Advertorial

Rutin Konsumsi Zinc, Vitamin B, C, dan E Bantu Tangkal Gejala Covid-19

Kompas.com - 26/01/2021, 14:26 WIB
 Ilustrasi tenaga kesehatan dalam penanganan Covid-19 (Dok. Shutterstoc/ Pordee_Aomboon) Ilustrasi tenaga kesehatan dalam penanganan Covid-19

KOMPAS.com – Pandemi Covid-19 masih berlangsung sampai saat ini. Menurut data Covid19.go.id, per Rabu (20/1/2021), jumlah orang yang terinfeksi virus SARS-CoV-2 mencapai 939.948 dengan total kematian hingga 26.857 jiwa. 

Untuk menangani dan mencegah Covid-19, pemerintah bersama perhimpunan dokter membuat Pedoman Tata Laksana Covid-19.

Pada edisi 3 pedoman yang dirilis pada Desember 2020 tersebut, salah satu yang diatur adalah terapi pengobatan dan pencegahan Covid-19. Beberapa asupan gizi yang bisa ditambahkan antara lain vitamin C, B, E, dan zinc. Nutrien-nutrien tersebut dinilai mampu meningkatkan kekebalan tubuh.

Seperti diketahui, vitamin C punya segudang manfaat yang berguna bagi tubuh.

Vitamin C merupakan nutrien yang dibutuhkan untuk meningkatkan dan menjaga imunitas tubuh dengan cara membantu memproduksi sel darah putih.

Vitamin C juga dapat meningkatkan aktivitas fagosit, sel yang berfungsi mengatasi bakteri dan partikel berbahaya.

Selain itu, vitamin C juga mendorong pertumbuhan dan penyebaran limfosit, sejenis sel kekebalan untuk meningkatkan antibodi yang berperan mengatasi zat asing atau berbahaya di dalam darah.

Fungsi lain vitamin C juga mampu menjaga struktur tulang, penyerapan zat besi, hingga menjaga kulit tetap sehat.

Ini berkaitan dengan fungsinya sebagai antioksidan, yakni dapat memperbaiki jaringan serta mengurangi kerusakan akibat peradangan dan oksidasi

Terkait menyembuhkan penyakit, dilansir dari healthline.com, Kamis (2/4/2020), konsumsi vitamin C dalam dosis tinggi dapat mengurangi peradangan paru-paru pada penyakit pernapasan parah yang disebabkan oleh H1N1 atau virus lain. 

Tak kalah dengan vitamin C, vitamin B juga penting dikonsumsi. Pasalnya, nutrisi kompleks ini mampu membantu menjalankan fungsi tubuh, memastikan kinerja sistem saraf, dan sebagai pemecah nutrisi yang dapat mengubahnya menjadi sumber energi.

Khusus vitamin E, nutrisi ini berperan membantu mencegah penyumbatan pembuluh darah, mengurangi risiko terkena kanker, meningkatkan metabolisme, mendukung fungsi penglihatan, reproduksi, serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Urusan meningkatkan daya tahan tubuh juga bisa dilakukan dengan mengonsumsi mineral, seperti zinc. Sayangnya, masih sedikit orang mengonsumsi nutrisi tersebut.

Diberitakan Kompas.com, Jumat (23/10/2020), kekurangan zinc dapat menyebabkan penurunan fungsi metabolisme.

Kinerja 300 enzim yang menunjang fungsi organ juga menjadi terganggu. Akibatnya, risiko seseorang untuk terinfeksi penyakit, termasuk Covid-19 menjadi meningkat.

Selain itu, kekurangan mineral tersebut juga dapat meningkatkan risiko peradangan sistemik, terhambatnya proses menyusui, bahkan kematian.

Ada juga beberapa masalah kesehatan lain yang tanpa disadari sebenarnya disebabkan oleh kekurangan zinc, seperti lamanya penyembuhan jerawat, fungsi neurologis yang buruk, hingga rambut rontok.

- -

Penuhi asupan multivitamin dan zinc

Guna menghindari masalah yang timbul akibat defisiensi vitamin C, B, E, dan zinc, setiap orang dianjurkan untuk memenuhi asupan dari masing-masing nutrien tersebut.

Adapun kebutuhan harian untuk vitamin C sekitar 90 miligram (mg), vitamin B kompleks 1,2 mg, dan vitamin E 50 mg.

Khusus zinc, asupan yang dibutuhkan setiap orang ditentukan berdasarkan usia. Pada anak-anak, kebutuhannya mencapai 5 mg per hari.

Sementara orang dewasa dianjurkan mendapat asupan sebesar 11 mg untuk pria dan 8 mg untuk wanita.

Zinc sebenarnya bisa ditemukan pada makanan, seperti tiram yang tiap 100 gramnya mengandung 78 mg zinc, daging sapi sebesar 12 mg, dan gandum yang memiliki 16 gram kandungan zinc per 100 mg penyajian.

Nutrien tersebut juga dapat ditemukan pada susu. Segelas susu dapat memenuhi 9 persen kebutuhan zinc per hari.

Jika kebutuhan zinc tidak bisa dipenuhi lewat konsumsi bahan alami, Anda dapat memenuhi asupan nutrisi tersebut dengan mengonsumsi suplemen seperti Zegavit.

Selain mengandung zinc 20 mg, Zegavit juga mengandung vitamin E 30 IU, vitamin C 750 mg, vitamin B1 HCL 15 mg, vitamin B2 15 mg, Niacinamide 100 mg, vitamin B6 25 mg, vitamin B12 12 mcg, Folic Acid 0.4 mg, kalsium 20 mg, dan Pantothenic Acid 20 mg.

Hanya dengan dosis satu kaplet Zegavit per hari, Anda sudah dapat memenuhi kebutuhan zinc dan beragam vitamin yang dibutuhkan tubuh.

Selain itu, gangguan metabolisme dan penyerapan makanan juga dapat diperbaiki.

Agar lebih optimal, jangan lupa terapkan pola makan teratur, istirahat cukup, dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Ingat, menjaga kesehatan diri sendiri sama dengan melindungi orang lain dari risiko penularan.