Advertorial

Antisipasi Lonjakan Harga, Pertamina Imbau Masyarakat di Mamuju dan Majene Beli BBM di SPBU

Kompas.com - 17/01/2021, 21:29 WIB

KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) mengimbau masyarakat di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) resmi milik Pertamina.

Hal ini dilakukan demi mengantisipasi praktik penjualan di atas harga normal yang dilakukan pengecer usai gempa dengan kekuatan magnitudo 6,5 terjadi pada Jumat (15/1/2021).

Senior Vice President Corporate Communication and Investor Relations Pertamina Agus Suprijanto menegaskan, selain memiliki harga resmi, pemelian BBM di SPBU lebih terjamin baik kualitas maupun takarannya.

"Masyarakat tidak perlu khawatir, seluruh SPBU tetap buka dan melayani seperti biasa. Stok BBM di SPBU juga kami jamin aman," tegas Agus dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (17/1/2021). 

Bahkan, lanjut dia, Pertamina juga telah menyiagakan dua mobil tangki stand by berkapasitas total 32.000 liter di berbagai SPBU di wilayah Mamuju dan Majene.

Agus memastikan, seluruh SPBU di dua kabupaten tersebut akan tetap beroperasi serta menjual BBM dengan harga resmi sesuai ketentuan. 

"Masyarakat di Mamuju dan Majene diharapkan untuk tetap membeli BBM di SPBU resmi Pertamina untuk menghindari lonjakan harga yang dilakukan pengecer," seru Agus.

Selain itu, menurut penuturan Agus, Pertamina telah menyiapkan pula tambahan cadangan mobil tangki BBM sebanyak empat unit dengan total kapasitas 64 kiloliter (kl) yang diberangkatkan dari Kalimantan menuju Fuel Terminal Parepare.

“Ini merupakan komitmen Pertamina untuk memastikan ketersediaan BBM untuk masyarakat Mamuju dan Majene,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Pertamina juga meminta masyarakat waspada akan maraknya disinformasi (hoaks) mengenai kekosongan BBM di SPBU. 

"Tidak benar isu yang menyatakan kekosongan BBM di SPBU. Apalagi dengan digitalisasi SPBU yang sudah berjalan, stok BBM di setiap SPBU di wilayah Mamuju dan Majene terpantau dengan baik di dashboard command centre Pertamina," jelas Agus.

Lebih lanjut, Agus menambahkan, dengan pelayanan BBM yang berjalan normal, pihaknya berharap dapat membantu masyarakat dan pemerintah dalam kegiatan pemulihan pascagempa.

"Khususnya pemerintah daerah dan pusat yang sedang menjalankan berbagai program pemulihan bencana. Kami akan membantu lewat pendistribusian BBM secara tepat dan aman," ujar Agus.

Apabila masyarakat menemui adanya kendala di lapangan terkait penyaluran BBM dan liquefied petroleum gas (LPG), maka dapat langsung menghubungi call center Pertamina 135 atau email ke pcc@pertamina.com.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau