Advertorial

Mengusung Tema Hati Terbuka bagi Semesta, Unpar Rayakan Hari Jadi ke-66

Kompas.com - 21/01/2021, 21:32 WIB
 Pengurus Yayasan Unpar pada Dies Natalis Unpar ke-66 (Dok. Unpar) Pengurus Yayasan Unpar pada Dies Natalis Unpar ke-66

KOMPAS.com - Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) merayakan Hari Jadi ke-66 pada Senin (18/1/2021). Acara ini diadakan secara hybrid, yakni melalui tatap muka langsung dan virtual.

Adapun acara seremonial tatap muka langsung dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan ketat dan dihadiri oleh rektor serta jajaran pimpinan universitas dan fakultas. Acara tersebut juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube milik Unpar.

Pada dies natalis tahun ini, Unpar mengangkat tema “Hati Terbuka Bagi Semesta”. Melalui tema ini, Unpar ingin mendorong dan mengajak keluarga besar universitas asal Bandung tersebut untuk meningkatkan kepedulian dan merangkul semua lapisan masyarakat dalam persaudaraan kemanusiaan.

Acara tersebut dibuka dengan sambutan pengurus Yayasan Unpar Pastor Basilius Hendra Kimawan OSC. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak warga Unpar untuk terus berkontribusi kepada masyarakat.

Rektor Unpar Mangadar Situmorang PhD juga turut memberikan sambutan sekaligus memaparkan laporan perkembangan Unpar.

Dies Natalis Unpar tahun ini juga diisi dengan orasi ilmiah yang disampaikan oleh Dekan Fakultas Filsafat Unpar Dr Theol Leonardus Samosir OSC. Ia memaparkan orasi berjudul “Fratelli Tutti” yang bermakna persaudaraan tanpa sekat.

Menurut Pastor Leo, manusia tidak dapat hidup, berkembang, dan mencapai kesempurnaan kecuali dengan memberikan bantuan yang tulus kepada manusia lain.

“Kalimat tersebut merupakan cerminan dari kultur perjumpaan yang menyatakan bahwa kasih adalah satu hal yang dapat menghapuskan sekat-sekat antarmanusia,” ujar Pastor Leo melalui rilis resmi yang diterima Kompas.com, Kamis (21/1/2021).

Sebagai lembaga perguruan tinggi, tambah Pastor Leo, Unpar akan melahirkan manusia yang bergabung dengan manusia lainnya serta membentuk komunitas.

“Persaudaraan tanpa sekat adalah sesuatu yang perlu dipahami untuk menjalani kehidupan dalam komunitas dan perkumpulan. Dengan begitu, seluruh warga Unpar dapat memberikan sesuatu kepada masyarakat,” jelas Pastor Leo.

Dalam kesempatan tersebut, Unpar turut memberikan penghargaan bagi mahasiswa sarjana dan diploma yang sudah terpilih pada ajang pemilihan mahasiswa berprestasi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) 2020.

Penghargaan juga diberikan pada dosen, staf, fakultas, jurusan, program studi, dan pengelola jurnal.

Sebagai informasi, acara turut dihadiri Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Prof Uman Suherman, Menteri Riset dan Teknologi Kepala Badan Riset Nasional (Ristek/BRIN) Profesor Bambang Brodjonegoro, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana, dosen, mitra, dan alumni Unpar.