Advertorial

5 Hal yang Bisa Menepis Stigma Ganti HP Baru Cuma untuk Gaya-gayaan

Kompas.com - 25/02/2021, 18:20 WIB

KOMPAS.com - Jika handphone (HP) yang Anda gunakan saat ini mulai lemot, baterai bocor, hingga software Android atau iOS tak bisa diperbaharui, ini artinya Anda harus segera mengganti ponsel dengan yang baru. 

Apalagi, saat ini sudah ada aplikasi layanan pinjam tunai online kredit HP tanpa DP dari Kredivo yang memudahkan konsumen untuk mengganti ponselnya.

Selain itu, Kredivo juga akan mengadakan promo cicilan 0% untuk pembelian HP baru pada 26 Februari hingga 28 Februari di Erafone, iBox, Xiaomi, Samsung by NASA, dan Urban Republic.

Jika hemat menjadi alasan tak mengganti HP dengan yang baru, ada baiknya ketahui dahulu arti dari kata hemat. Merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hemat memiliki arti berhati-hati, cermat, dan tidak boros dalam membelanjakan uang.

Karena itu, bila ponsel mulai “sakit-sakitan”, tak ada salahnya mengganti HP baru sesuai kemampuan finansial Anda.

Istilah mengganti HP untuk gaya-gayaan baru berlaku jika membeli HP baru menggunakan aplikasi kredit tanpa DP dengan skema cicilan per bulan yang menghabiskan setengah dari pendapatan.

Namun, bila sampai saat ini Anda masih berpikir bahwa mengganti HP hanya sekadar gaya-gayaan, simak lima alasan berikut untuk menepis stigma tersebut.

Tuntutan pekerjaan

Tidak dimungkiri, HP merupakan sarana komunikasi yang sudah melekat dengan aktivitas kerja sehari-hari.

Saat ini, HP digunakan hampir semua kalangan, mulai dari jajaran chief executive officer (CEO), pengusaha, hingga karyawan biasa. Bahkan, polisi menggunakan HP untuk memberikan laporan kemacetan lalu lintas.

Berbagai aktivitas di dunia internet bisa dikerjakan menggunakan HP yang berkinerja apik dan dibekali memori penyimpanan memadai.

Tidak merepotkan orang lain

Coba bayangkan, Anda memiliki pekerjaan yang berhubungan dengan klien dan kerap bekerja di luar rumah. Namun, HP Anda justru tidak mendukung pekerjaan itu karena mudah mati dan bocor baterainya.

Situasi akan runyam bila klien Anda tiba-tiba menelepon. Pada situasi urgent seperti ini, satu-satunya perangkat yang Anda butuhkan adalah powerbank.

Bisa pula Anda meminjam ponsel teman untuk menghubungi klien Anda. Namun, sampai kapan Anda akan terus bergantung pada powerbank dan merepotkan orang lain demi urusan Anda?

Lebih produktif

HP yang sudah digunakan bertahun-tahun biasanya tidak lagi berfungsi dengan optimal sehingga dapat menghambat produktivitas.

Misalnya, Anda seorang wartawan yang sedang meliput kejadian terkini di suatu tempat, tiba-tiba HP Anda mati ketika sedang merekam gambar ataupun suara. Alhasil, Anda pun tidak memiliki konten orisinal dengan hasil rekaman Anda sendiri.

Lain halnya jika HP tersebut di-upgrade dengan ponsel keluaran terbaru yang lebih mumpuni. Anda bisa lebih produktif sehingga pekerjaan jadi lebih lancar.

Daripada kesal yang menghabiskan energi karena pekerjaan terhambat, lebih baik gunakan tenaga Anda untuk hal lain yang lebih berguna kan?

Banyak HP spesifikasi tinggi dengan harga murah

Saat ini, ada banyak HP entry level dengan spesifikasi mumpuni untuk menunjang kegiatan sehari-hari.

Dengan harga mulai dari Rp 2 jutaan yang bisa didapatkan melalui aplikasi kredit HP tanpa DP, Anda sudah bisa mendapatkan HP dengan RAM 4 GB, memori 64 GB, kamera 32 megapiksel, dan baterai 5.000 mAh.

Namun, jika HP lama Anda menyimpan banyak kenangan manis dan tidak berniat untuk menggantinya, beli saja HP baru untuk menunjang kegiatan sehari-hari tanpa memaksakan diri menggunakan HP lama.

HP bukan investasi jangka panjang

Jika alasan Anda tidak segera mengganti HP baru karena dahulu ponsel dibeli dengan harga yang mahal, sebaiknya buang jauh-jauh anggapan tersebut.

Perlu diketahui, HP bukan instrumen investasi jangka panjang. Pasalnya, nilai jual HP akan terus menurun setiap tahun.

Jadi, buanglah jauh-jauh pemikiran, ”Saya beli HP ini dulu harganya Rp 10 juta, sayang banget sekarang harga jualnya sudah Rp 2 juta. Daripada saya jual dan ganti dengan yang baru, mending saya pakai HP ini terus-terusan.”

Sebagai catatan, upgrade HP merupakan hal yang wajar, terlebih jika ponsel tersebut telah digunakan selama lebih dari tiga tahun. Sebab, HP yang sudah tidak mumpuni akan menyulitkan aktivitas sehari-hari.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau