Advertorial

Mengintip Dempsey Hill, Surga Tersembunyi di Singapura yang Wajib Dikunjungi

Kompas.com - 18/02/2021, 23:46 WIB
Dok. Facebook Dempsey Hill Dok. Facebook Dempsey Hill

KOMPAS.com - Singapura merupakan salah satu negara favorit tujuan wisatawan dunia, termasuk turis asal Indonesia. Pasalnya, Negeri Singa ini memiliki deretan obyek wisata yang menarik untuk disambangi.

Selain Orchard Road, Marina Bay, dan Sentosa Island, Singapura masih punya obyek wisata menarik lain, yakni Dempsey Hill. Obyek wisata ini menawarkan destinasi gaya hidup paling unik yang dibalut dengan nuansa tempo dulu.

Dempsey Hill merupakan sebuah area pusat gaya hidup yang terdiri dari restoran, spa, galeri, hingga pusat perbelanjaan.

Lokasinya tak jauh dari pusat kota, tetapi wisatawan bisa merasakan suasana tenang dan asri. Salah satu daya tarik kawasan ini adalah tipe jalan berliku-liku. Wisatawan pun segera merasakan pengalaman berbeda saat menjelajahi jalanan tersebut.

Sebagai informasi, sebelum menjadi seperti sekarang, Dempsey Hill merupakan perkebunan pala yang asri. Pada 1805, kawasan ini dikenal dengan nama Mount Harriet.

Wilayah perkebunan ini kemudian beralih fungsi sebagai kamp militer Inggris, Tanglin Barrack. Bisa dikatakan Dempsey Hill yang berusia 180 tahun merupakan saksi sejarah terbentuknya Singapura.

Namun, pada 2007, situs warisan bernuansa pedesaan itu dialihfungsikan oleh pemerintah Singapura sebagai obyek wisata. Jadilah Dempsey Hill sebagai destinasi kuliner, belanja, seni, arsitektur, dan hiburan.

Kini, Dempsey Hill menjadi salah satu obyek wisata yang wajib masuk bucket list pelancong bila sedang berkunjung ke Singapura.

Sebagai gambaran, berikut Kompas.com rangkum daya tarik Dempsey Hill untuk liburan di Singapura saat situasi pandemi Covid-19 mulai membaik.

Kuliner peranakan

Sebagai salah satu kawasan budaya di Singapura, Dempsey Hill memiliki kuliner yang beragam, mulai dari makanan khas peranakan hingga Thailand.

Saat bertandang ke sana, Anda wajib mampir ke restoran Candlenut. Restoran peranakan pertama di dunia yang berhasil mendapatkan gelar Michelin pada 2016 dan 2017 ini terletak di Block 17A Dempsey Road, Singapore.

Restoran milik Malcolm Lee tersebut menyediakan ragam kuliner hasil perpaduan hidangan tradisional China dan Malaysia yang otentik. Selain itu, restoran ini pun memodifikasi warisan kuliner tersebut dengan sentuhan kontemporer.

Di sana, Anda pun bisa memilih lebih dari 40 hidangan, mulai dari hidangan pembuka, aneka sup, makanan utama, sampai hidangan penutup baik untuk makan malam maupun makan siang.

 Ilustrasi dimsun, pangsit, dan labu emas (Dok. Facebook Min Jiang Restaurant) Ilustrasi dimsun, pangsit, dan labu emas

Sementara, jika ingin menjajal penganan peranakan dengan nuansa pedesaan, restoran Min Jiang wajib Anda coba. Meski ala pedesaan, restoran ini tetap elegan dengan sentuhan panel kayu bermotif anyaman, kursi rotan, dan lentera besar yang memancarkan cahaya hangat ke ruang makan.

Soal rasa, restoran Min Jiang pun tak main-main. Restoran ini punya koki kepala kelas dunia, yakni master chef Goh Chee Kong. Sudah 32 tahun ia bergabung menjadi tim juru masak di restoran tersebut.

Chef Goh juga telah mendapatkan sejumlah penghargaan, salah satunya Most Promising Chef di penghargaan Hospitality Asia Platinum Awards 2006-2007.

Menu andalan di restoran Min Jiang adalah masakan khas Kanton dan Sichuan, yaitu dimsum dan pangsit udang, ikan mas kukus, pangsit dengan berbagai isian sayur dan truffle, pangsit kerang, serta ketan goreng labu emas.

Masih ada pula masakan signature dari chef Goh yang tak boleh dilewatkan, yakni Legendary Wood-Fired Beijing Duck dan Typhoon Shelter Squid and Soft Shell Crab.

Jika ingin menjajal kuliner dengan suasana berkelas, Anda bisa mengunjungi restoran Jam at Siri House yang menyatu dengan kawasan kondominium mewah Siri House. Kondominium tersebut berada di Blok 8D Dempsey Road, Dempsey Hill, Singapore.

Interior Jam at Siri House didominasi furnitur-furnitur mewah bernuansa eklektik. Furnitur tersebut terdiri dari barang antik abad pertengahan seperti lampu gantung yang memesona dan set lounge bludru berkelas dengan tenun sutra di dalam restoran ini. 

Penggunaan warna monokromatik hitam dan putih dipadu dengan furnitur berbahan kayu membuat suasana interior semakin mewah.

