Advertorial

Gelaran Skyrun 2021 Sukses Ajak Masyarakat Semangat Berlari di Masa Pandemi

Kompas.com - 05/02/2021, 14:07 WIB

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 menyebabkan banyak kegiatan tertunda atau bahkan batal dilaksanakan. Meski demikian, kondisi ini justru membangkitkan semangat siswa SMA Labschool Kebayoran, Jakarta, untuk tetap berkreasi dengan bentuk inovasi baru.

Pandemi tidak menghalangi siswa SMA Labschool Kebayoran untuk kembali menyelenggarakan lomba lari tahunan 5 kilometer (km) bertajuk Skyrun. Penyelenggaraan Skyrun 2021 sukses digelar dengan cara yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Tahun ini, Skyrun mengangkat konsep fun and charity virtual run dengan tema besar “Dashing Through The Years”. Acara ini dilaksanakan pada 23-30 Januari 2021 dan ditutup pada 31 Januari 2021.

Untuk diketahui, pelaksanaan Skyrun 2021 dilakukan secara virtual. Peserta dapat mengikutinya dari mana saja lewat beragam cara. Contohnya, ada peserta yang treadmill di rumah dan berlari mengelilingi Stadion Gelora Bung Karno.

Antusiasme peserta Skyrun 2021 tidak hanya datang dari kalangan SMA Labschool Kebayoran saja, tetapi juga masyarakat umum. Biaya pendaftaran acara Syukrun tahun ini sebesar Rp 160.000 per orang.

Dari biaya itu, 15 persennya disumbangkan panitia Skyrun kepada sektor-sektor yang terdampak pandemi Covid-19.

Selain lomba lari, Skyrun 2021 juga diramaikan dengan Photo Contest. Lewat ajang lomba foto ini, peserta berkesempatan mendapatkan hadiah jutaan rupiah. Seluruh peserta juga mendapat kesempatan untuk memenangkan door prize dengan hadiah-hadiah menarik.

Pemenang Photo Contest dan door prize diumumkan melalui di Live Instagram @skyrun2021 saat penutupan acara, Minggu (31/1/2021).

Pada penutupan acara, Skyrun juga menyelenggarakan kuis interaktif berhadiah menarik. Tidak heran banyak penonton antusias dan berpartisipasi menyaksikan acara penutupan.

Salah satu peserta, Fidelia Madiani, mengaku penyelenggaraan Skyrun 2021 tidak kalah menarik dengan perhelatan pada tahun sebelumnya.

“Aku baru pertama kali ikut kegiatan ini, jadi belum pernah ngerasain Skyrun secara offline. Namun, kalau aku bandingkan dengan Skyrun tahun-tahun sebelumnya, memang beda banget, sih,” kata Fidel dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (4/2/2021).

Menurut Fidel, pada penyelenggaraan Skyrun tahun sebelumnya, para peserta akan kembali ke Sekolah Labschool setelah lari. Di sana, para peserta bisa mengikuti rangkaian acara selanjutnya, seperti performance dari siswa Labschool dan ada bazar makanan.

Walau konsep Skyrun 2021 berbeda, lanjut Fidelia, dia tetap bisa menikmati keseruan rangkaian acara secara online.

Fidel pun memuji konsep Skyrun 2021 karena para peserta bisa lari di mana saja, kapan saja, dan berulang kali.

“Selama periode lari, aku sudah lari dua kali. Dua-duanya dilakukan di treadmill karena memang kondisinya sedang hujan juga. Concern utamanya juga karena ada Covid, lari di luar menjadi kurang nyaman bagi aku,” lanjutnya.

Fidelia mengatakan, inovasi dan kreativitas yang dilakukan panitia pada penyelenggaraan Skyrun 2021 bisa digunakan pada tahun-tahun selanjutnya.

“Dengan memanfaatkan teknologi, lomba lari dapat dilakukan dengan lebih fleksibel, efektif, dan mudah,” ujar Fidel.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau