Advertorial

Ingin Mengukus Jadi Lebih Mudah dan Cepat? Panci Steamer ES Brand Bisa Jadi Alternatif

Kompas.com - 01/02/2021, 19:36 WIB

KOMPAS.com – Bahan-bahan makanan yang kaya nutrisi bisa menjadi kurang sehat bila diolah dan dimasak dengan cara yang salah.

Penjelasan soal itu dipaparkan dalam penelitian yang dimuat dalam Journal of Gastronomy and Food Science Volume 13 (2016) tentang dampak penyiapan dan cara memasak makanan terhadap kualitas nutrisi.

Dari sekian metode memasak, mengukus disebut sebagai cara paling sehat dalam menjaga nutrisi makanan. Sebab, proses pematangan makanan saat mengukus memanfaatkan panas dari uap air mendidih.

Dengan begitu, nutrisi makanan tidak akan larut dalam air seperti ketika proses merebus.

Selain menjaga keutuhan nutrisi, memasak dengan cara mengukus tidak membutuhkan waktu lama.

Sayuran seperti bayam atau kacang polong, misalnya, hanya butuh waktu 3 menit sampai matang. Sementara brokoli, kembang kol, dan buncis biasanya butuh waktu 5-7 menit.

Meski begitu, hal yang perlu diperhatikan dalam mengukus makanan adalah memeriksanya secara teratur untuk memastikan makanan yang dikukus tidak terlalu matang. Ingat, makanan yang terlalu lama dimasak juga bisa hilang nutrisinya.

Untuk mengukus secara sempurna dengan tingkat kematangan pas, Anda butuh peralatan mengukus yang tepat pula.

Secara sederhana, mengukus dapat dilakukan dengan mendidihkan air di dalam panci, lalu menaruh saringan (strainer) di atas panci. Strainer ini yang bisa dijadikan tempat meletakkan bahan makanan yang hendak dikukus. Terakhir, tutup panci dengan rapat supaya panas dari uap dari air dapat bersirkulasi untuk mematangkan makanan.

Sayangnya, mengukus dengan cara konvensional seperti itu memiliki kekurangan. Air dapat meluap melalui lubang-lubang pada saringan dan membasahi bagian bawah bahan makanan. Selain bentuk makanan menjadi tidak sempurna, teksturnya pun akan menjadi lunak di bawah.

Oleh sebab itu, ada baiknya mempertimbangkan untuk menggunakan panci khusus untuk mengukus. Seperti diketahui, panci kukus merupakan peralatan memasak yang umum tersedia di dapur setiap rumah.

Memiliki panci kukus yang berkualitas berguna untuk membuat beragam jenis penganan. Selain mengukus bahan makanan mentah, Anda juga bisa memakainya untuk proses pembuatan menu-menu, seperti dimsum, siomay, bakpao, dan pepes.

Untuk membuat menu-menu seperti itu, biasanya dibutuhkan panci yang agak besar sehingga bisa membuat makanan dengan porsi lebih banyak.

Untuk sekalian memenuhi kebutuhan itu, pastikan mencari panci kukus yang tidak hanya berkualitas, tapi juga berkapasitas besar, seperti panci steamer susun ES Brand.

ES Brand adalah salah satu brand panci kukus susun yang terbukti memiliki kualitas bagus karena terbuat dari stainless steel sehingga panas yang dihasilkan lebih merata sampai ke tingkatan paling atas saat proses memasak. 

Direktur PT Yishan Teknologi Indonesia sebagai distributor resmi ES Brand, Hai Fei Qing mengungkapkan hal itu. Dengan inovasi tersebut pula, Qing mengatakan, wajar bila saat ini panci sudah terjual lebih dari 1.000 pcs.

“Panci ES Brand dapat mengukus makanan dalam jumlah banyak sekaligus sehingga tidak akan memakan waktu banyak (saat memasak),” ujar Qing dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Sabtu (30/1/2021).

Tidak hanya mengukus, panci tersebut dapat digunakan pula untuk merebus makanan. Adapun panci paling bawah memiliki kapasitas paling besar karena digunakan sebagai wadah air mendidih.

Qing mengamini bahwa panci tersebut bisa membuat waktu memasak jadi lebih efisien. Informasi lebih lanjut dan cara membeli produk bisa didapatkan dengan mudah lewat https://shopee.co.id/esofficialstore.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau