Advertorial

Peringati Hari Sampah Nasional, Aqua Berkomitmen Gunakan Galon Guna Ulang untuk Dorong Ekonomi Sirkular

Kompas.com - 24/02/2021, 00:00 WIB
Penggunaan galon guna ulang dapat menekan jumlah sampah plastik. (Dok. Aqua) Penggunaan galon guna ulang dapat menekan jumlah sampah plastik.

KOMPAS.com – Perilaku membuang sampah sembarangan dan penggunaan kemasan plastik yang sulit terurai masih menjadi perhatian utama pada peringatan Hari Sampah Nasional 2021 yang jatuh pada Minggu, (21/2/2021).

Oleh sebab itu, dalam rangka memperingati Hari Sampah Nasional 2021, Aqua menegaskan komitmennya untuk terus menggunakan kemasan galon guna ulang. Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk tidak menambah sampah plastik kemasan.

Brand Director Aqua Intan Kartika mengatakan, sebagai pelopor dalam industri air mineral kemasan, Aqua secara konsisten mengutamakan kualitas produk dan memperhatikan aspek lingkungan.

“Kami ingin selalu melindungi keluarga Indonesia melalui hidrasi sehat sekaligus melindungi alam dengan kemasan produk yang ramah lingkungan, termasuk galon,” kata Intan Kartika dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (23/2/2021).

Sebagai informasi, Aqua telah menggunakan kemasan galon guna ulang sejak 1983. Penggunaan kemasan tersebut merupakan upaya yang dilakukan Aqua untuk menerapkan konsep tertinggi 3R, yaitu reuse atau menggunakan kemasan plastik secara berulang. Konsep reuse dinilai mampu menekan penambahan sampah kemasan plastik.

Selain mengurangi sampah plastik, kemasan galon guna ulang juga dicintai dan menjadi budaya konsumen di Indonesia selama puluhan tahun.

Berdasarkan data terbaru National Plastic Action Partnership yang dirilis April 2020, volume sampah plastik pada 2020 mencapai 6,8 juta ton dan tumbuh sebesar 5 persen setiap tahunnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal ini menjadi masalah karena beberapa jenis plastik dapat terurai tetapi memerlukan waktu bertahun-tahun. Selain itu, ada juga plastik yang sama sekali tidak dapat terurai di alam.

Mendukung implementasi ekonomi sirkular

Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia menegaskan komitmennya dalam mencapai visi besar bersama untuk mengurangi sampah hingga 30 persen dan melakukan penanganan sampah sebesar 70 persen pada 2025.

Dikutip dari siaran pers KLHK, Kamis (18/2/2021), Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Novrizal Tahar menjelaskan bahwa persoalan sampah dan pengelolaannya harus menjadi perhatian utama seluruh komponen masyarakat.

“Persoalan sampah merupakan persoalan serius dan multidimensi, pelibatan seluruh komponen masyarakat, termasuk industri, dalam pengelolaannya sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Mesin pencuci galon otomatis Aqua dimonitor secara real time. (Dok. Aqua) Mesin pencuci galon otomatis Aqua dimonitor secara real time.

Aqua juga mendukung langkah yang dilakukan pemerintah dengan menerapkan konsep ekonomi sirkular.

Menurut Sustainable Development Director Danone Indonesia Karyanto Wibowo, Aqua merupakan merek air kemasan pertama yang berkomitmen untuk menerapkan konsep ekonomi sirkular. Konsep ini dapat menjadi solusi permasalahan sampah kemasan plastik di Indonesia.

“Melalui komitmen #BijakBerplastik, kami berambisi untuk mengumpulkan lebih banyak sampah kemasan plastik daripada yang kami gunakan, menggunakan 100 persen kemasan yang dapat didaur ulang, dapat digunakan kembali ataupun dapat terurai, serta meningkatkan proporsi konten daur ulang dalam botol kami menjadi 50 persen pada tahun 2025,” ujar Karyanto.

Ekonomi sirkular, lanjut Karyanto, adalah sebuah sistem ramah lingkungan yang mempertahankan nilai material agar dapat digunakan berulang-ulang.

“Untuk itu, kami akan terus mengembangkan dan mempertahankan model kemasan galon guna ulang. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan hidrasi yang sehat bagi keluarga di Indonesia sekaligus menjaga kelestarian alam,” tambah Karyanto.

Penggunaan galon guna ulang dapat mengurangi lebih dari 95 persen pemakaian bahan baku plastik. Selain ramah lingkungan, penggunaan kemasan ini dapat menekan timbunan sampah plastik pasca-konsumsi secara signifikan.

Berdasarkan data Aliansi Zero Waste Indonesia, saat ini terdapat sekitar 50 juta kemasan galon guna ulang yang beredar di pasaran. Galon tersebut rata-rata dapat diisi ulang kembali melalui pabrik sebanyak lebih dari 25 kali.

Meski masih menggunakan plastik, penggunaan galon guna ulang dianggap lebih baik dibandingkan kemasan sekali pakai, terutama dalam upaya menekan penggunaan plastik.

Selain penggunaan konsep guna ulang, Aqua menjadi pelopor program daur ulang pertama, yakni Aqua Peduli. Dimulai sejak 1993, program ini merupakan langkah awal menuju model pengemasan yang lebih sirkular.

Saat ini, Aqua telah berhasil mengumpulkan lebih dari 12.000 ton plastik setiap tahun melalui 6 recycling business unit di berbagai lokasi di Indonesia.

Tak hanya itu, Aqua juga menghadirkan produk air minum dengan kemasan botol pertama di Indonesia yang terbuat dari 100 persen plastik daur ulang dan dapat kembali didaur ulang, yaitu Aqua Life.

Selanjutnya, produk air mineral kemasan 600 milimiter terbaru Aqua juga 100 persen terbuat dari plastik daur ulang. Aqua pun menghadirkan kemasan botol kaca guna ulang yang saat ini sudah tersedia di Bali.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.