Restoran dengan 42 tempat duduk ini punya menu best seller Chicken Biskit, yaitu kue berbahan lemak ayam beroleskan krim berbumbu. Chicken Biskit disajikan dengan kulit ayam yang renyah sebagai pelengkap.

Selain itu, ada pula roti pipih renyah Papadam yang disuguhkan dengan saus krim kari dan ikan asap cabai.

Berkunjung ke art studio

Selain dikenal sebagai salah satu tempat tercantik di Singapura, Dempsey Hill juga diidentikkan sebagai kawasan hijau dan asri. Hanya berjalan santai di tepi trotoar, wisatawan pun sudah bisa merasa dekat dengan alam.

Kawasan hijau dan asri makin lekat di Dempsey Hill dengan keberadaan pusat seni dan budaya, Poppy Flora Studio. Di lokasi ini, wisatawan dapat mengikuti kelas merangkai bunga sembari menikmati suasana teduh.

Anda bisa mendapatkan keterampilan merangkai bunga yang diajarkan langsung oleh Sarah, pendiri Poppy Flora Studio.

 Karya pelukis Indonesia Agus YK Priyono di REDSEA Art Gallery (Dok. Instagram REDSEA Gallery) Karya pelukis Indonesia Agus YK Priyono di REDSEA Art Gallery

Adapun keterampilan lain yang bisa Anda pelajari sembari liburan di Singapura adalah menari. Anda bisa mengambil program Holiday Dance Camp di Dancer’s Dream Studio Singapore untuk menguasai kemampuan dasar menari sekaligus cara membangun kepercayaan diri.

Sementara, penikmat seni kontemporer bisa mengunjungi REDSEA Gallery. Koleksi seniman-seniman kontemporer internasional dipamerkan di sana, baik lukisan, patung, fotografi, maupun video.

Menariknya, galeri yang terletak di Blok 9 Dempsey Road menempati barak tentara peninggalan kolonial Inggris yang telah direvitalisasi.

Seniman Indonesia yang memamerkan karyanya di REDSEA Gallery adalah Agus YK Priyono. Coretan kanvas seniman asal Bantul ini dipengaruhi oleh unsur alam. Kecintaannya pada bunga sakura pun ia tuangkan dalam dua lukisan sakura.

Belanja pernak-pernik hingga spa

Selain restoran dengan suasana menarik dan studio seni, Anda juga bisa mampir ke toko barang antik dan butik kecil yang menjual barang-barang yang mungkin tidak ditemukan di tempat lain.

Dempsey Hill juga terkenal sebagai surga belanja produk-produk pengrajin, pernak-pernik interior, hingga alat rumah.

Di kawasan ini, banyak deretan toko menjual berbagai produk furnitur dan dekorasi rumah. Anda bisa menemukan beragam pernak-pernik menarik dan unik yang bisa dibawa pulang untuk mempercantik interior rumah.

Dok. Instragram Cuckoo Little Lifestyle Dok. Instragram Cuckoo Little Lifestyle

Selain pernak-pernik rumah, Anda juga bisa mendapatkan barang antik di Dempsey Hill. Untuk berburu jenis barang ini, cobalah mampir ke Cuckoo Little Lifestyle dan Woody Antique House.

Kedua toko tersebut menyediakan aneka barang lucu yang bakal menggoda Anda untuk dibawa pulang. Misalnya saja, poster dengan aneka desain, floor cushion, lampu hias, tas, serta pakaian wanita dan anak-anak.

Setelah puas berbelanja, Anda bisa meluangkan waktu untuk memanjakan diri di Trimming Salon & Spa. Tempat ini menawarkan berbagai perawatan, mulai dari ujung rambut hingga kaki.

Tak hanya itu, perawatan lain seperti ekstensi bulu mata juga tersedia. Layaknya pusat perawatan lainnya, layanan yang paling digemari kaum hawa saat bertandang ke salon ini adalah Karin Herzog oxygen facial.

Layanan tersebut patut Anda coba untuk meremajakan wajah agar kembali segar usai berkeliling Dempsey Hill.

Nah, itulah rekomendasi liburan di Dempsey Hill yang bisa Anda eksplorasi. Hidupkan kembali impianmu dan atur rencana liburan dari sekarang agar rasa #KangenSingapura segera terobati.

Saat situasi sudah aman, Anda bisa langsung terbang ke Singapura bersama kawan atau keluarga. Kabar baiknya, Singapura telah memasuki new normal atau tatanan baru fase 3. Pada fase ini sebagian besar aktivitas bisnis dibuka secara bertahap.

Meski begitu, menerapkan protokol kesehatan selama liburan di Singapura adalah hal penting. Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, yaitu memakai masker, tidak berkerumun lebih dari 8 orang, menjaga jarak aman satu meter, serta menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan secara teratur.

Untuk mencegah penyebaran Covid-19, setiap atraksi, restoran, toko, dan lokasi di Singapura dilengkapi aplikasi SafeEntry. Setiap orang yang masuk ruang publik harus memindai QR Code yang disediakan di pintu masuk lalu memasukkan nama, nomor kartu identitas, dan nomor ponsel.

Data tersebut menjadi dasar proses pelacakan jika seseorang yang pernah masuk ruang publik terinfeksi Covid-19. Untuk informasi terkini terkait kondisi Covid-19 dan protokol kesehatan di Singapura, Anda bisa mengunjungi tautan ini.