Advertorial

Dari Penyintas Jadi Penyelamat, Ini Kisah Pekerja Pertamina Donorkan Plasma Konvalesen

Kompas.com - 30/01/2021, 21:26 WIB

KOMPAS.com – Berbagai situasi sulit telah dihadapi para pekerja Pertamina Grup yang sebelumnya telah terpapar Covid-19.

Pasalnya, dalam kondisi terpapar Covid-19, mereka telah berupaya mengatasi rasa takut dan berjuang meningkatkan daya tahan tubuh hingga akhirnya dinyatakan sembuh. Mereka kini menjadi penyintas Covid-19.

Atas kesembuhan yang dialami, pekerja Pertamina bertekad membantu masyarakat yang terpapar Covid-19 untuk berjuang menaklukkan virus yang menyerang salurang pernafasan itu.

Bahkan, mereka kini aktif dalam gerakan “From Survivor to Savior – Dari Penyintas menjadi Penyelamat, Dari Pertamina untuk Indonesia”. Gerakan ini mengampanyekan donor plasma konvalesen. 

Aksi donor plasma konvalesen dari pekerja Pertamina penyintas Covid-19 terlaksana serentak di Jakarta, Medan, Plaju, Cilacap, Semarang, Yogyakarta, Balikpapan, dan Makassar, pada Jumat (29/1/2021).

Pengalaman tersebut dikisahkan oleh Vice President CSR and SMEPP Management Pertamina Arya Dwi Paramita.

Sejak pandemi Covid-19, Arya bertugas mengunjungi hampir seluruh wilayah operasi perusahaan untuk memantau program corporate social responsibility (CSR) dan program Pertamina lainnya. Pada November 2020, ia pun dinyatakan positif terpapar virus corona.

“Saat dirawat dan diisolasi rasanya sangat tidak enak. Apalagi, saya tujuh hari harus masuk intensive care unit (ICU). Karena itu, saya berniat, kalau sembuh dan sehat, saya mau mendonorkan plasma konvalesen untuk pasien lain yang masih berjuang,” ujar Arya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Sabtu (30/1/2021).

Kini, Arya telah dua kali mendonorkan plasma, yakni pada Selasa (29/12/2020) dan Jumat (29/1/2021).

“Semoga ini bisa menyembuhkan teman-teman lainnya dan bisa kembali bersama keluarga di rumah,” terangnya.

Dok. Humas Pertamina Dok. Humas Pertamina

Tak hanya Arya, semangat membantu masyarakat mengatasi virus corona juga dilakukan Vice President Digital Enhancement and Technology Pertamina Dwi Puja Ariestya.

Dwi menuturkan, mengetahui tentang donor plasma konvalesen dari media sosial dan media massa.

“Saya ingin sekali berbagi dengan pasien lain. Kebetulan, Pak Arya mengajak saya untuk ikut donor plasma karena ada rekan kami di Pertamina sedang membutuhkan plasma. Semoga ini menjadi nilai ibadah,” kata Dwi.

Gerakan sukarela penyintas dalam mendonorkan plasma juga mendorong pekerja Health Safety Security And Environmental (HSSE) Corporate Pertamina Ahmad Syafi Munawar mengikuti donor plasma.

“Saya selalu ingin memberikan manfaat yang sebanyak-banyaknya untuk orang lain. Karena itu, saya tergerak menjadi pendonor plasma konvalesen untuk kawan-kawan yang masih berjuang melawan Covid-19. Inilah yang bisa saya sumbangkan untuk kesembuhannya,” ucap Ahmad.

Adapun kampanye donor plasma konvalesen terus dilakukan pekerja Pertamina.

Senior Vice President Corporate Communication and Investor Relation Pertamina Agus Suprijanto mengatakan, tercatat lebih dari 100 orang pekerja Pertamina telah mendonor dan terdaftar sebagai calon pendonor plasma konvalesen. Mereka berasal baik dari di kantor pusat, unit operasi, dan anak perusahaan Pertamina.

 “Jumlah tersebut diharapkan akan meningkat dengan kampanye edukasi yang masif sehingga gerakan ini akan terus berkelanjutan. Tidak hanya untuk pekerja Pertamina, tetapi juga menyebar kepada masyarakat luas,” ujar Agus.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau