Advertorial

Jangan Asal Pilih, Berikut Tips Memilih Oli agar Mesin Mobil Lebih Awet

Kompas.com - 18/01/2021, 08:07 WIB
Ilustrasi mengganti oli mobil (Dok. Shutterstock/ Kenny CMK) Ilustrasi mengganti oli mobil

KOMPAS.com - Memiliki kendaraan pribadi seperti mobil tentu sangat membantu dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Sebab, perjalanan dengan mobil pribadi lebih nyaman dan fleksibel dari segi waktu.

Anda tak perlu khawatir soal cuaca buruk dan bisa pergi kapan saja tanpa perlu mengecek jam operasional kendaraan umum.

Akan tetapi, pemilik mobil pribadi harus mengerti perawatan yang baik agar kendaraan roda empat ini tetap nyaman dikendarai. Misalnya saja, perawatan pada mesin, ban dan kelistrikan.

Jika pemilik abai akan perawatan bagian-bagian tadi, dapat dipastikan kendaraannya tidak akan bertahan lama.

Salah satu hal yang tidak boleh dilupakan dalam merawat kendaraan adalah oli. Sebab, oli berfungsi untuk melindungi gesekan antarkomponen mesin sehingga tidak cepat aus. Bila komponen terlindung, suara mesin pun jadi halus.

Selain itu, oli juga membantu menahan panas berlebih pada mesin. Dengan demikian, mobil akan terhindar dari kondisi overheat.

Saat ini, beragam jenis oli beredar di pasaran. Meski begitu, bukan berarti Anda dapat memilihnya secara asal, terlebih untuk mobil kesayangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pasalnya, tiap oli memiliki spesifikasi dan kode produksi sesuai dengan standar internasional. Kode tersebut bertujuan untuk membedakan oli dan jenis kendaraan.

Maka dari itu, pilihlah oli yang sesuai dengan standar kendaraan Anda. Hal tersebut berfungsi untuk mencegah terjadinya kerusakan pada mesin.

Jika Anda bingung, simak tips berikut untuk mencegah terjadinya kesalahan memilih oli.

Pahami karakter mesin

Langkah pertama, Anda bisa memahami karakter mesin mobil. Caranya, pelajari secara terperinci informasi mesin yang ada di buku panduan.

Jika masih bingung, Anda bisa menanyakan kepada teman yang lebih paham, montir, atau mencari informasi di internet.

Hal ini penting dilakukan agar dapat menghindari kesalahan dalam memilih oli. Pasalnya, oli yang tak sesuai dengan karakteristik kendaraan akan membuat mesin tidak bertenaga.

Tingkat kekentalan

Pada dasarnya tingkat kekentalan oli dapat memengaruhi kinerja mesin. Meski begitu, pemilihan oli dengan kekentalan tertentu harus disesuaikan dengan karakter mesin.

Untuk mengetahui tingkat kekentalan pada produk oli, Anda bisa melihat kode pada kemasan.

Umumnya, terdapat dua kode internasional dari setiap produsen oli, yakni Society of Automotive Engineers (SAE) dan American Petroleum Institute (API).

Kode SAE berfungsi untuk mengetahui tingkat kekentalan. Semakin besar kode angka ini, semakin besar pula tingkat kekentalan olinya.

Sebagai contoh, biasanya pada kemasan oli akan tertulis SAE 10W-30. Huruf W merupakan singkatan dari winter.

Angka di depan huruf mengartikan tingkat kekentalan oli pada suhu dingin, sedangkan angka setelah huruf merupakan tingkat kekentalan oli pada suhu panas.

Jadi, pilih dengan bijak oli yang sesuai dengan kebutuhan. Misal produksi tahun mobil Anda sudah cukup lama, dianjurkan untuk memilih oli dengan tingkat kekentalan yang tinggi.

Jika Anda memaksakan oli yang tak sesuai kebutuhan, hal tersebut dapat membuat oli lebih cepat usang dan dapat merusak mesin.

Adapun kode API menunjukkan jenis penggunaan bahan bakar. Kode ini dapat menjadi acuan juga untuk memilih jenis oli yang sesuai.

Seperti API SN misal. Huruf S yang melambangkan Spark atau busi pada alfabet pertama merupakan jenis oli untuk bahan bakar bensin. sedangkan alfabet kedua menunjukkan kualitas aditif terbaru dari oli.

Semakin alfabetnya mendekati huruf Z, hal itu menunjukkan bahwa oli menggunakan aditif terbaru dengan kualitas lebih baik dari produk API service yang berada pada kode alfabet sebelumnya.

Jenis oli

Terdapat tiga jenis oli kendaraan yang beredar di pasaran, yaitu oli mineral, sintetis, dan semisintetis. Adapun oli sintetis memiliki formulasi yang lebih baik dari oli mineral dan semisintetis.

Akan tetapi, oli jenis ini umumnya memiliki tingkat kekentalan yang cukup rendah ataupun encer. Jadi, belum tentu cocok untuk semua jenis mobil.

Oleh karena itu, sebelum membeli, pastikan terlebih dahulu jenis oli tersebut untuk menghindari terjadinya kesalahan.

Pilih merek tepercaya

Selain menggunakan jenis oli yang sesuai, pilih juga oli yang cocok dengan karakteristik kendaraan.

Misalnya, kinerja kendaraan pabrikan asal Jepang akan lebih optimal jika menggunakan oli yang khusus dibuat dari negara yang sama.

Maka dari itu, Anda harus memilih oli dari merek tepercaya yang dirancang khusus untuk kondisi kendaraan. Seperti ENEOS contohnya.

ENEOS merupakan pelumas kendaraan yang diformulasi khusus untuk memenuhi kebutuhan pengendara di Indonesia dengan menyesuaikan kondisi lalu lintas dan iklimnya.

Pelumas ini diproduksi menggunakan standar mutu pabrikan Jepang dengan menyesuaikan kebutuhan kendaraan asal negeri sakura yang ada di Indonesia sehingga kualitasnya tidak diragukan lagi.

ENEOS dibuat dengan base oil premium sehingga perlindungannya sempurna di suhu dan kondisi kerja mesin yang ekstrem.

Produk OLI ENEOS (Dok. ENEOS) Produk OLI ENEOS

Oli yang diproduksi pabrikan Jepang ini memiliki berbagai varian. Jadi, pemilik mobil bisa memilah pelumas ENEOS sesuai kondisi dan karakter mesin.

Seperti produk ENEOS MOTOR OIL SAE 0W-20 SN Fully Shintetic. Oli jenis ini cocok untuk tipe kendaraan low cost green car (LCGC) yang membutuhkan oli lebih encer.

Oli jenis ini dirancang untuk keluaran mobil terbaru agar mesin bekerja maksimal.

Selain itu terdapat juga ENEOS MOTOR OIL SAE 10W-30 SN yang dapat digunakan untuk mesin berjenis bensin ataupun diesel.

Bagaimana? Mudahkan memilih oli berkualitas? Pastikan Anda menggunakan pelumas ENEOS agar mobil tetap awet.

Informasi lengkap mengenai rangkaian produk-produk pelumas ENEOS dapat Anda temukan di situs web resmi ENEOS Indonesia.