Advertorial

Wujudkan Ketahanan Energi Masa Depan, Pertamina “Upgrade” Kilang-kilang di Indonesia

Kompas.com - 27/01/2021, 18:56 WIB

KOMPAS.com – PT Pertamina (Persero) memastikan bahwa investasi proyek strategis pada seluruh lini bisnis tetap berjalan meski perekonomian global diterpa triple shock akibat pandemi Covid-19.

Hal tersebut dilakukan untuk mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi nasional di masa depan. Lewat pembangunan proyek strategis, Pertamina dapat menjaga dan meningkatkan produksi minyak dan gas, serta produk energi nasional pada beberapa tahun ke depan.

Untuk mewujudkan ketahanan energi nasional di masa depan, Pertamina melalui Subholding Refining and Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) berkomitmen melaksanakan upgrading kilang-kilang di Indonesia melalui proyek Refinery Master Development Program (RDMP).

Proyek tersebut akan meningkatkan kapasitas kilang, memperbaiki kualitas produk, dan menurunkan harga pokok produksi bahan bakar minyak (BBM). Dengan demikian, sektor hulu migas akan mendorong peningkatan devisa serta penerimaan pajak.

Sepanjang 2020, PT KPI telah menyatukan energi dan sumber daya yang ada untuk menjalankan proyek-proyek strategis. Proyek-proyek tersebut adalah RDMP Balikpapan, RDMP Cilacap and Biorefinery, RDMP Balongan Phase 1, 2, dan 3, RDMP Plaju dan Green Refinery (Biorefinery) .

Corporate Secretary Subholding Refining and Petrochemical PT KPI Ifki Sukarya menyampaikan, salah satu proyek strategis nasional yang berdampak besar adalah proyek RDMP Balikpapan dan Lawe-lawe.

Dua RDMP tersebut, kata Ifki, merupakan salah satu proyek terbesar Pertamina dengan nilai mencapai 6,5 miliar dollar AS. RDMP Kilang Balikpapan saat ini juga telah mengalami kemajuan pembangunan fisik sebesar 27,99 persen.

“Proyek berjalan dengan protokol kesehatan yang ketat, di samping juga turut mendorong program pemulihan ekonomi karena menyerap lebih dari 5.000 tenaga kerja saat ini," ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (27/1/2021).

Ifki mengatakan, pengerjaan proyek Pertamina memberikan multiplier effects atau efek berantai untuk kehidupan masyarakat.

“Terutama pada penyerapan tenaga kerja dengan estimasi mencapai 15.000 pekerja pada masa puncak fase konstruksi dan 600 hingga 800 pekerja ketika sudah beroperasi, serta target penyerapan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) adalah 35 persen,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ifki menjelaskan, RDMP Balikpapan akan meningkatkan kapasitas produksi Kilang RU V Balikpapan dari 260 thousand barrels per day (kbpd) menjadi 360 kbpd. Kilang tersebut juga akan menghasilkan produk-produk berkualitas yang memenuhi standar Euro V.

Adapun produk standar Euro V memiliki sejumlah keunggulan, yaitu bahan bakar lebih berkualitas, ramah lingkungan, dan efisien. Dengan demikian, keberadaan RDMP Balikpapan akan memberikan manfaat bagi masyarakat luas karena mendorong terciptanya kualitas udara dan lingkungan hidup yang lebih baik di Indonesia.

“Kilang Pertamina Internasional berkomitmen untuk menyelesaikan pencapaian proyek strategis nasional dengan memperhatikan kebutuhan energi nasional akan produk ramah lingkungan,” sebutnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau