Advertorial

Kolaborasi Sosial Berskala Besar Human Initiative dan Pemerintah Jakarta Hasilkan Mobile Lab untuk Deteksi Virus Corona

Kompas.com - 29/01/2021, 20:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Organisasi kemanusiaan Human Initiative bersama NAMA Foundation dan Agile Innovation Labs (Ai-Labs) menyerahkan Mobile Lab Test Polymerase Chain Reaction (PCR) Covid-19 Bio Safety Level (BSL) 2 kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Kamis (28/1/2021).

Acara penyerahan mobile lab tersebut dilakukan secara hybrid, yakni virtual dan tatap muka, di Balai Kota DKI Jakarta dengan menerapkan protokol kesehatan.

Nantinya, mobile lab hasil kolaborasi sosial berskala besar (KSBB) tersebut ditujukan untuk kegiatan tes PCR bagi masyarakat Jakarta.

Menurut Presiden Human Iniative Tomy Hendrajati, dibutuhkan kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak untuk menekan angka penyebaran virus corona.

Karena itulah pihaknya bersama dengan Ai-Labs dan NAMA Foundation tergerak untuk mendukung pemerintah melalui pemberian mobile lab.

“Dengan adanya mobile lab ini, semoga bisa membantu tenaga kesehatan dalam melakukan pengecekan terhadap masyarakat,” jelas Tomy yang hadir di Balai Kota.

Ia menambahkan, pihaknya akan memberikan 3 unit mobil container beserta alat pendukung seperti PCR kit dan seperangkat alat lab.

“Semoga apa yang telah kami berikan ini bisa mampu memberi kontribusi yang berarti dan bermanfaat untuk masyarakat luas,”

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang hadir secara langsung mengapresiasi pemberian mobile lab tersebut.

Anies mengatakan, tiga unit mobile lab yang diberikan dapat membantu Pemprov DKI dalam mengendalikan penyebaran Covid-19 di Ibu Kota.

“Hasil yang kami dapat sekarang harus melalui proses yang panjang. Jadi, izinkan saya beserta staf Pemerintah DKI Jakarta untuk mengucapkan terima kasih kepada Human Initiative, NAMA Foundation, dan Agile Innovation Labs (Ai-Labs). Mereka telah bekerja keras selama berbulan-bulan,” ujar Anies.

Anies berharap, mobile lab dapat membantu tenaga kesehatan dalam pengecekan Covid-19 di DKI Jakarta dan mempermudah jangkauan untuk melakukan tes PCR di wilayah zona merah.

“Memang lab-nya ini kan mobile karena pada prinsipnya ingin bisa ditempatkan di mana saja. Mobile lab ini akan ditempatkan di tiga rumah sakit umum daerah (RSUD) yang berada di Tanah Abang, Koja, dan Budi Asih,” jelas Anies.

Mobile Lab PCR Test Covid-19 BSL-2 akan berkeliling di sekitar masing-masing rumah sakit tersebut untuk memproses sampel swab test dari masyarakat setempat.

Anies mengatakan, kapasitas testing yang tinggi dibutuhkan untuk memotong mata rantai penularan Covid-19 di Jakarta. Menurutnya, saat ini Jakarta sudah melampaui kapasitas tersebut.

“Dari WHO kan mengharuskan 1.000 orang tes per satu juta penduduk. Jakarta sudah melakukan tes kepada 243.000 orang setiap minggu. Dengan angka ini kan jadi lebih banyak yang terselamatkan karena bisa tahu datanya,” ucapnya.

Anies mencontohkan pengalamannya saat terpapar virus corona. Saat itu, untuk memutus rantai penularan, ada sekitar 130 orang yang harus dites karena berinteraksi dengannya.

Anies berharap, selain membantu pemerintah dalam memotong penyebaran virus corona, keberadaan mobile lab juga dapat mempererat kerja sama yang sudah terjalin.

“Saya berharap kerja sama ini tak hanya berlangsung di masa pandemi, tetapi juga dapat menjadi media bagi semua masyarakat untuk semakin menguatkan rasa persaudaraan yang ada,” kata Anies.

Apresiasi Gubernur DKI Jakarta diterima dengan baik oleh Direktur Utama Ai-Labs Anton Herutomo yang hadir secara virtual melalui Zoom.

“Terima kasih banyak untuk Pemerintah Jakarta sudah berkenan menerima apa yang sudah kami bangun selama ini," kata Anton.

Ia menambahkan, mobile lab yang dibuat pihaknya bersama dengan Human Initiative dan NAMA Foundation merupakan hasil dari gerakan swadaya masyarakat.

“Selain itu, mobile lab ini juga hasil dari kumpulan individu yang bergabung di komunitas dan sebagian besar lagi merupakan bantuan dari Human Initiative dan NAMA Foundation,” ucap Anton.

Ia berharap, kerja sama yang sudah terjalin ini dapat berlangsung dengan baik ke depannya dan membawa manfaat untuk masyarakat.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau