Advertorial

Sejarah Baru, KRL Pertama di Luar Jabodetabek Resmi Beroperasi di Lintas Yogyakarta-Solo

Kompas.com - 01/03/2021, 16:14 WIB
Presiden Joko Widodo meresmikan operasional kereta rel listrik (KRL) lintas Yogyakarta-Solo di Stasiun Yogyakarta, Senin (1/3/2021). (DOK. YOUTUBE SEKRETARIAT NEGARA) Presiden Joko Widodo meresmikan operasional kereta rel listrik (KRL) lintas Yogyakarta-Solo di Stasiun Yogyakarta, Senin (1/3/2021).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan operasional kereta rel listrik (KRL) lintas Yogyakarta-Solo di Stasiun Yogyakarta, Senin (1/3/2021). Peresmian ini menjadi sejarah baru bagi industri perkeretaapian karena KRL dioperasikan pertama kali di luar Jabodetabek.

Pada peresmian tersebut, Jokowi berharap pengoperasian KRL membawa dampak positif bagi penumpang yang melintasi Yogyakarta dan Solo setiap harinya.

“Tadi saya diberitahu oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian bahwa (laju) KRL lebih cepat kira-kira 10 menit dibandingkan kereta rel diesel (KRD) Prambanan Ekspres (Prameks). Dari sisi biaya pengoperasian juga lebih murah,” ujar Jokowi pada acara Peresmian Pengoperasian Kereta Rel Listrik Lintas Yogyakarta-Solo yang ditayangkan secara langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin.

Dengan fakta itu, KRL bisa jadi opsi transportasi menguntungkan, baik untuk masyarakat sebagai pengguna maupun negara lewat manajemen PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai pemberi layanan.

Jokowi juga berpesan kepada pejabat terkait untuk meningkatkan jumlah moda transportasi ramah lingkungan.

“KRL adalah sebuah transportasi massal yang ramah lingkungan. Ke depan, negara kita harus lebih mengarah kepada transportasi (berbasis) listrik,” ujar Jokowi.

Pada akhir sambutannya, Presiden berharap kehadiran KRL lintas Yogyakarta-Solo bisa meningkatkan sektor pariwisata dan perekonomian daerah sekitar.

Acara peresmian tersebut juga dihadiri oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sultan Hamengku Buwono (HB) X, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Dirjen Perkeretaapian Zulfikri, Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo, dan sejumlah jajaran menteri dari Kabinet Indonesia Maju.

Sultan HB X secara khusus menyampaikan bahwa keberadaan kereta sangat penting bagi warga yang bekerja dan bersekolah di lintas Yogyakarta-Solo.

“Semoga masyarakat bisa merasakan pelayanan KRL lebih baik dengan harapan tepat waktu,” ujarnya.

Sementara itu, Menhub mengatakan, pembangunan elektrifikasi jalur kereta Yogyakarta-Solo sejalan dengan program Presiden Jokowi yang selalu menekankan untuk mengedepankan konektivitas, integrasi antarmoda, dan modernisasi pada seluruh aspek transportasi di Indonesia.

“KRL Yogyakarta-Solo merupakan KRL pertama yang beroperasi di luar Jabodetabek. Ke depan, KRL seperti ini akan dikembangkan di kota-kota lainnya,” ucap Budi.

Setelah acara peresmian selesai dilakukan, Presiden Jokowi ditemani rombongan meninjau dan mencoba secara langsung operasional KRL lintas Yogyakarta-Solo.

Presiden Joko Widodo meninjau dan mencoba layanan KRL lintas Yogyakarta-Solo. (DOK. KEMENHUB) Presiden Joko Widodo meninjau dan mencoba layanan KRL lintas Yogyakarta-Solo.

Melintasi 11 stasiun

Sebagai informasi, pembangunan elektrifikasi lintas Yogyakarta-Solo sepanjang 62 kilometer (km) dimulai pada 2019 dan selesai pada awal 2021.

Sebelum beroperasi, KRL Yogyakarta-Solo telah melewati serangkaian pengujian dan safety assessment terhadap sarana dan prasarananya.

KRL lintas Yogyakarta-Solo telah diuji coba sejak 1 Februari 2021 dan mulai beroperasi penuh pada 10 Februari 2021. Sejak saat itu, layanan dibuka dengan 20 perjalanan KRL yang setiap hari beroperasi di lintas Yogyakarta-Solo dan sebaliknya.

Adapun 11 stasiun yang dilalui oleh KRL lintas Yogyakarta-Solo adalah Stasiun Yogyakarta, Stasiun Lempuyangan, Stasiun Maguwo, Stasiun Brambanan, Stasiun Srowot, Stasiun Klaten, Stasiun Ceper, Stasiun Delanggu, Stasiun Gawok, Stasiun Purwosari, dan Stasiun Solo Balapan.

Sementara itu, KRD Prameks yang sebelumnya melintasi rute Yogyakarta-Solo tetap dioperasikan untuk lintas Kutoarjo-Yogyakarta.

Dari segi jumlah kapasitas, KRL dapat melayani 1.600 orang dalam satu kali perjalanan pada masa normal. Namun, kapasitas penumpang dibatasi hanya sebanyak 74 orang per gerbong kereta pada masa pandemi Covid-19.

Untuk menggunakan layanan KRL Yogyakarta-Solo, penumpang bisa menggunakan Kartu Multi Trip (KMT) dari KAI Commuter atau kartu uang elektronik, seperti E-money Mandiri, Flazz BCA, BRIZZI, dan BNI Tap Cash dengan tarif flat sebesar Rp 8.000 untuk satu kali perjalanan di semua rute.

Sebagai informasi, tarif tersebut telah mendapatkan subsidi dari pemerintah melalui skema public service obligation (PSO).