus.

Apabila masyarakat menemui adanya kendala di lapangan terkait penyaluran BBM dan liquefied petroleum gas (LPG), maka dapat langsung menghubungi call center Pertamina 135 atau email ke pcc@pertamina.com.