Advertorial

Lewat Festival Ini, Para Ibu Siap Bersaing di Dunia Digital

Kompas.com - 21/01/2021, 00:00 WIB
 Festival Mimpi Ibu yang digelar oleh komunitas Ibu Punya Mimpi (Dok. Ibu Punya Mimpi) Festival Mimpi Ibu yang digelar oleh komunitas Ibu Punya Mimpi

KOMPAS.com – Ekonomi digital kian perlu dikembangkan. Sebab, 70 persen populasi di seluruh dunia telah tersentuh tren digitalisasi, sebagaimana terungkap dalam survei yang dilakukan Google, Temasek, dan Bain and Company pada 2017.

Dalam mengembangkan ekonomi digital, otomatis pemahaman akan ranah tersebut juga diperlukan. Kemampuan ini mesti dimiliki semua orang, termasuk kaum perempuan.

Sayangnya, hanya sedikit perempuan yang melek digital. Jumlahnya 17 persen dari total temuan di atas. Kondisi itu diperparah dengan stigma kehidupan dunia kerja technology startup tidak mengenal waktu. Bagi para ibu, hal tersebut terasa memberatkan.

Padahal, digitalisasi juga punya dampak positif, terutama bagi pelaku usaha. Hal tersebut mendasari penyelenggaran Festival Mimpi Ibu oleh komunitas Ibu Punya Mimpi pada 14 hingga 22 Desember 2020.

Dengan mengusung tema “Digitalisasi Bisnis Ibu”, acara berformat web seminar (webinar) dan dihadiri lebih dari 500 peserta itu berhasil membuat para ibu lebih berani dan percaya diri masuk ke dunia digital.

Selain workshop bersama pembicara ahli, kegiatan dimeriahkan dengan bazar virtual dan kompetisi “Digitalisasi Bisnis”. Lewat kontes tersebut, para ibu ditantang membuat sebuah situs web dalam waktu seminggu.

Country Specialist Lead Google Indonesia Andra Winatama yang menjadi juri kontes tersebut mengaku tak menyangka dengan antusiasme peserta.

“Luar biasa sekali melihat para ibu bisa menaklukkan tantangan dan membuat website yang mengagumkan. Saya turut bangga dengan pencapaian para ibu,” kata Andra dalam rilis yang diterima Kompas.com, Senin (19/1/2021).

Di sisi lain, salah satu pendiri komunitas Ibu Punya Mimpi, Marisa Paramita menyatakan, pihaknya berencana untuk melaksanakan kembali Festival Mimpi Ibu pada April 2021.

“Kami percaya, ketika ibu bisa lebih diberdayakan untuk masuk ke dunia digital, secara otomatis kita juga membantu perekonomian lebih berkembang lagi,” kata Marisa.

Sembari menunggu festival diselenggarakan kembali, Marisa menyarankan agar para ibu bergabung dalam forum rumii.ibupunyamimpi.org.

“Dalam forum itu, para ibu bisa belajar bisnis online sekaligus saling menguatkan satu sama lain,” kata Marisa.

Sebagai informasi, Ibu Punya Mimpi adalah forum diskusi online untuk para ibu bertukar informasi dan ilmu, serta memperluas jejaring bisnis.

Bukan itu saja. Komunitas hasil inisiasi Marisa dan Fathya Artha Utami tersebut juga memberi dukungan dalam bentuk beasiswa belajar bisnis dan program akselarasi bagi anggota yang telah memiliki bisnis.

Sejak berdiri pada April 2020, Ibu Punya Mimpi telah memiliki 1.500 anggota. Ke depan, forum ini akan terus mengembangkan alat bantu lain guna mendukung para ibu terus berani mewujudkan mimpinya memiliki bisnis.