Advertorial

Dukung Nutrisi sejak Usia 40 Tahun, Ini Alasan Penting Konsumsi Susu

Kompas.com - 30/01/2021, 21:03 WIB
Ilustrasi: Dok. Shutterstock Ilustrasi: Dok. Shutterstock

KOMPAS.com - Usia 40 tahun merupakan periode penting untuk mulai menyesuaikan gaya hidup agar tetap sehat dan bugar. Hal ini bisa dilakukan dengan mengonsumsi susu sebagai pelengkap nutrisi dari makanan.

Sejak lama, susu dikenal sebagai bahan makanan yang sehat karena kaya akan nutrisi. Sebagai persiapan memasuki usia emas, orang dewasa usia 40 tahun ke atas perlu menjadikan susu sebagai sumber protein dan kalsium harian.

Manfaat konsumsi susu pun beragam, antara lain menurunkan risiko Alzheimer, diabetes, jantung, dan menjaga massa otot. Informasi lebih lengkap bisa dilihat dari penjelasan berikut.

Turunkan risiko Alzheimer

Kandungan kalsium pada susu tidak hanya bermanfaat untuk menjaga kesehatan tulang, tetapi juga kesehatan otak.

Sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of The American College of Nutrition (2015) menyebutkan, selain memperkokoh tulang, konsumsi susu bisa mencegah penurunan fungsi otak yang dikaitkan dengan penyakit Alzheimer.

Orang tua yang mengonsumsi susu memiliki tubuh dengan antioksidan glutathione yang lebih tinggi. Antioksidan ini berperan untuk melindungi otak dari serangan reactive oxygen species dan radikal bebas yang dapat merusak sel otak.

Jika dikonsumsi secara rutin dan teratur, susu dapat membantu menurunkan risiko terkena Alzheimer saat seseorang memasuki masa lanjut usia (lansia).

Turunkan risiko diabetes

Mengonsumsi susu dan produk olahannya dinilai membantu menurunkan risiko terkena diabetes. Pasalnya, kandungan gizi dalam susu dapat mencegah sindrom metabolik.

Untuk diketahui, sindrom metabolik merupakan salah satu pemicu diabetes. Umumnya, seseorang mengalami sindrom metabolik bila merasakan gangguan kesehatan, seperti peningkatan tekanan darah, kenaikan kadar gula darah, kolesterol, penumpukan lemak di sekitar pinggang, dan trigliserida, secara bersamaan.

Dalam publikasi jurnal BMJ Open Diabetes Research & Care (2014), mengonsumsi susu dan produk turunannya, seperti keju dan yoghurt yang memiliki kandungan lemak utuh jauh lebih baik bagi kesehatan dibandingkan mengonsumsi susu rendah lemak.

Riset terhadap 147.812 orang di 21 negara itu juga menyebut, konsumsi setidaknya dua porsi olahan susu per hari mampu menurunkan risiko terkena sindrom metabolik sebesar 24 persen jika dibandingkan tidak mengonsumsi susu sama sekali.

Bila mengonsumsi dua porsi susu dengan lemak utuh per hari, risiko terkena sindrom metabolik dapat diturunkan hingga 28 persen.

Kesehatan jantung

Kadar kolesterol yang tinggi dalam darah merupakan penyebab utama terjadinya serangan jantung.

Karenanya, memperbaiki pola makan, mengonsumsi makanan sehat, dan susu dapat meminimalisasi risiko terkena serangan jantung. 

Sebagai informasi, susu sapi merupakan salah satu sumber kalium. Saat asupan kalium dalam tubuh meningkat dan kadar sodium menurun, risiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah bisa berkurang.

Menjaga massa otot

Berkurangnya massa otot adalah salah satu masalah yang kerap dihadapi seseorang saat memasuki usia 40 tahun ke atas.

Bila massa otot berkurang, metabolisme tubuh pun jadi tak berjalan dengan baik. Akibatnya, berat badan bisa naik dan dapat memicu penyakit osteoporosis.

Kondisi ini bisa dicegah dengan mengonsumsi susu. Sebab, susu mengandung protein yang tinggi. Mengonsumsi susu dan mengimbanginya dengan berbagai macam aktivitas fisik yang sesuai dengan kondisi tubuh dinilai mampu meningkatkan massa otot.

Nah, itulah empat alasan pentingnya konsumsi susu. Mengingat ragam manfaatnya, tak ada salahnya memasukkan susu dalam daftar suplemen kalsium harian agar tubuh tetap sehat. Begitu juga jika ada anggota keluarga yang sudah berusia lanjut.

Bagi orang tua, mengonsumsi produk susu dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Selain itu, perlu juga menjaga asupan di masa pemulihan setelah sakit.

Adapun produk susu yang dapat memenuhi kebutuhan kalsium pada lansia sekaligus memenuhi asupan protein dan vitamin penting guna mendukung masa pemulihan adalah Goldsure by Ensure. Orang tua yang mengalami sakit dapat mengonsumsi susu ini dengan pengawasan dokter (harus dengan resep dokter).

Saat ini, Abbott telah berinovasi dengan zat gizi hidroxy methylbutirate (HMB) dan juga formula triple protein yang telah dilakukan klinis untuk kekuatan, daya tahan tubuh, dan mendukung pemulihan.

Selain itu, HMB adalah metabolit aktif dari asam amino leusin yang terbukti menurunkan pemecahan protein dengan peneliatian yang telah dilakukan oleh Abbott sekaligus dapat membantu mencegah hilangnya massa otot pada kondisi tertentu pada orang dewasa, terutama yang berusia lanjut.

Triple protein dalam formula produk Abbott merupakan protein berkualitas perpaduan dari protein whey, kasein, dan soya yang mudah diserap, dicerna, dan dapat bertahan lama di dalam tubuh. Triple protein berperan untuk bantu meningkatkan sintesa protein di dalam tubuh sesuai hasil penelitian Abbott.

Goldsure by Ensure juga mengandung padat energi (1 kkal/ml), omega 3 & 6, 14 vitamin & 9 mineral, sumber serat fructo-oligosaccharides (FOS), tinggi kalsium, rendah laktosa, serta memiliki rasa yang enak.

Kandungan-kandungan tersebut menjadikan Goldsure by Ensure sebagai susu bernutrisi tepat untuk lansia yang sedang dalam masa pemulihan setelah sakit.

Untuk mengetahui informasi lebih lengkap seputar Goldsure by Ensure bisa klik di sini https://www.ensure.co.id/goldsure.