Advertorial

Gandeng YKMI, PT CPI Aktifkan Kelurahan Siaga Covid-19 di Pekanbaru dan Bengkalis

Kompas.com - 22/01/2021, 16:59 WIB

KOMPAS.com – Kesadartahuan dan peran aktif masyarakat dibutuhkan dalam menekan penyebaran Covid-19. Karena itulah, PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) mendorong pemberdayaan Tim Kelompok Kerja (Pokja) Kelurahan Siaga Covid-19 di tiga kecamatan yang tersebar di Kota Pekanbaru dan Bengkalis, Riau.

Langkah proaktif yang dijalankan PT CPI itu merupakan wujud dukungan kepada pemerintah dalam meningkatkan kepedulian dan perubahan perilaku masyarakat menuju kebiasaan baru yang lebih sehat.

Adapun sebanyak 24 Tim Pokja Kelurahan Siaga Covid-19 di Pekanbaru dikukuhkan langsung oleh Wali Kota Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT, Kamis (21/1/2021).

Seluruh anggota pokja itu merupakan perwakilan dari beberapa wilayah di Kecamatan Rumbai dan Rumbai Pesisir. Setiap pokja beranggotakan 15 orang yang mewakili berbagai unsur masyarakat, seperti tokoh masyarakat, kader kesehatan, pengurus RT/RW, guru, pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK), dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas).

Berbeda lagi dengan pemberdayaan Kelurahan Siaga Covid-19 yang dilaksanakan di Kecamatan Mandau, Bengkalis, Riau.

Dalam pelaksanaan program tersebut, PT CPI menggandeng Yayasan Kemanusiaan Madani Indonesia (YKMI) sebagai mitra pelaksana.

”Segala bentuk upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19 merupakan hal yang bermakna bagi masyarakat. Mari sama-sama kita putus rantai penyebaran Covid-19, salah satunya dengan pengukuhan Tim Pokja Kelurahan Siaga Covid-19 ini,” ucap Firdaus dalam rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (22/1/2021).

Selain pengukuhan tim pokja kelurahan, PT CPI dan YKMI juga menyerahkan secara simbolis 800 paket hygiene kit dan 20 unit sarana cuci tangan portabel.

Hygiene kit tersebut terdiri dari sabun cuci tangan, sabun mandi, sampo, masker, hand sanitizer, dan handuk yang akan dibagikan kepada masyarakat. Sementara itu, sarana cuci tangan portabel akan dipasang di berbagai fasilitas umum, seperti kantor kelurahan, kantor camat, puskesmas, sekolah, atau rumah ibadah.

”Pembentukan Kelurahan Siaga Covid-19 merupakan bentuk kontribusi perusahaan kami untuk turut membangun kesadartahuan dan mendorong peran serta masyarakat dalam mencegah penularan Covid-19. Mari kita lindungi diri, keluarga, dan orang-orang di sekitar kita,” tutur GM Corporate Affairs Asset PT CPI Sukamto Tamrin.

Sebelum dikukuhkan, para anggota Pokja telah dibekali pengetahuan untuk memperkuat kampanye Gerakan 4M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari keramaian, kepada masyarakat di kelurahan masing-masing.

Dengan begitu, kepedulian bersama dan partisipasi masyarakat diharapkan semakin tumbuh dalam mencegah penyebaran Covid-19.

“Sejauh ini, kami merasa sangat terbantu atas dukungan berbagai pihak, khususnya Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru, pihak kecamatan, puskesmas, aparat kelurahan, dan berbagai elemen masyarakat lain yang sangat kooperatif,” kata Program Manager YKMI Tatang Husaini.

Untuk diketahui, program Pemberdayaan Kelurahan Siaga Covid-19 merupakan bagian dari Program Chevron untuk Riau Sehat Sejahtera (Cherish) yang dijalankan PT CPI.

Terdapat dua kegiatan utama yang dilaksanakan di bawah program Cherish tersebut, yakni program Ketahanan Pangan dan Pembangunan Sumur Air Bersih. Kedua program ini didesain untuk mendukung program pemerintah dalam menanggulangi dampak pandemi Covid-19 dengan total bantuan mencapai Rp 11,6 miliar.

Sebelumnya, PT CPI bersama SKK Migas juga telah menyalurkan lebih dari 2.000 pakaian dekontaminasi (hazmat), 99.000 masker, 6.000 botol hand sanitizer, 73 tempat tidur dan matras medis, termometer inframerah, serta 8.050 paket sembako. Seluruh bantuan itu disalurkan melalui gugus tugas di tingkat kabupaten, kota, dan provinsi.

Sebagai informasi, acara pengukuhan Tim Pokja Kelurahan Siaga Covid-19 di Pekanbaru dan Bengkalis juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru Muhammad Noer, Ketua Satgas Covid-19 Pekanbaru Zarman Candra, dan Spesialis Pratama Pendukung Bisnis SKK Migas Sumbagut Yanin Kholison.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau